Tampilkan postingan dengan label Ke-Jogja-an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ke-Jogja-an. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 27, 2008

Dari Pemuda Yogya, Untuk Bangsa

Sebanyak 70 pelajar/mahasiswa dari IKPM yang ada di Kota Yogyakarta dan 30 orang pemuda dari Karang Taruna se Kota Yk mengikuti Kemah Bhakti Pemuda Nusantara Tahun 2008 di Aero Agro Wisata Lanud Adisucipto mulai 27 hingga 31 Oktober 2000. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Kesbangpor Kota Yk bekerjasama dengan Kost Crisis Center (KCC) dan Karang Taruna Kota Yk.

Dalam laporan penyelenggaraannya Plt. Kepala Kantor Kesbangpor Kota Yogyakarta H. Muh. Arifin, SH menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin komunikasi positif antar pelajar /mahasiswa dengan para pemuda Kota Yk sehingga terbangun kebersamaan, persatuan dan kesatuan melalui pemahaman antar etnis budaya. Selama mengikuti kemah, peserta mengikuti berbagai kegiatan antara lain melakukan kerja bakti di tepi sungai Winongo di wilayah Kecamatan Wirobrajan dan Mantrijeron serta melakukan penanaman pohon buah-buahan, diskusi dengan narasumber Walikota Yogyakarta, Ketua DPRD Kota Yk, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yk, Komandan Kodim 0734 Pamungkas, Poltabes Kota Yk serta Ketua BNK Kota Yk. Selain itu, kegiatan kemah juga diisi dengan malam keakraban dan renungan serta kegiatan out bond yang dibimbing oleh Tim Out Bond STPMD “APMD”.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Yogyakarta sangat mengharapkan agar melalui pelaksanaan Kemah Bhakti Pemuda ini perbedaan yang ada seperti asal usul, suku, budaya maupun agama hendaknya tidak menjadi batasan bagi para pemuda untuk senantiasa bersatu dan berkarya nyata bagi bangsa khususnya bagi Kota Yogyakarta dengan menjaga lingkungan agar senantiasa tetap nyaman untuk dihuni, menarik untuk dikunjungi dan dan mendatangkan semangat untuk belajar. Dengan demikian keanekaragaman dan kemajemukan tidak menjadi pemecah belah, namun justru memperkaya khazanah budaya dan menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan, modal utama pemuda adalah semangat yang harus dikonkritkan untuk tujuan-tujuan strategis dan jangka panjang karena dinamika pemuda sangat panjang. Peran dan posisi pemuda, sangat ditentukan oleh pemuda itu sendiri dengan sebuah karya nyata. Untuk itu, Wakil Walikota Yogyakarta meminta seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan Kemah Bhakti Pemuda Nusantara ini guna membangun kepribadian.

Dipublikasikan di sini

Senin, Maret 03, 2008

Bodaya Jogja di Maret 2008

· 4 Maret 2008 Pukul19.00 WIB. REBO PUNGKASAN. Upacara adat yang diselenggarakan oleh masyarakat Wonokromo, Kecamatan Pleret, Bantul untuk memohon kesejahteraan dengan mengarak lemper raksasa, dari Masjid Agung Wonokromo, menuju balai desa Wonokromo.
· 6 Maret 2008 SAPARAN WONOLELO. Upacara adat yang diselenggarakan masyarakat desa Wonolelo, Ngemplak, Sleman dalam rangka memohon tanaman padi terbebas dari hama.
· 13 Maret 2008 Pukul 16.00 WIB SEKATEN. Upacara adat yang diselenggarakan oleh Kraton Yogyakarta, berlangsung pada hari pertama dikeluarkannya Gamelan Kanjeng Kyai Sekati di Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta.
· 23 Maret 2008 Pukul 09.00 WIB. GREBEG MAULUD. Upacara adat yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW di Alun-alun Utara Yogyakarta

Selasa, Februari 05, 2008

Bodaya Jogja di Februari 2008

· 9 Februari 2008Pukul 09.00 WIB. AMMERTI BUMI TUNGGUL ARUM. Upacara ada bersih desa bumi Tunggul Arum, Turi, Sleman, sebagai rasa syukur atas keberhasilan dalam bertani.
· 10 Februari 2008Pukul 08.00 WIB. LABUHAN NELAYAN JALA NIDHI. Upacara adat yang dilakukan masyarakat untuk memohon tangkapan ikan yang melimpah.
· 11 Februari 2008. BARITAN SAPARAN PANGERAN JAYAKUSUMA. Upacara adat masyarakat Kalirejo Kokap untuk memohon keselamatan.
· 14 Februari 2008. UPACARA ADAT KI AGENG WONOLELO. Upacara adat yang dilaksanakan masyarakat desa Wedomartani Ngemplak Sleman, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, atas jasa ki Ageng Wonolelo dalam penyebaran Islam.
· 17 Februari 2008. Pukul 19.00 WIB. RUWATAN JOLOSUTRO. Upacara adat yang diselenggarakan di kawasan makam Sunan Geseng Sentono, Dusun Jolosutro Piyungan dalam rangka syukur kepada Tuhan YME atas limpahan rizki.
· 22 Februari 2008 Pukul 09.00 WIB. SAPARAN GAMPING (BEKAKAK). Upacara adat yang diselenggarakan masyarakat Gamping, Sleman dengan menyembelih sepasang BEKAKAK (boneka pengantin) yang dibuat dari beras ketan dan gula jawa. Upacara ini dimaksudkan sebagai permohonan kepada Tuhan, agar dibebaskan dar bencana dan wabah penyakit.
· 22 Februari 2008. Pukul 09.00 WIB. SAPARAN KALIBUKO. Upacara adat yang diselenggarakan oleh masyarakat desa Kalirejo, Kokap, dengan latar belakang legenda Sunan Kalijaga, sebagai permohonan keselamatan warga Kalireja

Sabtu, Januari 05, 2008

Bodaya Jogja di Januari 2008

· 8 Januari 2008 : HAUL PANGERAN DIPONEGORO. Upacara memperingati wafatnya Pangeran Diponegoro di Obyek Wisata Goa Selarong, sebagai rasa hormat dan terimakasih atas perjuangannya melawan Belanda di masa lalu.
· 8 Januari 2008 : NGGUMBRENGI. Upacara Adat warga dusun Karang Gede, Jatimulya, Kecamatan Girimulya, sebagai rasa syukur atas limpahan rizki.
· 9 Januari 2008 : Pukul 12.00 WIB, MUBENG BETENG. Upacara keliling Benteng Kraton Yogyakarta oleh Kerabat Kraton dan warga masyarakat Yogyakarta, pada malam 1 Suro, tanpa berbicara (membisu).
· 9 Januari 2008 : Pukul 19.00 WIB, MERTI BUMI KALIURANG. Upacara adat bertepatan Malam 1 Suro di Obyek Wisata Kaliurang. Upacara sebagai ungkapan rasa syukur warga masyarakat sekitar lereng Merapi.
· 9 Januari 2008 : KIRAB TUMURUNING MAHESA SURO, Bertempat di Pantai Samas. Upacara adat Masyarakat Sri Gading untuk mengenang Legenda Maheso Suro yang di masa lalu berjasa bagi kesejahteraan masyarakat Bantul.
· 9 Januari 2008 : Pukul 10.00 WIB. SEDEKAH PANTAI BARON, KUKUP, Bertempat di Pantai Baron dan Kukup. Upacara Adat oleh Masyarakat Baron dan Kukup sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.
· 10 Januari 2008 : JAMASAN PUSAKA, Bertempat di Puncak Suroloyo, Dusun Keceme, Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo. Upacara Adat Jamasan Pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Kyai Manggoto Dewo.
· 10 Januari 2008 : Pukul 12.30 WIB, SEDEKAH LAUT, Bertempat di Pantai Sadeng, Sundak, Baron. Upacara adat masyarakat Pantai Sadeng, Sundak, Baron yang dilaksanakan dalam rangka rasa syukur dan permohonan keselamatan serta perlindungan kepada Tuhan.
· 10 Januari 2008 : RITUAL GUNUNG LANANG. Upacara adat spiritual dan budaya yang dilaksanakan di dusun Bayeman, Sindutan, Temon, Kulon Progo.
· 16 Januari 2008 : SURAN MBAH DEMANG. Upacara adat spiritual dan budaya yang dilaksanakan di desa Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman dalam rangka mengenang perjuangan Ki Demang Cokro Dikromo dalam mensejahterakan masyarakatnya.
· 17 Januari 2008 : Pukul 13.00 WIB, SEDEKAH LAUT NELAYAN DEPOK. Upacara adat yang dilaksanakan masyarakat nelayan pantai Depok dalam rangka memohon keselamatan dalam melaut.
· 17, 18 Januari 2008 : Pukul 08.00 WIB, KIRAB BUDAYA DAN NGURAS KONG (ENCENG)Upacara tradisi mengganti air Kong (Enceh) di makam Imogiri yang diawali dengan Kirab Budaya.
· 18 Januari 2008 : SEDEKAH LAUT PANTAI SADENG. Upacara adat yang dilaksanakan di pantai Sadeng Gunung Kidul sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.
· 18 Januari 2008 : UPACARA ADAT BATOK BOLU. Upacara adat yang dilaksanakan masyarakat Sambiroto, Purwamartani, Kalasan, Sleman, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.
· 18, 19 Januari 2008Pukul 10.00 WIB, SIRAMAN PUSAKA. Siraman Pusaka Kagungan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Manis Kraton Yogyakarta.
· 19 Januari 2008 SURAN. Upacara dalam rangka permohonan keselamatan yang dilakukan masyarakat Jawa pada tanggal 10 Suro .
· 24 Januari 2008Pukul 07.00 WIB, LABUHAN HONDODENTO. Upacara adat yang dilaksanakan tanggal 15 Suro oleh Trah (Keluarga) Hondodento di Pantai Parangkusumo untuk memohon keselamatan.

Sabtu, Mei 26, 2007

Hebat, Indonesia Urutan ke-3!!

Indonesia berada di urutan ketiga dalam urusan pornografi setelah Russia dan Swedia. Fakta itu terungkap dalam deklarasi Komite Indonesia Indonesia untuk Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi (KPIP3) di Jogja kemarin. "Itu terjadi karena mudahnya menjangkau media pornografi," papar Dra Hj Numi Akhma dari Dewan Pengarah KPIP3 Jakarta.

Sebuah studi dilakukan Puska Komunikasi FISIP UII pada 2005 di tiga kota, yaitu Palembang, Manado, dan Sumenep. Hasilnya, ketersediaan dan kemudahan menjangkau produk media pornografi merupakan faktor stimulan utama bagi remaja untuk mengonsumsi pornografi.

Perkembangkan teknologi internet adalah satu motivasi penyebab meningkatnya jumlah itu. Dari data yang dihimpun KPIP3 terungkap, pada 1997, terdapat 22.100 situs porno di internet. Tiga tahun kemudian meningkat sepuluh kali.

Pornografi dan pornoaksi di tingkat lokal Jogja tidak kalah marak. Guru gesar Fakultas Psikologi UGM Prof Kuntjoro PhD mengungkapkan banyaknya sex shop di kota budaya dan pendidikan itu.

Menurut dia, lebih dari 25 sex shop di Jogja. "Sebanyak 25 ini hanya di Jogja, belum lagi Sleman dan daerah lain. Tapi, tidak ada yang ngatur," ungkapnya. Dia menyatakan, sex shop turut membantu menurunkan tingkat pelacuran. Dibandingkan dengan prostitusi, dari segi finansial, sex shop lebih murah.

Senin, April 18, 2005

Yogyakarta, Jogja, Jogjakarta, Djokja

Banyak orang menyebut Yogyakarta dengan nama berbeda-beda. Orang-orang tua menyebut Ngayogyakarta, orang-orang Jawa Timur dan Jawa Tengah menyebut Yogja atau Yojo. Disebut Jogja dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Belakangan muncul sebutan baru, yaitu Djokdja. Sekilas memang membingungkan, namun menunjuk pada daerah yang sama. Lalu, bagaimana bisa kisahnya sampai nama kota ini bisa begitu bervariasi?
Paling tidak, ada 3 perkembangan yang bisa diuraikan. Nama Ngayogyakarta dipastikan muncul tahun 1755, ketika Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I mendirikan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton yang berdiri di Alas Bering itu merupakan wujud Perjanjian Giyanti yang dilakukan dengan Pakubuwono III dari Surakarta.

Tak jelas kapan mulai muncul penamaan Yogyakarta, apakah muncul karena pemenggalan dari nama Ngayogyakarta atau sebab lain. Namun, nama Yogyakarta secara resmi telah dipakai sejak awal kemerdekaan Indonesia. Ketika menjadi ibukota Indonesia pada tahun 1949, kota yang juga bergelar kota pelajar ini sudah disebut Yogyakarta. Sri sultan Hamengku Buwono IX juga menggunakan nama Yogyakarta ketika mengumumkan bahwa kerajaan ini merupakan bagian dari Republik Indonesia.

Berbagai penamaan muncul kemudian, seperti Yogja, Jogja, Jogya dan Yogya. Bisa dikatakan bahwa variasi nama itu muncul akibat pelafalan yang berbeda-beda antar orang dari berbagai daerah di Indonesia. Uniknya, hampir semua orang bisa memahami tempat yang ditunjuk meski cara pengucapannya berbeda.

Karena kepentingan bisnis, nama Jogja kemudian menguat dan digunakan dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Slogan tersebut dibuat untuk membangun citra Yogyakarta sebagai kota wisata yang kaya akan pesona alam dan budaya. Alasan dipilih 'Jogja' adalah karena (diasumsikan) lebih mudah dilafalkan oleh banyak orang, termasuk para wisatawan asing. Sempat pula berbagai institusi mengganti Yogyakarta dengan Jogjakarta.

Nama Djokdja juga pernah digunakan pada masa kolonial Belanda. Saat itu terdapat sebuah hotel yang bernama Grand Hotel de Djokdja di ujung utara jalan Malioboro. Kini, hotel itu masih tetap berdiri namun berganti nama menjadi Inna Garuda. Nama 'Djokdja' dipilih untuk memberi kesan kuno dan mengajak para pembaca bernostaligia.

Dengan berbagai lafal dan cara penulisannya, bisa dikatakan Yogyakarta merupakan daerah yang paling banyak memiliki variasi nama. Jakarta hanya memiliki satu (Jayakarta), sementara Bali tidak memilikinya sama sekali. Kota wisata lain di dunia seperti Bangkok, Singapura, Cartagena, Venesia bahkan tak terdengar memiliki nama-nama variasi. Kota-kota metropolitan seperti New York, Los Angeles, dan London juga tidak mempunyai.

Kini anda tak perlu bingung lagi jika kebetulan ada orang yang menuliskan kota Yogyakarta seperti caranya melafalkan. Jika mencari tahu tentang seluk beluk kota ini di internet, nama Yogyakarta merupakan yang paling tepat sebab merupakan nama yang paling umum digunakan dalam bahasa tulisan. Alternatif lainnya, anda bisa menggunakan nama Jogja, nama kedua yang paling sering digunakan.