<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282</id><updated>2011-04-22T06:02:53.331+07:00</updated><category term='Kesehatan'/><category term='Ilmiah'/><category term='Humori-ora'/><category term='Novel'/><category term='Opini'/><category term='Pernyataan Sikap'/><category term='Anak'/><category term='Ke-Jogja-an'/><category term='Karya Teman'/><category term='Pendidikan'/><category term='Kritik Sosial'/><category term='Hikmah'/><category term='Kalender Wisata'/><category term='Tips'/><category term='Motivasi'/><category term='Sorotan'/><category term='Hot Issue'/><category term='Perempuan'/><category term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Kata Sekedar yang Terangkai</title><subtitle type='html'>Kata tak berarti dihadapannya, Tangan dan kaki berganti bicara..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>143</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-5611901528572157986</id><published>2008-11-09T06:53:00.002+07:00</published><updated>2008-11-09T06:59:22.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot Issue'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><title type='text'>9 November : Hari 'Pahlawan'</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berita telah di esksekusinya seorang ‘pahlawan’ baru kubaca jelang subuh di &lt;a href="http://surabaya.detik.com/read/2008/11/09/021009/1033713/475/keluarga-amrozi-dan-muklas-innalillahi-wa-inna-ilaihi-rojiun"&gt;media ini&lt;/a&gt;. Tiba-tiba hatiku bergetar, ketika saya telusuri terus berita-berita yang terkait dengannya. Pertanyaan kecil yang tak ada jawabannya hingga kini masih ada. “Kenapa Amrozi Cs begitu tenang menghadapi eksekusi?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa media memang ramai memperbincangkannya, lengkap dengan investigasi terhadap keluarga, masa lalu dan apapun yang mengait dengannya. Mereka kompak, seperti melapangkan apa yang akan terjadi (baca : kematian), meskipun mereka punya keluarga dan anak yang masih butuh sosok seorang ayah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, keluargapun dengan sabar ‘menanti’ hari itu. Hari dimana seorang diantara mereka ditembak dan akan membuat mereka mati dalam keadaan tersenyum. Hari yang mereka yakini kalau ruh wangi ke-3 orang itu akan naik ke atas langit dengan pengawalan khusus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Amrozi Cs memang penjahat, saya sepakat. Atau mungkin kapasitas keilmuan saya yang belum pada tingkat hakikat, sebagaimana mereka begitu yakin dengan garis-garis kudrat? Sebutan ’penjahat’ banyak orang kepada beliau kita semua tahu, karena diduga melakukan pengeboman di Bali yang menewaskan 200-an orang, 2002 silam. Tapi setelah membaca &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/11/09/032342/1033721/10/iman-samudra-perancang-pengeboman-yang-keranjingan-internet"&gt;Imam Samudra&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/11/09/034237/1033725/10/amrozi-si-penyuplai-bahan-bom-yang-selalu-tersenyum"&gt;Amrozi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/11/09/033546/1033724/10/mukhlas-kolektor-dana-bom-yang-merasa-serba-beruntung"&gt;Mukhlas&lt;/a&gt;, saya berfikir ulang untuk menyebutnya penjahat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dibanding koruptor yang tak pernah mengaku, beliau bertiga adalah ’pahlawan’ yang menyatakan kesalahannya dengan jujur meski pahit menerima kenyataan : mati. Dibanding penjahat berdasi yang selalu tersipu, mereka bertiga adalah ’pahlawan’ yang mengungkap kronologis kejahatannya tanpa rasa malu. Dibanding pejabat yang disuap merasa senang, mereka bertiga adalah ’pahlawan’ yang menghadapi mati dengan riang. Ya, saya anggap mereka pahlawan, karena mereka penjahat yang bertanggungjawab. Selamat jalan ’Pahlawan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Walau raga meregang nyawa&lt;br /&gt;Harta dunia tiada tersisa&lt;br /&gt;Namun jiwa tetaplah satria&lt;br /&gt;Takkan surut satu langkah jua &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;(Untukmu Syuhada, album Kembali, tim nasyid Izzatul Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-5611901528572157986?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/5611901528572157986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=5611901528572157986&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5611901528572157986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5611901528572157986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/11/9-november-hari-pahlawan.html' title='9 November : Hari &apos;Pahlawan&apos;'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6618466832437476834</id><published>2008-11-07T17:48:00.004+07:00</published><updated>2008-11-07T17:53:28.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><title type='text'>Amrozi dan Surat Ancaman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di tengah munculnya wasiat —yang diragukan keasliannya— yang mengastanamakan Amrozi Cs, muncul sebuah surat dari Amrozi tertanggal 21 September 2008. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Surat ini asli tulisan tangan Amrozi. Foto kopi surat Amrozi itu didapatkan detik.com , Selasa (4/11/2008). Surat itu diawali dengan tulisan bismillah dalam huruf Arab dan dilanjutkan dengan hamdalah dan shalawat kepada Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Surat ini ditulis Amrozi pada 21 September 2008 di LP Batu Nusakambangan dengan menggunakan tulisan tangan. Tidak ada ancaman bunuh-membunuh dalam surat Amrozi ini. Berikut isi surat selengkapnya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Assalamualaikum Wr WbAlhamdulillah wassalaatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wasahbihi wa man walah. Amma ba’du: Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih dalam keadaan sehat walafiat, sehat rohani maupun jasmani, lahir maupun batin. Kemudian untuk menanggapi tentang eksekusi, sebetulnya saya tidak pernah berfikir tentang itu. Sebab kalaupun jadi saya diekesekusi - ini urusan mati - sedangkan mati adalah urusan Allah Ta’ala. Bagi saya ini hanyalah resiko jihad. Sebab saya sadar bahwa yang nama jihad itu adalah membunuh ataupun dibunuh. Maka dari itu, seandainya saya jadi dieksekusi, insya Allah saya sahid. Sebab saya yakin yang akan mengeksekusi adalah tentara-tentara Thoghut dan musuh-musuh Allah Taala. Ada pun soal PK, saya akan usahakan bersama-sama tim pengacara saya. Sebab hukum yang dijatuhkan kepada saya tidak sesuai dengan hukum Thoghut sendiri, apalagi dengan hukum Islam.  Sekian…. Lapas NK Batu21/9/2008 Amrozi&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta dalam sebuah acara dialog di tv swasta membenarkan bahwa surat tersebut merupakan surat asli dari Amrozi. “Kalau itu memang benar dari Amrozi,” kata dia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai adanya surat atau wasiat yang mengatasnamakan Amrozi, Imam Samudra, dan Muklas, yang di dalamnya merencanakan pembunuhan terhadap para pejabat, Mahendradatta menegaskan bahwa surat itu palsu. “Tolol kalau mainan preman pasar macam begitu dipercaya,” ujar Mahendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6618466832437476834?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6618466832437476834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6618466832437476834&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6618466832437476834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6618466832437476834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/11/amrozi-dan-surat-ancaman.html' title='Amrozi dan Surat Ancaman'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-4136886063812081758</id><published>2008-11-05T09:58:00.003+07:00</published><updated>2008-11-05T10:04:47.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot Issue'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Suruhan Partai Mana Mas?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adalah benar, jika momentum 'tahun politik' sekarang sangat strategis untuk meningkatkan reputasi, prestise, pamor dan karir politik para pelaku aktif yang didalamnya. Apa-apa aktivitas yang melibatkan banyak orang, dinilai pesanan kelompok politik tertentu. Begini-begitu, selalu ada pertanyaan sama : ”suruhan partai mana mas?”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, sebulan silam, beberapa relawan telematika dalam sebuah halal bihalal merembukkan program sekolah gratis bagi anak jalanan. Gagasan itu sebenernya sudah ada sejak lama, namun baru dapat dikomunikasikan karena agenda kampanye internet sehat yang harus diprioritaskan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya berinisiatif untuk mempublish hasil pertemuan tersebut di beberapa &lt;a href="http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&amp;amp;dn=20081012181645"&gt;media online&lt;/a&gt;, termasuk di &lt;a href="http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/menggagas-sekolah-gratis-yang-permanen.html"&gt;blog ini&lt;/a&gt;. Setelah publikasi itu, bemunculanlah komentar via japri dari beberapa rekan jurnalis. Macem-macem responnya : ada yang dukung, ada yg tanya detail. Komentar yang paling banyak, intinya : “sponsornya partai mana mas?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang pada kenyataannya kian kesini kian banyak kegiatan-kegiatan sosial yang digelar. Program yang kami luncurkan akhirnya harus kami olah kembali sedemikian rupa agar kami bisa membuktikan kalau program tersebut bersih dari ikatan partai manapun dan terencana dengan baik untuk menjadi program permanen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbuat baik dinegara kita, ternyata dianggap aneh dan terkesan ada apa-apanya. Sebaliknya berbuat aneh dianggap sah dan diterima apa adanya. Meskipun tidak bisa digeneralisir, tapi itu kenyataan yang paling sering kita temui. Sepakat?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-4136886063812081758?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/4136886063812081758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=4136886063812081758&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4136886063812081758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4136886063812081758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/11/suruhan-partai-mana-mas.html' title='Suruhan Partai Mana Mas?'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-574492567695665766</id><published>2008-11-02T10:27:00.002+07:00</published><updated>2008-11-02T10:32:16.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernyataan Sikap'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Cinta itu Kupu-kupu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma’afkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihmu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-574492567695665766?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/574492567695665766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=574492567695665766&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/574492567695665766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/574492567695665766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/11/cinta-itu-kupu-kupu.html' title='Cinta itu Kupu-kupu'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-2321585573672224061</id><published>2008-10-30T15:02:00.005+07:00</published><updated>2008-10-31T19:00:02.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernyataan Sikap'/><title type='text'>MTP Sambut Gembira Disahkannya UU Pornografi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQrHAbew5_I/AAAAAAAAACk/ysxC0nu3UXs/s1600-h/MTP.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263237924726564850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 0px 0px; WIDTH: 170px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQrHAbew5_I/AAAAAAAAACk/ysxC0nu3UXs/s320/MTP.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP) menyambut gembira atas disahkannya RUU Pornografi menjadi Undang-Undang Pornografi pada Sidang Paripurna DPR-RI 30 Oktober 2008. Kami memberikan apresiasi yang besar kepada DPR dan Pemerintah yang telah dengan serius meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran sehingga mampu menghasilkan Undang-Undang tentang Pornografi yang jauh lebih akomodatif. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;MTP memantau isi Undang-Undang Pornografi tersebut tidak ada satu pasal pun dalam Undang-Undang Pornografi ini yang mengancam kebhinekaan, apalagi mendiskriminasi adat istiadat atau agama tertentu. Untuk itu, kepada masyarakat, MTP meminta agar mengutamakan kepentingan masa depan bangsa dan tetap jernih serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dihembuskan oleh kelompok tertentu yang dari sejak semula terbukti tidak pernah setuju dengan lahirnya Undang-Undang Pornografi ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara khusus, MTP memberikan apresiasi kepada 8 Fraksi di DPR yaitu Fraksi Golkar, Fraksi PPP, Fraksi Demokrat, Fraksi PAN, Fraksi PKB, Fraksi PKS, Fraksi PBR, dan Fraksi BPD yang telah dengan tegas menyetujui disahkannya RUU Pornografi menjadi Undang-Undang Pornografi sejak Rapat Pansus tanggal 28 Oktober 2008 hingga pada pandangan akhir di Sidang Paripurna. Adapun kepada PDIP dan PDS, kami berharap menjunjung nilai-nilai demokrasi dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara itu, kepada pemerintah MTP mengharapkan segera membuat perangkat teknisnya berupa peraturan pemerintah dan pembentukan gugus tugas agar implementasi dari Undang-Undang Pornografi dapat segera efektif ditegakkan. Selain itu, upaya sosialisasi Undang-Undang Pornografi juga perlu segera dilakukan oleh Pemerintah kepada seluruh masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman atau disinformasi dalam masyarakat. Dan kepada para penegak hukum diharapkan dapat menegakkan Undang-Undang Pornografi ini tanpa pandang bulu. Kepada Perorangan, kelompok dan perusahaan yang terlibat dalam industri pornografi baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk segera menghentikan aktivitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masalah pornografi selama ini sangat meresahkan, karena tersebar luas dan bebas, melalui berbagai media komunikasi, mudah mengaksesnya, dan tidak jelas sanksi hukumnya. Korban akibat maraknya pornografi semakin hari semakin muda usianya. Besarnya uang negara dan masyarakat akibat dibelanjakan untuk pornografi, telah menjadi pemborosan yang sia-sia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk itu, hadirnya Undang-Undang Pornografi merupakan bentuk pernyataan tegas bangsa Indonesia bahwa pornografi merupakan sebuah masalah sosial bukan sekadar masalah moral, menjamin kepastian hukum, memberikan sanksi yang bisa menimbulkan efek Jera, perlindungan terhadap warga negara terutama anak-anak. Dengan lahirnya Undang-Undang Pornografi, MTP berharap Indonesia memasuki babak baru ke arah yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disarikan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://warnaislam.com/berita/negeri/2008/10/31/32766/Sambut_UU_Pornografi_Babak_Baru_Indonesia_Lebih_Baik.htm"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dari sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-2321585573672224061?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/2321585573672224061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=2321585573672224061&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2321585573672224061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2321585573672224061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/mtp-dan-uu-pornografi.html' title='MTP Sambut Gembira Disahkannya UU Pornografi'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQrHAbew5_I/AAAAAAAAACk/ysxC0nu3UXs/s72-c/MTP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3872178443385357688</id><published>2008-10-28T13:39:00.001+07:00</published><updated>2008-10-31T13:53:36.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Teman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Mainan Baru untuk Anak Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waspadalah pada mainan anak-anak! Mungkin kalimat ini yang pantas untuk disampaikan kepada orang tua. Kemarin (27 Oktober 2008), stasiun TV swasta Trans 7 memberitakan bahwa ada mainan anak-anak yang berbahaya bagi mereka. Pasalnya mainan anak-anak tersebut berasal dari limbah rumah sakit. Diantaranya botol infus yang telah dipakai, selang infus, kantong darah, pipet suntikan dan lain sebagainya. Yang namanya bekas terpakai, pastilah dihinggapi oleh berbagai macam penyakit atau kuman. Dalam wawancara yang ditayangkan TV 7 pada saat itu, seorang dokter menjelaskan bahwa limbah rumah sakit itu dihinggapi oleh ratusan kuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagaimana jadinya, bila salah satu limbah rumah sakit itu dijadikan mainan? Salah satunya adalah pipet suntikan. Pipet suntikan ini dijadikan mainan anak-anak sejenis pistol air. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal ini dapat ditemukan di salah satu rumah sakit di Cirebon, begitu yang dilaporkan stasiun TV swasta itu. Limbah rumah sakit seperti botol infus, selang infus, kantong darah dan pipet suntikan dibuang pihak rumah sakit bercampur dengan sampah-sampah pada lazimnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian limbah-limbah rumah sakit itu dipungut oleh para pemulung dan disetor kepada bos pemulung. Limbah-limbah rumah sakit itu banyak dicari oleh para penjual mainan anak-anak. Pada umumnya para penjual mainan anak memburu pipet suntikan. Sesampai di rumahnya, mereka mencuci pipet suntikan itu dengan air sabun, dibilas dengan air bersih dan selanjutnya dibungkus dengan kantung plastik serta siap dijual kepada anak-anak. Sasaran pistol air ini adalah anak-anak TK dan SD. Dengan lugunya, anak-anak itu bermain pistol-pistolan air yang terbuat dari pipet suntikan tanpa rasa khawatir sedikitpun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Limbah-limbah rumah sakit –seperti pipet suntikan itu- seharusnya dilenyapkan/dibakar dan diperlakukan beda dengan sampah-sampah biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Arya Nur Amarsyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3872178443385357688?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3872178443385357688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3872178443385357688&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3872178443385357688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3872178443385357688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/mainan-baru-untuk-anak-kita.html' title='Mainan Baru untuk Anak Kita'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3468267768912700495</id><published>2008-10-27T20:50:00.002+07:00</published><updated>2008-10-28T21:13:07.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ke-Jogja-an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><title type='text'>Dari Pemuda Yogya, Untuk Bangsa</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sebanyak 70 pelajar/mahasiswa dari IKPM yang ada di Kota Yogyakarta dan 30 orang pemuda dari Karang Taruna se Kota Yk mengikuti Kemah Bhakti Pemuda Nusantara Tahun 2008 di Aero Agro Wisata Lanud Adisucipto mulai 27 hingga 31 Oktober 2000. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Kesbangpor Kota Yk bekerjasama dengan Kost Crisis Center (KCC) dan Karang Taruna Kota Yk. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dalam laporan penyelenggaraannya Plt. Kepala Kantor Kesbangpor Kota Yogyakarta H. Muh. Arifin, SH menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin komunikasi positif antar pelajar /mahasiswa dengan para pemuda Kota Yk sehingga terbangun kebersamaan, persatuan dan kesatuan melalui pemahaman antar etnis budaya. Selama mengikuti kemah, peserta mengikuti berbagai kegiatan antara lain melakukan kerja bakti di tepi sungai Winongo di wilayah Kecamatan Wirobrajan dan Mantrijeron serta melakukan penanaman pohon buah-buahan, diskusi dengan narasumber Walikota Yogyakarta, Ketua DPRD Kota Yk, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yk, Komandan Kodim 0734 Pamungkas, Poltabes Kota Yk serta Ketua BNK Kota Yk. Selain itu, kegiatan kemah juga diisi dengan malam keakraban dan renungan serta kegiatan out bond yang dibimbing oleh Tim Out Bond STPMD “APMD”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dalam sambutannya Wakil Walikota Yogyakarta sangat mengharapkan agar melalui pelaksanaan Kemah Bhakti Pemuda ini perbedaan yang ada seperti asal usul, suku, budaya maupun agama hendaknya tidak menjadi batasan bagi para pemuda untuk senantiasa bersatu dan berkarya nyata bagi bangsa khususnya bagi Kota Yogyakarta dengan menjaga lingkungan agar senantiasa tetap nyaman untuk dihuni, menarik untuk dikunjungi dan dan mendatangkan semangat untuk belajar. Dengan demikian keanekaragaman dan kemajemukan tidak menjadi pemecah belah, namun justru memperkaya khazanah budaya dan menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Lebih lanjut disampaikan, modal utama pemuda adalah semangat yang harus dikonkritkan untuk tujuan-tujuan strategis dan jangka panjang karena dinamika pemuda sangat panjang. Peran dan posisi pemuda, sangat ditentukan oleh pemuda itu sendiri dengan sebuah karya nyata. Untuk itu, Wakil Walikota Yogyakarta meminta seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan Kemah Bhakti Pemuda Nusantara ini guna membangun kepribadian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dipublikasikan &lt;a href="http://jogja.go.id/index/extra.detail/2256/membangun-kebersamaan-dengan-kemah-bhakti-pemuda-tahun-2008.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3468267768912700495?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3468267768912700495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3468267768912700495&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3468267768912700495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3468267768912700495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/dari-pemuda-yogya-untuk-bangsa.html' title='Dari Pemuda Yogya, Untuk Bangsa'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-1254753885215597892</id><published>2008-10-21T15:12:00.001+07:00</published><updated>2008-10-21T23:19:31.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><title type='text'>Pendukung RUU Kembali Unjuk Gigi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SP3_y9rpf1I/AAAAAAAAAA8/92Xjm_NT4Wc/s1600-h/IMG_0219.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259641190854786898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 232px; CURSOR: hand; HEIGHT: 196px" height="240" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SP3_y9rpf1I/AAAAAAAAAA8/92Xjm_NT4Wc/s320/IMG_0219.jpg" width="232" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Aksi mendukung disahkannya RUU APP kembali digelar. Kali ini ratusan massa mengatasnamakan Aliansi Peduli dan Penyelamat Bangsa (APPB) menyerbu gedung DPR/MPR RI. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Massa yang merupakan kumpulan elemen dari Forum Kartini, KAKAS (Komite Aksi Kasih Sayang), BEM SITU-STDI Al-Hikmah, KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), KAPMI (Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia), serta beberapa elemen lain yang didominasi oleh kaum hawa, menuntut segera disahkannya UU Pornografi yang hingga kini masih dalam bentuk rancangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam Press Release-nya, Koordinator APPB, Hj. Yurnalis mengatakan bahwa UU Pornografi merupakan kebutuhan mutlak karena racun pornografi sudah begitu mewabah di kalangan generasi muda Indonesia. Beliau juga mengungkap temuan data Yayasan Kita dan Buah Hati tentang akses materi pornografi telah menjangkit 50% anak usia 9 hingga 12 tahun di kawasan Jabodetabek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain orasi dan pernyataan sikap dari berbagai elemen perwakilan, aksi santun ini juga diisi dengan happening art berupa yel-yel dan teaterikal bertemakan sikap yang mereka usung. Massa akan kembali turun ke jalan hingga RUU disahkan menjadi UU. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dipublikasikan &lt;a href="http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&amp;amp;dn=20081021170759"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-1254753885215597892?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/1254753885215597892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=1254753885215597892&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1254753885215597892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1254753885215597892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/pendukung-ruu-kembali-unjuk-gigi.html' title='Pendukung RUU Kembali Unjuk Gigi'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SP3_y9rpf1I/AAAAAAAAAA8/92Xjm_NT4Wc/s72-c/IMG_0219.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-870077221046523066</id><published>2008-10-19T07:18:00.001+07:00</published><updated>2008-10-22T08:26:15.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernyataan Sikap'/><title type='text'>Mendukung Disahkan RUU</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kami dari aliansi peduli dan penyelamat bangsa yang terdiri dari beberapa elemen berharap dengan sangat agar RUU Pornografi segera disahkan, karena dengan disahkanya RUU Pornografi :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Akan mencegah berkembangnya Pornografi dan Komersialisasi seks di tengah masyarakat;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat terutama anak-anak dan perempuan akan mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan dari bahaya pornografi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tatanan kehidupan masyarakat yang beretika dan berkepribadian luhur akan terpelihara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harkat dan martabatkemanusiaan djunjung tinggi di tengah masyarakat;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moral dan akhlak masyarakat dapat terbina dan terdidik dengan baik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Aliansi Peduli dan Penyelamat Bangsa - Jln. Bangka VIII No. 36 Jakarta Selatan&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-870077221046523066?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/870077221046523066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=870077221046523066&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/870077221046523066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/870077221046523066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/mendukung-disahkan-ruu.html' title='Mendukung Disahkan RUU'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-420352056063365422</id><published>2008-10-16T08:11:00.006+07:00</published><updated>2008-10-22T10:20:10.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Terima Kasih Kesalahan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Membaca judul di atas, dapat diperkirakan akan membuat kening anda berkerut selaras diikuti dengan pertanyaan, “Apa maksudnya penulis membuat judul demikian? Ya, judul di atas memang demikian. Tidak salah. Banyak peristiwa yang terjadi pada diri kita berasal dari kesalahan namun bisa membuat kita bahagia pada akhirnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Artinya, kesalahan bisa berubah menjadi kunci untuk meraih kesuksesan dan keberhasilan. Contohnya yang paling ramah dalam kehidupan kita, yaitu saat pertama kali belajar jalan. Nyaris tidak ada seorang pun manusia saat pertama kali berjalan tidak terjatuh dan tidak melakukan kesalahan. Karena kesalahan tersebut membuat ia terus berusaha untuk tidak salah, dan akhirnya dapat berjalan dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Tapi, acapkali paradigma kita mengklaim bahwa salah selalu berkonotasi negatif dan layak mendapatkan hukuman. Alasannya, hanya karena kita selalu menilai secara langsung terhadap hasil yang dicapai dan berpegang pada sifat manusia yang ingin sempurna. Padahal, sejarah membuktikan bahwa manusia ada di bumi ini juga disebabkan kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Benar, kisah nabi Adam dan buah khuldi adalah sejarahnya. Hanya gara-gara terbujuk rayun iblis untuk memakan buah khuldi, membuat Nabi Adam dan Siti Hawa terusir dari surga. Ini kesalahan, bukan? Tapi, kesalahan inilah yang menyebabkan nabi Adam berusaha memohon ampunan Allah. Skenario Allah pun menunjukkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Adam as. berhasil meraih “kesuksesan” ampunan Allah setelah melakukan kesalahan dan terus bertobat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Jadi, tidak benar bahwa salah itu selalu berkonatasi negatif dan seakan-akan tidak dapat berubah. Bukankah memang kodrat manusia menjadi tempat salah dan lupa (mahalul khata’ wa nisyan)?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Memahami Defenisi Salah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Andaikan belum bisa merubah paradigma bahwa salah tidak statis berkonotasi negatif. Alangkah baiknya jika segera memahami defenisi salah. Menurut Daryanto S.S, salah adalah lawan dari benar (1997). Jadi, salah bukan berarti tidak dapat berubah menjadi benar. Salah bisa berubah menjadi benar, jika terus berusaha merubahnya diiringi dengan mangasah kemampuan untuk bisa menjadi benar.Andaikan salah tetap dinilai dengan konotasi negatif dan tidak dapat ‘disulap’ menjadi benar, akan lahir sifat hipokrit dimuka bumi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Yaitu, sifat bermuka dua: sering melakukan kesalahan sembunyi-sembunyi dan tidak mau mengakuinya di depan publik. Inikan sangat berbahaya, bukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sekali lagi, kesalahan dapat ‘disulap’ menjadi kesuksesan atau keberhasilan. Bahkan begitu banyak bukti sejarah menjelaskannya. Misalnya saja kesalahan Gutenberg, penemu mesin cetak. Andaikan Gutenberg tidak melakukan kesalahan saat itu, mungkin saat ini kita akan cukup kelelahan jika ingin membuat selebaran atau mencetak buku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pada mulanya, orang-orang mencetak lembaran tulisan dengan diukir pada sebuah papan kayu. Yaitu, huruf-huruf diukir dengan terbalik, lalu diolesi tinta. Setelah tinta rata pada permukaannya, papan itu ditekankan pada lembaran-lembaran kertas. Suatu ketika, Gutenberg mengukir sebuah balok kayu dengan serius. Ia hanya perlu mengukirkan beberapa huruf lagi sebelum menyelesaikan ukiran untuk satu halaman. Ternyata, ada satu huruf yang salah. Ghalibnya, kesalahan satu huruf mengharuskan untuk mengulang ukiran dari awal pada sebuah kayu yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Tapi, Gutenberg mencoba berpikir untuk mencari jalan lain yang mungkin lebih ringan. Ia mencoba mencungkil huruf yang salah dan menggantikannya dengan huruf yang benar, yang ia buat pada sebuah keping kayu kecil. Gara-gara keping kayu kecil itu ia akhirnya mempunyai ide untuk membuat lembaran tulisan tidak perlu lagi mengukir tulisan pada balok kayu baru, tapi ia tinggal menggabungkan keping-keping huruf dan mencopotnya kembali ketika selesai mencetak. Dengan kemajuan jaman, akhirnya berubah dari keping kayu menjadi keping logam, hingga akhirnya tercipta mesin linotype.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Langkah “Menyulap” KesalahanLantas, langkah apa saja yang harus dilakukan setelah kita melakukan kesalahan? Hanya tiga langkah yang segara kita lakukan agar dapat menulap kesalahan dan segera mendapatkan kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pertama, Akui kesalahan. Mengakui kesalahan merupakan bukti bahwa ada potensi untuk tidak melakukan lagi. Potensi ini cukup prima untuk mengarahkan diri menjadi manusia sukses. Lihat Thomas Alfa Edison, 1.500 kali ia melakukan kesalahan hingga akhirnya menemukan bola lampu. Dengan berkali-kali salah, ia memiliki potensi untuk tidak salah ditempat yang sama dan selalu menjadikan tempat kesalahan itu sebagai jembatan untuk menemukan bahan yang pas untuk menghasilkan sebuah lampu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Kedua, maafkan kesalahan. Artinya, jika kesalahan terjadi, segara memaafkan. Tidak perlu menjadi rakyat Jepang, saat salah langsung menghukum diri dengan menghilangkan nyawa. Allah saja Maha Pemaaf, kenapa kita tidak? Perhatikan kembali bagaimana Nabi Adam As diberi kemaafan oleh Allah akibat kesalahannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Setelah itu, tidak sedikit pun Nabi Adam melakukan kesalahan. Karena Ia tahu bahwa kesalahan yang lalu telah membuat dirinya tersiksa. Dan setelah mendapatkan ‘kesuksesan’ maaf ia tidak menyalahkan dirinya terus menerus tapi semangat untuk terus menjaga dirinya untuk tidak salah lagi. Dengan kata lain, nabi Adam as. juga memaafkan dirinya sendiri.Ketiga, install ulang diri kita. Meminjam istilah Rheinal Kasali dalam bukunya yang berjudul ”Change”, “Sejauh apapun kamu melangkah, berbaliklah!”. Menarik, bukan! Hidup ini bukan seperti main catur. Setelah melangkah tidak boleh mengulanginya lagi. Dalam hidup ini cukup banyak fasilitas yang bisa membuat hidup dapat bahagia dan sukses. Cari dan install diri untuk mendapatkan fasilitas itu.Masih segar dalam ingatan kita petinju yang bernama Muhammad Ali. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sebelum Islam, ia terkenal sebagai orang yang arogan. Setiap kali dapat menumbangkan lawannya, ia selalu berteriak, “Akulah yang Agung!” Ia selalu menjelma menjadi manusia angkuh. Setelah masuk Islam, ia berubah 180 derejat. Ia segera menginstall dirinya dengan ‘program-program’ yang ada dalam Islam. Ia rubah sikap arogannya menjadi sikap rendah hati. Ia selalu abdikan dirinya untuk kesejahteraan manusia. Ia sumbangkan kekayaannya untuk membantu orang-orang yang menderita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Karena itu, ayo kembali semangat hidup. Jangan terus menyesali kesalahan yang terjadi dan jangan nilai salah dengan paradigma yang semu. Salah bisa ‘disulap’ menjadi kesuksesan. Kesalahan bukan ditempat yang sama bukanlah kegagalan, tapi hanya langkah untuk meraih ‘bahan’ kesuksesan. Don’t judge the book from its cover.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dipublikasikan &lt;a href="http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=19&amp;amp;dn=20081016012405"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-420352056063365422?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/420352056063365422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=420352056063365422&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/420352056063365422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/420352056063365422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/terima-kasih-kesalahan.html' title='Terima Kasih Kesalahan'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3765955010948901022</id><published>2008-10-12T07:32:00.007+07:00</published><updated>2008-10-22T10:42:03.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Menggagas Sekolah Gratis yang Permanen</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pendidikan ialah hak semua orang, tanpa terkecuali. Setiap negara yang berkomitmen untuk berkembang dan maju menjamin kontingen masyarakat untuk mengenyam pendidikan, dalam bentuk apapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yayasan Dunia Merdeka (YDM) Jakarta bersinergi dengan Komunitas Muda Muslim Telematika (KMMT), Komunitas Muda Telematika Indonesia (KOMTI) dan Pusat Inkubasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Gerakan Pramuka (PINTAR) berencana membangun sebuah sekolah gratis untuk rakyat tak mampu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Program ini merupakan pilot project untuk jaringan yang ada. Ke depan, sekolah ini akan digelar di berbagai daerah yang terjaring dalam PINTAR dan KMMT, agar lebih permanen," ungkap Ahmad Hadi Hardilani, penggagas program ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Program sekolah gratis rakyat ini hanya diadakan hari Sabtu dan Minggu, diutamakan untuk anak kurang mampu, termasuk tunawisma, berusia 7 hingga 12 tahun, terlebih utama bagi mereka yang tinggal di sekitar jalur kereta api Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Pengambilan prioritas untuk anak-anak jalur kereta ini untuk lebih ekonomis, karena kita akan adakan ini di lingkungan masjid Istiqlal," tambah Hadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mata pelajaran yang diselenggarakan pada program sekolah gratis ini ialah materi Agama (al-Qur'an, akidah dan akhlaq), membaca, menulis, menghitung dan lifeskill (organisasi, komputer dasar, wirausaha dan outbond).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Diajarkannya ilmu dagang wirausaha, kepada peserta agar peserta siap terjun dengan usaha yang halal dan kreatif," saran Thamrin, salah satu kader KMMT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hingga kini, sekolah gratis masih dalam rangka pengembangan konsep, promosi dan rekrutmen tenaga pengajar dan baru akan dimulai Desember 2008. "Ya, kami membuka luas bagi pihak manapun yang concern dengan dunia pendidikan untuk mendukung program ini". Informasi selanjutnya dapat menghubungi : e-center YDM Istiqlal. Masjid Istiqlal Lt Dasar Ruang 84-86, Telp. 021-3511160, 32224402 Fax. 021-3503474.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dipublikasikan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&amp;amp;dn=20081012181645"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3765955010948901022?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3765955010948901022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3765955010948901022&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3765955010948901022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3765955010948901022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/menggagas-sekolah-gratis-yang-permanen.html' title='Menggagas Sekolah Gratis yang Permanen'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-2911326422676806005</id><published>2008-09-30T22:38:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T22:39:55.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Agar Kita Mulia?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ramadhan bulan mulia, bulan pilihan. Kita semua tahu itu. Ramadhan bulan dibukakan selebar-lebarnya pintu surga, dan sebaliknya, ditutup serapat-rapatnya pintu neraka. Di bulan ini, kebaikan dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah juga menebarkan kesempatan bagi siapapun untuk meraih malam termulia, yang setara dengan ibadah selama 84 tahun, ialah Lailatul Qadr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebegitu istimewanya Ramadhan, hingga di masjid perkotaan hingga pelosok menggelar aneka ragam acara. Tergiur dengan apa yang dikatakan Rasulullah SAW : “Siapa yang menyambut kedatangan bulan Ramadhan, diharamkannyalah ia disentuh api neraka”, menyebabkan banyak diantara kita terjebak dengan inti “penyambutan”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan berduyun-duyun, di akhir sya’ban, kita kebanyakan menyempatkan diri untuk meminta maaf dan memberikan maaf. Yang kita tahu, tujuan kita melakukan itu agar di saat Ramadhan datang, kita benar-benar terbebas dari kesalahan interpersonal atau dosa-dosa hablumminannaas. Dengan begitu, kita sudah dianggap bersih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam mitos jawa kuno, pula berbondong-bondong masyarakat melakukan padusan, mandi bersama untuk melebur dosa, katanya. Juga menyiapkan kue apem untuk dibagi-bagikan ketetangga dan sanak saudara, untuk kemuliaan dan keberkahan Ramadhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap masjid ditata rapi. Bahkan masjid yang berukuran agak kecil memasang tenda, khusus bulan Ramadhan. Rapat-rapat pengurus masjid hingga remaja masjid silih berganti, untuk mensukseskan acara Ramadhan. Lemari masjid yang berisi al-Qur’an dibersihkan dari debu-debu yang menempel di cover Qur’an. Dan dipampanglah spanduk “Isilah siang dan malam Ramadhan kita dengan ibadah, siapa tahu Ramadhan ini kesempatan terakhir bagi kita”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Spanduk itu cukup menohok kita. Dan tidak ada argument untuk melawan isi spanduk, karena kita memang benar-benar tak pernah tahu kapan mangkat dari dunia menuju alam kubur. Tapi spanduk tetaplah spanduk. Si pembuat spanduk pun belum tentu tersinggung dengan isinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam pertama Ramadhan, sesak. Suara “aammiin” dari jama’ah menggema. Yang tidak pernah kita lihat aktif ke masjid selama ini, di malam itu ada. Dan ternyata beliau tetangga kita juga. Pulang tarawih banyak yang bingung mencari sandalnya sendiri. Ada yang tertukar, pindah tempat, bahkan hilang, karena halaman masjid tak mampu memuat sandal jama’ah yang sebegitu banyak. Kotak infaq terisi tak biasanya. Pengurus masjid setelah itu berharap “kalau begini terus, masjid kita bisa beli karpet bagus sekaligus AC”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suara tadarus al-Qur’an dari corong pengeras suara yang terpasang di menara masjid mengisi indra dengar kita sepanjang malam Ramadhan. Dan stasiun TV-pun berlomba-lomba menarik mata warga dengan mata acara religius.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dipelbagai tempat dan paguyuban, social, politik, ataukah organisasi dadakan, digelar acara buka bersama. Bagi yang punya tokoh tertentu, disertai santunan amplop beserta isinya. Tak tanggung-tanggung seorang pengusaha-pun mengundang ribuan orang untuk menerima jatah Rp. 30.000 dan bingkisan lebaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari kian berganti. Malam Ramadhan kian kemari kian sepi. Ditempat wudhu jarang terlihat antri. Tarawih tak sepenuh kemarin, makin ada kemajuan shaf. Tercetuslah apologi seragam “Tarawih kan sunnah, nanti juga bisa dirumah, sekalian menunggu waktu sahur. Lagian kan lebih khusyu’ kalau sendiri”. Dan celakanya, si pembuat pernyataan selalu kesiangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disepuluh malam terakhir. Di mall dan pasar-lah motor kita parkir. Kita pilah baju untuk shalat ‘id, baju taqwa yang paling ngetrend saat ini, yang banyak dipakai ustadz di TV, atau jilbab yang makin modis, yang agak lebar tapi tak ketinggalan jaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;I’tikaf dimasjid hanya terjadi dimalam hari, itupun akhirnya bincang-bincang masalah pribadi sampai pagi. Meskipun kantor sudah libur saat itu, tetap saja siangnya pulang, karena selama di masjid tak tidur. Saat Ramadhan makin mendekati detik akhir, inbox HP kita dikirimi sms “Hidup itu cuma sbentar. Sbentar happy, sbentar sedih. Sbentar marah, sbentar ketawa. Sbentar berantem, sbentar damai.  Oiya, sbentar lagi lebaran, siap-siap sambut hari kemenangan ya!”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ah, kemenangan, jauh sekali rasanya kita meraih predikat itu saat Ramadhan usai.  Tiap bulan mulia itu datang, target-target meleset. Target full tarawih berjama’ah. Target full qiyamullail sebelum sahur. Target khatam 10 hari sekali. Target hafal 5 ayat pilihan sehari. Target full I’tikaf. Dan target lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan kita dari tahun ke tahun sama saja. Tarhib Ramadhan, Tarawih, buka bersama, tilawah, sadaqah, I’tikaf. Semua kita jalani dengan cita rasa yang sama seperti bulan lain, tidak ada sesuatu apapun yang membekas dari Ramadhan. (Seakan-akan) kita sudah menganggap Ramadhan itu satu bulan yang ada di satu tahun, yang didalamnya banyak kemuliaan. Dan kita terpaku dengan status mulia itu tanpa berfikir bagaimana cara agar mempertahankan kemuliaan setelah Ramadhan berpulang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Ramadhan, maafkan aku tak menjamu dengan baik pada tahun ini. Aku selalu harap, tahun depan kita bertemu lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-2911326422676806005?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/2911326422676806005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=2911326422676806005&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2911326422676806005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2911326422676806005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/09/agar-kita-mulia.html' title='Agar Kita Mulia?'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6786325887778059885</id><published>2008-09-19T23:40:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T10:17:04.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot Issue'/><title type='text'>Hunting Info Jadi PNS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bulan Oktober hingga November tahun ini, beberapa lembaga konsultan SDM dipenuhi pemburu lowongan PNS. Standar saja, mereka ingin tahu posisi mana saja yang kira-kira bisa mereka masuki. Animo mereka begitu luas, hingga ada-ada saja cara mereka mendapatkan posisi yang memang lowong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peluang Departemen :&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.dprin.go.id/"&gt;Departemen Perindustrian&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ropeg-depkes.or.id/"&gt;Departemen Kesehatan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.depag.go.id/"&gt;Departemen Agama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kimpraswil.go.id/"&gt;Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dephut.go.id/"&gt;Departemen Kehutanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.depdag.go.id/"&gt;Departemen Perdagangan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dephub.go.id/"&gt;Departemen Perhubungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.migas.go.id/"&gt;Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.deptan.go.id/"&gt;Departemen Pertania&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dkp.go.id/"&gt;Departemen Kelautan dan Perikanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.depkominfo.go.id/"&gt;Departemen Komunikasi dan Informasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ristek.go.id/"&gt;Departemen Riset dan Teknologi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.setneg.ri.go.id/"&gt;Departemen Sekretariat Negara&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peluang Lembaga Pemerintahan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bps.go.id/"&gt;Badan Pusat Statistik&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bapeten.go.id/"&gt;Badan Pengawas Tenaga Nuklir&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bsn.go.id/"&gt;Badan Standarisasi Nasional&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bappenas.go.id/"&gt;Badan Perencanaan Pembangunan Nasional&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bmg.go.id/"&gt;Badan Metreologi dan Geofisika&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bkn.go.id/"&gt;Badan Kepegawaian Negara&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://202.155.86.44/news.php?id=93"&gt;Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://202.46.3.51/bsdm/PENGUMUMAN.htm"&gt;Badan Tenaga Nuklir Nasional&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bpn.go.id/"&gt;Badan Pertanahan Nasional&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bkkbn.go.id/"&gt;Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.lapan.go.id/"&gt;Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.pnri.go.id/"&gt;Perpustakaan Nasional&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.polri.go.id/"&gt;POLRI - Sipil&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peluang Bidang Pendidikan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.unpad.ac.id/"&gt;Universitas Pajajaran Bandung&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.unsoed.ac.id/"&gt;Universitas Jendral Sudirman Purwokerto&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.ipb.ac.id/"&gt;Institut Pertanian Bogor&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peluang Pemerintahan Daerah&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.beritajakarta.com/"&gt;Pemda DKI Jakarta&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.pemda-diy.go.id/"&gt;Pemda DI Yogyakarta&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.pemda-diy.go.id/"&gt;Pemkot Yogyakarta&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://tmp.sleman.go.id/"&gt;Pemkab Sleman - DI Yogyakarta&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bantul.go.id/"&gt;Pemkab Bantul - DI Yogyakarta&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.pemda-diy.go.id/"&gt;Pemkab Gunung Kidul - DI Yogyakarta&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.kulonprogo.go.id/"&gt;Pemkab Kulon Progo - DI Yogyakarta&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.kebumen.go.id/"&gt;Pemkab Kebumen - Jawa Tengah&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.wonosobo.go.id/"&gt;Pemkab Wonosobo - Jawa Tengah&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.boyolali.go.id/"&gt;Pemkab Boyolali - Jawa Tengah&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.garut.go.id/"&gt;Pemkab Garut - Jawa Barat&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.jawatengah.go.id/"&gt;Pemprov Jawa Tengah&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://kaltim.go.id/"&gt;Pemprov Kalimantan Timur&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.sumbawa.go.id/"&gt;Pemprov Nusa Tenggara Timur&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6786325887778059885?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6786325887778059885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6786325887778059885&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6786325887778059885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6786325887778059885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/hunting-info-jadi-pns.html' title='Hunting Info Jadi PNS'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-2358672097756062531</id><published>2008-09-09T23:50:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T23:54:27.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Dialog Jam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?"&lt;br /&gt;"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?"&lt;br /&gt;"86.400 kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?"&lt;br /&gt;"Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali? "Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu dengan kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"&lt;br /&gt;"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang terasa begitu berat. Namun sebenarnya jika kita sudah menjalankannya, ternyata kita mampu, bahkan sesuatu yang mungkin semula kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "tidak" sebelum kita pernah mencobanya. [pada hal-hal tertentu]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-2358672097756062531?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/2358672097756062531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=2358672097756062531&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2358672097756062531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2358672097756062531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/09/dialog-jam.html' title='Dialog Jam'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3834241627330732082</id><published>2008-08-28T15:48:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T15:50:19.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Jogging Membuat Cerdas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Ingin lebih cerdas? Sering-seringlah mengasah otak dan jogging. Belum lama ini para ahli saraf di University of Ulm, Jerman melakukan penelitian terhadap para pecandu jogging yang menyelesaikan sesi jogging dua kali 30 menit selama sepekan. Ternyata diketahui bahwa sewaktu kaki menjejak ke tanah atau jalan aspal, konsentrasi dan memori visual meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikannya, para peneliti memisah kelompok jogger menjadi dua. Kelompok satu diminta melanjutkan olahraga. Kelompok dua diminta istirahat. Ternyata akurasi respon kelompok dua terhadap tugas-tugas tes visual menurun dibanding kelompok satu yang terus jogging.Meski belum jelas mengapa para jogger lebih cerdas, psikolog Sanna Stroth mengatakan, kuncinya ada di wilayah hippocampus otak yang bertanggungjawab atas sejumlah fungsi memori. Aktivitas diyakini meningkatkan produksi sel hippocampus baru dan sekaligus melindungi yang sudah ada. Itulah mengapa jogging sangat berguna bagi ingatan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3834241627330732082?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3834241627330732082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3834241627330732082&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3834241627330732082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3834241627330732082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/08/jogging-membuat-cerdas.html' title='Jogging Membuat Cerdas'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-4217019107476876689</id><published>2008-08-22T08:44:00.000+07:00</published><updated>2008-10-31T16:08:40.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pornografi, Demo, Digital dan Pamor (Por De DiPa)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Mas, ada aksi mendukung pengesahan RUU APP. Start dr TVRI jam 7.30, jalan ke DPR. Rencananya massif, 1000 orang”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu sms (yang telah diedit) dari nomer tanpa nama, tapi aku cukup percaya bahwa informasi itu valid. Akhirnya saya Cuma membalas dengan ucapan ”Makasih infonya”. Mau datang atau tidaknya, ya itu terserah aku. Toh, aku hanya diundang sebagai peliput, bukan peserta. Kebetulan, foto koleksi demo sudah lumayan, bukan cuma dari sekelompok, tapi beragam, dari yang tersopan sampai yang terrusuh, dari demo SD sampai buruh tua di Porong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rekan jurnalis diatasku pernah memanggilku ”arya demoholic”, mungkin gerak cepatku yang cukup lumayan jika ada info tentang demo. Kita tidak sedang mengupas masalah demo, tapi akan mengupas makin maraknya aksi pro-kontra atas pengesahan RUU Pornografi menjadi Pornogratis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, sebagai orang awam, kita sudah bosan dengan ini : Pengunduran jadwal suatu peraturan. Apalagi, jika peraturan itu menyangkut orang banyak, lebih mengarah ke urusan akidah (baca : agama). Kita memang tidak bisa dengan serta-merta menganggap bahwa hanya Islam yang melarang Pornografi, hanya karena demo Pro-RUU yang selama ini dilancarkan dari kelompok Islam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Muncullah kesimpulan bahwa RUU Pornografi merupakan produk Talibanis –mengambil bahasa dari sebuah milis. RUU yang mulai diluncurkan tahun 2006 ini telah menguras banyak tenaga dan fikiran, dan hingga kini belum juga ada hasilnya. Kian kemari, kian marak pula peredaran rekaman video mesum berdurasi singkat, dengan perkakas yang simple : HP atau kamera digital.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku terus terang bingung, (oknum) masyarakat lah yang menciptakan kondisi yang akhirnya bermunculan peraturan sebagai pembatas. Kalau saja tiada kasus-kasus digital semacam itu, mungkin RUU tak pernah ada di jagat wakil rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;RUU ini juga strategis untuk mendongkrak pamor politisi, maklum saja, sekarang zamannya narsis bung, saatnya memburu pamor. Bagi politisi yang Pro dengan RUU ini, pamornya akan naik di kalangan moralis-ideologis. Sebaliknya, pihak yang Kontra, lonjakan dukungan akan datang dari pekerja seni (yang mengaku) cinta keindahan. Oh RUU, nasibmu tak berujung. Andai RUU adalah nama seorang pejabat, mungkin baru berakhir didemo setelah si RUU mati! Seperti Suharto yang tak pernah lagi di demo, ya karena sudah meluncur ke dunia lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-4217019107476876689?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/4217019107476876689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=4217019107476876689&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4217019107476876689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4217019107476876689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/10/ruu-pornografi-demo-digital-dan-pamor.html' title='Pornografi, Demo, Digital dan Pamor (Por De DiPa)'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3468286849559870414</id><published>2008-08-11T23:23:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T23:25:07.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Masa Depan ialah Kebaikan Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa yang anda ketahui tentang masa depan? Andai saja ada seorang peramal memberi tahu tentang masa depan anda, bagaimana tanggapan anda? Senang? Sedih? Yah, tentunya tergantung masa depan apa yang akan diberitahukan si peramal tadi. Kalau ramalannya menyatakan masa depan anda membahagiakan, tentu anda akan senang. Sebaliknya, jika masa depan anda diramal bakal suram, bagaimana langkah anda selanjutnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak karangan atau film yang bercerita tentang masa depan. Masih ingat film Back to the Future-nya Micheal J Fox, film kuno The Time Tunnel, bahkan film Time Cop-nya Jean Claude Van Dame, Paycheck yang dibintangi Ben Affleck, atau Minority Report-nya Tom Cruise. Kesemuanya bercerita tentang masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hampir secara absolut setiap manusia ingin masa depan yang cerah, dan tidak ada yang ingin masa depannya suram. Bagaimana kemungkinan masa depan anda? Baik atau suramkah? Kalau anda diberi kemampuan membaca masa depan, atau anda dibuatkan sebuah mesin untuk melihat masa depan, pikiran apa yang akan anda keluarkan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begini, saat anda mendapat informasi tetang masa depan anda, bahwa kelak anda akan menjadi general menajer atau direktur di sebuah perusahaan, apa yang akan anda lakukan? Atau apabila anda tahu bahwa di masa depan anda akan menjadi orang sengsara, bagaimana sikap anda?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pengandaian bahwa anda akan menjadi orang bahagia, mungkin anda tidak akan melakukan apa-apa saat ini. Sebab, anda sudah tahu masa depan anda, misalnya akan jadi seorang direktur. Tetapi dalam konteks bahwa masa depan anda akan sengsara, pasti anda akan berusaha untuk mengubah ramalan tersebut supaya tidak terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan kematian. Jika anda sudah tahu bahwa pada tanggal sekian dan jam sekian anda akan mati, pasti anda akan bertobat dan jadi orang paling baik di dunia ini sebelum ajal datang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa Tuhan menjadikan masa depan sebagai sebuah misteri? Tentu saja agar kehidupan ini berjalan. Agar manusia tetap berusaha sekuat tenaga dalam hidupnya untuk mencapai masa depan yang masih serba misteri.Bagaimana jika manusia tidak berusaha atau bekerja? Mereka bagaikan orang yang mati, tidak berguna, dan tidak membawa manfaat, baik untuk dirinya maupun alam ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun hidup ini ujungnya adalah kematian, namun ada yang perlu direnungkan; apakah nanti manusia mati dengan meninggalkan kebaikan atau kemudharatan? Pilihan itu ada pada diri manusia itu sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3468286849559870414?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3468286849559870414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3468286849559870414&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3468286849559870414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3468286849559870414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/08/masa-depan-ialah-kebaikan-kehidupan.html' title='Masa Depan ialah Kebaikan Kehidupan'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-885152117147224749</id><published>2008-08-10T14:54:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T14:59:15.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Menjadi Gila di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;FENOMENA gila merambah negeri. Coba perhatikan pemberitaan media akhir-akhir ini, mulai kasus Ryan sampai yang terakhir Yuli Nursanto. Berbagai media masa mengupas kasus ini secara gamblang dan penuh sensasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cobalah tengok kasus Ryan. Pria itu membunuh 11 korbannya. Terbongkarnya pembunuhan berantai yang ia lakukan telah menyita perhatian publik. Majalah Tempo bahkan mengupas secara mendalam pada edisi 23 Juli - 8 Agustus 2008. Sementara, pemberitaan Media Indonesia menempatkan kasus Yuli pada ranah editorial pagi ini (10/8). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yuli merupakan calon Bupati Ponorogo yang kalah dalam Pilkada. Perlu dicatat, Editorial Media Indonesia jarang sekali mengupas soal seseorang, kebanyakan soal sekelompok orang, lembaga publik atau realitas Indonesia termutakhir lainnya. Satu sisi, gila yang diperankan Ryan bermotif merebut harta. Sementara di sisi lain, gilanya Yudi lantaran kehilangan harta. Dua hal yang sama dalam dua kasus berbeda ini adalah harta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Harta telah membuat orang gila, namanya gila harta. Ada banyak kejadian di dunia yang mengisahkan kegilaan lantaran harta. Tapi banyak cerita juga yang tidak tersampaikan, misalnya soal korupsi. Para koruptor di negeri ini barangkali dapat dikategorikan gila. Betapa tidak, korupsi yang mereka lakukan sungguh luar biasa jumlahnya. Mulai ratusan ribu hingga trilyunan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Korupsi menciderai harkat bangsa dan melukai rakyat. Banyak korban berjatuhan karena ulah para koruptor ini, sementara mereka terkesan 'enjoy aja'. Ingat kasus Edi Tansil? kini pria itu sudah tidak terlacak. Ingat kasus dana yayasan milik mantan presiden Soeharto? entah bagaimana kelanjutannya sekarang. Masih segar hari ini, kasus suap Bank Indonesia kepada DPR RI. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya kasus-kasus besar. Kasus kecil terjadi di Pariaman, Sumatera Barat. Seorang pegawai dinas Peternakan dilempar kursi oleh Kepala Dinasnya pada Ramadhan 2 tahun yang lalu. Kepalanya berdarah dan harus mendapat perawatan. Semua hanya karena si bawahan tidak mau menanda tangani dokumen proyek fiktif si Kepala Dinas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kemudian? Hampir satu setengah tahun kasus ini mengendap. Baru mulai disidangkan awal 2008 yang lalu. Juli 2008, Si Kepala Dinas divonis bebas. Hakim beranggapan, Si Kepala Dinas hanya membela diri. Gila.., gila. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang di sekitarku tiba-tiba ditanyai apa yang terbayang dipikiran mereka bila disebut kata 'gila'. Keduanya mengasosiasikan gila dengan sakit, lucu, tidak waras, hilang ingatan, hilang rasa malu. Bagaimana mungkin? Itulah wujud kegilaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua orang telah terjangkit wabah gila. Banyak jenis gila, selain harta, ada gila hormat, gila kuasa, gila wanita, gila kerja dan sebagainya. Gila atawa gangguan jiwa menjadi alasan pamungkas bagi orang-orang tidak tahan dengan cobaan duniawi. Ia telah pula menjadi akibat bagi orang-orang yang tidak mampu tapi bernafsu besar. Pun, ia menjadi penyebab banyak orang menderita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan tentang gila telah banyak dikupas, terutama kupasan medis dan sosiologi. Ada juga pandangan secara Islam, pernah ditulis oleh Prof. DR. H. Mahmud Yunus, 1984. Ia menyebutkan, bila manusia tuli dan buta pikirannya maka tidak ada harapan bagi mereka untuk menerima kebenaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah betul mereka yang gila sudah tertutup pikirannya? pikiran itu tertutup sendirinya atau ditutup dengan sengaja? Apa yang terjadi dengan Ryan, Yuli dan para koruptor? Apakah betul mereka gila? atau berlagak gila saja? Agaknya, menjadi gila sudah mulai menjadi tren pada negeri bertajuk Indonesia ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tren yang terkesan baru tapi sebenarnya telah ada sejak negeri ini diciptakan. Apa yang terjadi hari ini tidak lebih dari sebuah pengulangan sejarah. Tapi sayang, kabar tentang gila dimasa lalu tidak begitu mengemuka. Bila tren ini merambah seantero jagad, jangan-jangan nanti dapat pula menjadi bagian dari hak asasi. Siapa tahu? Pada saat itu, Rumah Sakit Jiwa tidaklah terlalu penting artinya. Penjara tidak dibutuhkan lagi. Dapatkah kita berkhayal, suatu saat hal itu terjadi? bgaimana kira-kira keadaannya? Barangkali kita sudah mati, tapi bagaimana dengan anak cucu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dimuat &lt;a href="http://www.kammiuin.or.id/readarticle.php?article_id=112"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-885152117147224749?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/885152117147224749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=885152117147224749&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/885152117147224749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/885152117147224749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/08/menjadi-gila-di-indonesia.html' title='Menjadi Gila di Indonesia'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-7463285627753364605</id><published>2008-08-02T16:24:00.000+07:00</published><updated>2008-10-31T16:44:49.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Maksimalkan Manajemen Diri!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk memiliki motivasi diri yang dahsyat dan selalu dalam performa yang tinggi dan stabil, kita harus mengandalkan motivasi dari diri sendiri (motivasi intrinsik) dan jangan mengandalkan motivasi dari luar/lingkungan (ekstrinsik). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Contoh motivasi ekstrinsik adalah pujian, lingkungan yang mendukung atau upah yang besar. Kalau kita tergantung pada motivasi ekstrinsik maka kita akan menunggu dimotivasi. Padahal motivasi dari luar itu tidak selalu kita dapatkan, sehingga akhirnya motivasi kita jadi naik turun tergantung stimulus dari luar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedang motivasi intrinsik bisa kita bangkitkan kapan saja sesuai kehendak kita, bahkan bisa terus kita bangkitkan sehingga kita akan selalu mempunyai motivasi yang tinggi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Caranya bisa dengan berbagai cara diantaranya : dengan membayangkan manfaat besar yang akan didapat, melakukan sugesti untuk menyenangi pekerjaan yang sedang kita lakukan, menumbuhkan rasa tanggung jawab dan meyakini bahwa kita baru berarti hidup di dunia ini jika berhasil melakukan pekerjaan tersebut atau dengan cara memaksa diri bertindak walau ogah-ogahan. Pada dasarnya sebagian besar motivasi/semangat muncul ketika kita beraktivitas, bukan sebelum beraktivitas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk strategi merealisasikan target dan planning yang sudah dibuat, caranya adalah : bawa target dan planning tersebut ke alam bawah sadar kita. Dengan membawa ke alam bawah sadar, kita akan bergerak sepenuhnya dan menjadikan target/planning tersebut sebagai kebiasaan sehari-hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara membawa target/planning kita ke alam bawah sadar? Caranya dengan selalu mengingat dan mengevaluasi pencapaian target tersebut. Oleh karena itu kita harus punya waktu minimal 30 menit sehari untuk mengevaluasi pencapaian target hidup kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah bosan dan putus asa untuk mengevaluasinya setiap hari. Sebab ketika Anda tidak lagi mengevaluasinya setiap hari, maka target tersebut berubah hanya menjadi rencana di atas kertas belaka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menumbuhkan kepercayaan diri yang mantap, maka kita harus selalu berpikir positif bahwa kita bisa, kita baik dan kita pasti sukses. Kita bisa karena Allah pada dasarnya telah mengaruniakan kita otak yang hebat dan tubuh yang luar biasa. Otak kita lebih hebat dari komputer secanggih apa pun (bahkan otak kita yang membuat komputer). Kita baik karena pada dasarnya manusia mempunyai fitrah yang selalu mengajaknya untuk berbuat baik (disebut juga hati nurani). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita sukses karena kita pernah mengalahkan 1 milyar lebih calon manusia (sperma) pada masa dahulu (tapi kita tidak ingat saja). Kemudian selain berpikir positif, kita juga harus bertumpu pada kelebihan kita supaya PD. Maksudnya, jangan sering mengingat-ingat kekurangan kita. Sebaliknya lebih sering mengingat-ingat kelebihan/potensi kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau bisa kita beraktivitas yang sesuai dengan kelebihan/potensi kita supaya PD yang kita miliki lebih besar lagi. Dan yang terakhir, supaya kita selalu PD jangan lupa untuk tidak takut berbuat. Jangan takut gagal dan harus berani mencoba. Pada dasarnya ketakutan kita akan kegagalan lebih besar daripada kegagalan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-7463285627753364605?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/7463285627753364605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=7463285627753364605&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7463285627753364605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7463285627753364605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/08/maksimalkan-manajemen-diri.html' title='Maksimalkan Manajemen Diri!!'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-7097749978949515535</id><published>2008-07-28T17:25:00.000+07:00</published><updated>2008-11-07T17:29:40.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Jangan Anggap Remeh Migrain!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak orang awam mengenal keluhan atau penyakit ini. Bahkan sebanyak 15 % populasi diperkirakan menderita migrain. Pada wanita migrain sering timbul saat menstruasi yang disebabkan karena adanya perubahan hormon. Diperkirakan 60% wanita penderita migrain akan mengalami serangan saat sebelum atau selama menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan migrain yang pertama dapat terjadi pada segala usia, akan tetapi banyak terjadi di usia dibawah 30 tahun, sangat jarang dimulai pada usia diatas 50 tahun. Pada anak-anak seringkali disertai nyeri kepala dengan keluhan mual dan muntah. Seperti diketahui, migrain biasanya terjadi hanya pada satu sisi kepala saja. Lama serangan bervariasi antara beberapa jam hingga sampai 72 jam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PENYEBAB&lt;br /&gt;Penyebab pasti migrain, saat ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi diduga karena adanya pelepasan bahan-bahan (antara lain : serotonin) yang menyebabkan terjadinya reaksi radang dan nyeri, juga menyebabkan perubahan lebar daripada pembuluh darah di kepala. Didapatkan banyak faktor sebagai pencetus migrain, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan terutama coklat, keju, alkohol, MSG, anggur merah, pisang, makanan diawetkan yang dalam prosesnya menggunakan nitrat.&lt;br /&gt;*Terlambat makan&lt;br /&gt;*Ketegangan dan kecemasan.&lt;br /&gt;*Kelelahan, kurang tidur.&lt;br /&gt;*Perubahan hormonal (masa pubertas, menstruasi, kehamilan, menopause, pemakaian pil KB)&lt;br /&gt;*Perubahan tekanan atau ketinggian&lt;br /&gt;*Bahan aditif : pewarna makanan, nitrat dan nitrit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PEMERIKSAAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemeriksaan diperlukan pada migrain agar dapat diketahui kemungkinan penyebab nyeri kepala lain yang lebih berbahaya. Pemeriksaan yang dapat dilakukan berupa pemeriksaan darah, pemeriksaan radiologi, CT-Scan, MRI kepala untuk melihat kemungkinan adanya perdarahan, stroke dan tumor. Pemeriksaan fungsi lumbal dilakukan bila terjadi adanya kemungkinan infeksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PENGOBATAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara umum pengobatan migrain dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu pengobatan abortif untuk menghilangkan keluhan nyeri dan pengobatan pencegahan. Pada kasus ringan hingga sedang, dapat dilakukan perawatan di rumah dengan cara :&lt;br /&gt;*Pemberian kompres es pada daerah nyeri.&lt;br /&gt;*Beristirahat dengan bantal yang bisa menyangga kepala/ leher dengan baik.&lt;br /&gt;*Beristirahat di ruangan yang tenang.&lt;br /&gt;*Tidur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Obat-obatan (yang bisa dengan mudah didapat) : Asetaminophen, Asam mefenamat, aspirin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengobatan pencegahan dapat berupa merubah gaya hidup dan mengenali bahan-bahan pencetus terjadinya serangan, serta dapat pula menggunakan obat-obatan. Obat-obatan ini diberikan bila serangan migrain terjadi lebih dari 1 serangan perminggunya. Obat-obatan yang diberikan untuk pencegahan ini hendaknya diminum secara teratur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Obat obatan tersebut antara lain :&lt;br /&gt;-Propanolol, atenolol.&lt;br /&gt;-Verapamil.&lt;br /&gt;-Amitriptiline, doxepin.&lt;br /&gt;-Gabapentin.&lt;br /&gt;-Asam valproat.&lt;br /&gt;-Topiramate. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-Flunarizine. Dll&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pencegahan yang lain dengan melakukan diet makanan yang diduga sebagai pencetus migrain. Pengobatan lain dapat berupa psikoterapi, latihan relaksasi, biofeedback, akupuntur, pijat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-7097749978949515535?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/7097749978949515535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=7097749978949515535&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7097749978949515535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7097749978949515535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/07/jangan-anggap-remeh-migrain.html' title='Jangan Anggap Remeh Migrain!'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-5725527990749426860</id><published>2008-07-21T23:35:00.000+07:00</published><updated>2008-10-28T23:39:59.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Manajemen Jenuh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Aku berkenalan dengan seorang karyawan sebuah kantor swasta di Jakarta, anggaplah ia bernama Jojon. Lama kelamaan, Jojon lebih sering mengeluhkan kariernya. Ia merasa bahwa setiap kali bekerja, tidak mendapatkan kepuasan. Karirnya sulit naik. Gaji yang didapat pun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena itu ia pun sering berpindah-pindah tempat kerja. Ia berharap, dengan cara itu ia bisa memperoleh pekerjaan yang memberikannnya kepuasan, dari segi karier, maupun gaji. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama ia berganti pekerjaan, bukannya kepuasan yang ia dapat, namun justru sering muncul penyesalan. Setiap kali pindah pekerjaan, ia merasa menjumpai banyak kendala. Dan, begitu seterusnya.&lt;br /&gt;Suatu ketika, Jojon berjumpa dengan Irwan, kawan lamanya. Irwan sudah menduduki posisi direktur muda di sebuah perusahaan. Jojon-pun lantas bertanya, bagaimana caranya Irwan bisa memperoleh kedudukan yang tinggi dengan waktu yang relatif cepat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Kamu dekat dengan bosmu ya?" tanya Jojon penasaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Irwan hanya tersenyum. Ia tahu, kalau Jojon curiga padanya bahwa posisi saat ini dikarenakan faktor koneksi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Memang, aku dekat dengan bos aku," jawab Irwan. "Tapi aku juga dekat dengan semua orang di kantorku. Bahkan, sebenarnya aku berhubungan dekat dengan semua orang, baik dari yang paling bawah sampai paling atas. Kamu curiga ya? Aku bernepotisme karena bisa menduduki posisi tinggi dalam waktu cepat?"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan malu, Jojon segera meminta maaf, "Bukan itu maksud aku. Aku sebenarnya kagum dengan kamu. Masih seusia aku, tapi punya prestasi yang luar biasa sehingga bisa jadi direktur muda." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menceritakan keadaannya sendiri, Jojon kembali bertanya, “Apa sih sebenarnya rahasia sukses kamu Wan?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum bijak Irwan menjawab, "Aku tak punya rahasia apa pun. Yang kulakukan adalah mengaktualisasikan diriku atau fokus pada kekuatan yang aku punyai, dan berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang aku miliki. Itu saja yang kulakukan. Mudahkan?" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Maksudmu bagaimana?"&lt;br /&gt;"Aku pun sebenarnya pernah mengalami hal yang sama denganmu, merasa jenuh dengan pekerjaan yang ada dan juga tak bisa naik jabatan. Namun, suatu ketika, aku menemukan bahwa ternyata aku punya kemampuan lebih di bidang pemasaran. Maka, aku pun mencoba untuk fokus di bidang pemasaran. Aku menikmati bertemu dengan banyak orang. Selain itu, aku pun mencoba terus belajar untuk mengusir kejenuhan pada pekerjaan. Dan, inilah yang aku dapatkan.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jangan kita memilih pindah tempat kerja hanya karena ingin “melarikan diri” dari masalah. Seringkali kita merasakan sudah berjuang maksimal tetapi belum mendapatkan yang kita inginkan. Jangan pernah putus asa! Kita belum berhasil bukan karena kita tidak mampu, namun, kita belum memaksimalkan semua kekuatan yang kita miliki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau mengaktualisasikan diri dengan menggali kemampuan dalam diri terus menerus, niscaya, karir kita pasti akan meningkat lebih pesat dan kesuksesan menanti kita di sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-5725527990749426860?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/5725527990749426860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=5725527990749426860&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5725527990749426860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5725527990749426860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/07/manajemen-jenuh.html' title='Manajemen Jenuh'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6322723224945039120</id><published>2008-07-02T08:49:00.002+07:00</published><updated>2008-10-23T12:18:50.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Waktu Layaknya Pedang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Zaman semakin modern, banyak orang merasa sangat sibuk. Baginya, waktu adalah uang. Kontras dengan itu, tidak sedikit pula manusia yang menghambur-hamburkan waktunya. Mereka memiliki motto: “Waktu muda hura-hura, waktu tua kaya raya, kalau mati masuk surga”. Namun pandangan mereka mungkin akan berubah kalau saja mereka bisa meresapi makna sebuah sya’ir Arab yang menggambarkan karakter sang waktu: Al-Waqt ka al-saif. Fa in lam taqtha’haa qath’aka (Waktu laksana pedang, jika kamu tidak memanfaatkannya maka ia akan menebasmu).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu adalah salah satu dimensi dalam hidup manusia. Karakternya, waktu senantiasa berpacu secara cepat, tanpa terasa, dan tiba-tiba menghujam. Tidaklah heran mengapa masyarakat Arab mengkiaskan cepatnya waktu dengan kilatan pedang menyambar. Agar dapat meresapi cara mengatur waktu yang baik agaknya kita perlu belajar dari seorang ksatria mengenai teknik memainkan sebilah pedang. Saya teringat kisah kepiawaian sahabat nabi, Khalid bin Walid dalam bermain pedang. Begitu piawainya ia sampai-sampai dijuluki Saifullah (pedang Allah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Khalid memimpin pasukan Islam bertempur sengit di Yarmuk (wilayah perbatasan dengan Syria) melawan pasukan Romawi di bawah panglima Gregorius Theodore. Berkat kepandaiannya bermain pedang, banyak pasukan musuh terbunuh. Lalu terjadilah sebuah peristiwa yang mengesankan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gregorius ingin menghindari jatuhnya banyak korban di pihaknya dengan menantang Khalid untuk berduel. Dalam pertempuran dua orang itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Gregorius lalu mengambil sebilah pedang besar. Ketika berancang-ancang perang lagi, Gregorius bertanya pada Khalid tentang motivasinya berperang dan kaitannya dengan Islam. Terkesan oleh jawaban Khalid, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius akhirnya menyatakan diri masuk Islam. Ia lalu belajar Islam sekilas, sempat menunaikan salat dua rakaat, bertempur di samping Khalid dan akhirnya mati syahid di tangan mantan pasukannya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa rahasia kesuksesan Khalid? Ternyata kepandaiannya mengibaskan pedang dilandasi dengan iman kepada Allah SWT. Akibatnya lawan yang berhasil ditebasnya hanya musuh-musuh Islam. Sama halnya dengan waktu, berbagai aktivitas untuk mengisinya perlu juga didasari dengan iman yang kuat sehingga menjadi amal shaleh. Sebuah pelajaran yang menarik, bahwa berbuat baik saja ternyata tidak cukup tanpa dilandasi dengan iman dan sesuai dengan syariat-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT pun sering mengingatkan manusia dalam berbagai firman-Nya mengenai pentingnya kedua kunci manajemen waktu tersebut. Bahkan dalam QS. Al-Ashr, Dia menambahkan dua kriteria lagi untuk menghindari kerugian yaitu saling nasehat-menasehati dalam kebaikan dan ajak-mengajak dalam kesabaran.Manusia yang bisa memanfaatkan karunia waktu secara fitrah akan mencapai kesuksesan seperti Khalid bin Walid. Namun jika manusia lengah barang sedetik pun, pedang lawan bisa menghunusnya dan berakhir dengan penyesalan.&lt;br /&gt;Sikap seorang Muslim terhadap waktu dapat diibaratkan dengan sikap seorang ksatria terhadap pedang andalannya. Semakin sering berlatih dan bertempur, maka ia akan semakin berpengalaman dan semakin berkualitas permainannya, akhirnya semakin sulit dikalahkan. Namun demikian menjadi ksatria andalan tidak menjadikannya terlena, lengah, sombong, dan mengurangi latihan. Justru sebaliknya, ia makin meningkatkan kewaspadaan dan tekun berlatih di waktu senggang agar selalu tangguh. Ia tidak segan-segan mengevaluasi dirinya agar kualitas permainannya terus teruji.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ksatria yang berilmu padi justru mempergunakan kepiawaiannya sesuai dengan porsi yang dibutuhkan, mengikuti aturan yang digariskan-Nya untuk membela Diennullah. Itu semua ia lakukan karena sangat paham bahwa kepandaiannya akan dimintai pertanggung-jawaban oleh Yang Maha Kuasa di akhirat kelak.Sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan Mu’adz bin Jabal, “Tidak akan tergelincir (binasa) kedua kaki seorang hamba di hari kiamat, hingga ditanyakan kepadanya 4 perkara, usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya bagaimana ia pergunakan, hartanya dari mana ia dapatkan dan pada siapa ia keluarkan, ilmunya dan apa-apa yang ia perbuat dengannya.” (HR. Bazzar dan Thabrani).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikianlah, seorang muslim harus menyatukan sang waktu ke dalam jiwanya yang beriman sebagaimana pedang Khalid bin Walid yang berpadu dengan kemahirannya. Bukankah motto hidup seorang muslim seharusnya adalah “Hayatuna kulluha ‘ibadah.” (Hidup seluruhnya untuk ibadah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6322723224945039120?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6322723224945039120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6322723224945039120&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6322723224945039120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6322723224945039120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/07/waktu-layaknya-pedang.html' title='Waktu Layaknya Pedang'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-8712725986063729822</id><published>2008-06-22T06:10:00.000+07:00</published><updated>2008-10-29T06:14:26.941+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernyataan Sikap'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot Issue'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><title type='text'>Fakta Tentang Pornografi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sebaiknya kita melihat gambar besarnya  Pornography adalah suatu multimillion dollar industri,  lebih besar dari pemasukan gabungan 8 perusahaan teknologi paling top:  Microsoft,  Google, Amazon, ebay, Yahoo, apple, Netflix dan Earthlink yang mengkhawatirkan bagi orang tua diseluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bisnis pornografi ini apakah komik,  VCD, HP, terutama melalui internet,adalah bisnis yang nikmat keuntunganya dan pasarnya sangat luas dan global tanpa batas, untuk Indonesia khususnya  tidak ada batas umur karena semuamudah diakses siapa saja termasuk anak-anak&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;RUUP yang dibahas dan digodok di DPR dan oleh 4 Departemen pemerintah, jauh lebih tegas dan lugas memperhitungkan segala aspek menyangkut pornografi jika disandingkan dengan KUHP yang hanya mengatur kesopanan dan kesusilaandalam 2 pasal yang definisinya lebih samar. RUUP memberikan definisi lebihjelas tentang pornografi, sudah mengakomodir keragaman budaya, sama sekali tidak mengatur cara berpakaian, dan menyasar pada industri pornografi,memberi sangsi yang lebih punya efek jera.  Saya yakin semua orang tua diseluruh Indonesia yang peduli pendidikan anaknya, mendesak agar RUUP secepatnya diundangkan,  karena bahaya sudah dipelupuk mata bukannun jauh disana dalam perandai-andaian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukankah pendidikan anak seharusnya dimulai dari keluarga?  Keluarga yangharus membentengi anak anak?Keluarga harus dibantu dalam menegakkan nilai-nilai kekeluargaan dan akhlak,  tetapi ketika badai pornografi melanda seperti sekarang ini yanglebih diperlukan untuk membantu keluarga dan orang tua adalah rambu-rambuhukum yang jelas dan lugas untuk membantu penegak hukum. Contohnya, kelompok orang tua di Australia mendesak agar pemerintah memberikan mereka software pemblokir gratis.  Di Amerika,  organisasi Morality in the Mediayang terdiri dari kelompok-kelompok orang tua lintas agama memantau dan mendesak pemerintah untuk menindak pelanggaran-pelanggaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-8712725986063729822?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/8712725986063729822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=8712725986063729822&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8712725986063729822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8712725986063729822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/06/fakta-tentang-pornografi.html' title='Fakta Tentang Pornografi'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6859639766251710303</id><published>2008-06-13T08:53:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T08:55:03.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Obat Hidup dari Sang Guru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, “Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati.” Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan.Itu sebabnya saya ingin mati.” Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan,&lt;br /&gt;“Kamu sakit. Dan penyakitmu itu bernama, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadapkehidupan.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” kata sang Guru.&lt;br /&gt;“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” Pria itu menolak tawaran sang Guru.&lt;br /&gt;“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”&lt;br /&gt;“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”&lt;br /&gt;“Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisasnya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu.” Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat keluar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sang istripun merasa aneh sekali, “Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu disekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin tinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6859639766251710303?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6859639766251710303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6859639766251710303&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6859639766251710303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6859639766251710303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/06/obat-hidup-dari-sang-guru.html' title='Obat Hidup dari Sang Guru'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-5596965111587500732</id><published>2008-05-27T08:56:00.001+07:00</published><updated>2008-10-22T08:57:57.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Sekali Lagi Tentang Sabar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika kita naik mobil angkutan umum di tengah kemacetan lalu lintas, maka kita dituntut untuk bersabar. Kita tak boleh mencaci si sopir, apalagi membentak-bentak. Ketika kita berdesak-desakkan di kereta api kita juga dituntut sabar. Pada saat itu kita tidak boleh marah, kendati mungkin kaki kita terinjak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula di saat negeri ini dibanjiri air yang melimpah kita pun harus sabar. Karena sumpah serapah yang kita arahkan kepada penguasa pun tak akan mengurangi volume banjir yang merendam hampir 30% wilayah Indonesia. Nah, dari air itulah kita tahu bahwa kehidupan dan kematian itu berasal dari air. Jadi sabar memang tak ada batasnya, sebagaimana iman itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah jika dalam sebuah kesempatan Nabi Muhammad SAW berpesan kepada kita untuk selalu bersabar (tabah dan ikhlas menerima kenyataan/taqdir). Bahkan beliau mengatakan,”Sebagian dari iman adalah sabar”. Rasulullah yang mulia sendiri, setiap ditimpa musibah apa saja, tak pernah mengeluh apalagi sampai menyalah-nyalahkan orang lain. Entah itu pemerintah, tetangga, atau orang lain. Anehnya, kita tak pernah menyalahkan diri kita. Padahal, jangan-jangan kesalahan negeri ini juga karena kesalahan kita yang tanpa sadar kita turut menyumbangnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita diperintah untuk bersabar oleh Allah? Inilah terapi psikologis canggih yang diberikan Allah kepada kita. Melalui sikap inilah kita disadarkan bahwa manusia itu tak mampu mengelola hidupnya secara pasti. Dialah Allah yang mengurus segala urusan kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah makna kita membaca Alhamdulillahi Rabbil ‘alamien. Artinya, bahwa yang mengatur segala urusan kita itu adalah Dia. Dengan demikian, bersama sabar kita menghadapi gejolak hidup itu dengan tenang, rileks.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang penyabar tidak mudah, memang. Tapi Allah melalui ayat-ayat-Nya, baik yang kauni maupun qauli mengajak kita untuk menjadi ash-shabirin (kelompok orang-orang yang sabar). Lihatlah betapa sabarnya seekor unta yang berjalan di padang pasir sembari membawa beban berat di punuknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Simak juga kesabaran kerbau atau sapi ketika dengan tekunnya membajak lahan-lahan persawahan. Padahal kalau Allah mau, binatang-binatang itu menolak diperlakukan seperti itu oleh tuan-tuannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita ingat kisah tentang robohnya kuda Suraqah bin Naufal saat mengejar-ngejar Nabi untuk dibunuh. Kita ingat tenggelamnya Fir’aun bersama serdadunya di laut Merah ketika mengejar-ngejar Nabi Musa dan pengikutnya. Dan kita juga ingat selamatnya nabi Yunus dari telanan ikan hiu. Kalau saja Allah mau, tentu Nabi Muhammad SAW sudah dibunuh Suraqah, Musa sudah dipenggal oleh algojo-algojo Fir’aun dan Yunus tidak dikeluarkan lagi dari perut ikan buas itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka sangat wajar bila Allah mengabadikan mereka dalam al-Qur’an sebagai al-shabirien dan al-shadiqien, yakni orang-orang yang membenarkan ayat-ayat-Nya. Kuncinya apa? Mereka sabar dalam menjalani hidup ini, tanpa berharap materi di dunia.Para kekasih Allah itu meneladani sifat Rabb mereka, Al-Shabur, salah satu al-Asma al-Husna yang Allah miliki. Saudara-saudaraku yang dirundung derita, dan mereka yang sedang ditimpa nestapa : Bersabarlah, karena Allah bersama orang-orang yang sabar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-5596965111587500732?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/5596965111587500732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=5596965111587500732&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5596965111587500732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5596965111587500732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/05/sekali-lagi-tentang-sabar.html' title='Sekali Lagi Tentang Sabar'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6176656795393871450</id><published>2008-05-02T09:02:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T09:04:55.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Memperdayakan Pendidikan Berbasis Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keprihatikan bangsa ini yang dilanda krisis multidimensi dalam berbagai aspek kehidupan menuntut peran pendidikan Islam sebagai benteng sekaligus mencetak generasi penerus untuk memperbaiki kondisi yang ada. Menjadi sangat wajar jika beban dari krisis ini seluruhnya dibebankan kepada pendidikan. Baiknya suatu bangsa bisa dilihat dari baiknya pendidikannya, majunya suatu bangsa juga dipengaruhi dari pendidikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Persepsi masyarakat terhadap sekolah mewakili kondisi yang ada dalam masyrakat/negara. Kenyataan ini, misalnya, telah pula mendapat perhatian para filosof sejak zaman Plato dan Aristoteles, sebagaimana diungkapkan bahwa ‘as is the state, so is the shool’ (sebagaimana negara, seperti itulah sekolah), atau ‘what you want in the state, you put into school’ (apa yang anda inginkan dalam negara, harus anda masukkan dalam sekolah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukan, bahwa keberhasilan dari proses pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh pihak sekolah saja, tetapi peran keluarga dan masyarakat juga berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan. Berangkat dari hal inilah maka perlu diperhatikan lingkungan di luar sekolah, baik secara formal maupun non formal, bahkan informasi sekaligus. Harus ada upaya menciptakan lingkungan yang kondusif, yang mampu mengembangkan potensi masyarakat guna mewujudkan tujuan pendidikan yang disepakati bersama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan pendidikan di Indonesia, hendaknya dilihat sebagai suatu proses kelangsungan peradaban bangsa, maka faktor-faktor psiko sosial budaya perlu diikutsertakan dalam merancang pendidikan, dan perlu diciptakan situasi yang kondusif dalam pembelajaran. Tranformasi sosial psikologis dan budaya adalah suatu keniscayaan yang dihadapai bangsa ini, tetapi hal itu bisa dikendalaikan, khususnya dalam sektor pendidikan. Transformasi ini memunculkan tatanan baru dalam masyarakat, untuk itu perlu pendekatan sejenis sosial and culture engenering yang mampu mengendalaikan perubahan dan pergeseran ke arah yang diinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya menciptakan situasi kondusif bagi keberhasilan belajar hanya dapat terjadi bila seluruh masyarakat kita menuju masyarakat learning society. Artinya, proses mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang diamanatkan oleh UUD 1945 hendaknya diselenggarakan melalui tiga jalur institusi pendidikan, yaitu;&lt;br /&gt;(1) lingkungan atau jalur sekolah dan jalur luar sekolah, (2) dilaksanakan oleh berbagi pihak termasuk kerjasama masyarakat dengan pemerintah, (3) ialah kegiatan yang tak terputus, atau pendidikan seumur hidup (long life education).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mewujudkan masyarakat belajar adalah dengan memberdayakan keluarga agar menjadi keluarga yang gemar belajar. Dalam memberdayakan pendidikan keluarga, relevan untuk ditampilakan beberapa fungsi keluarga, yaitu:&lt;br /&gt;(a) fungsi keagamaan,&lt;br /&gt;(b) fungsi cinta kasih,&lt;br /&gt;(c) fungsi reproduksi,&lt;br /&gt;(d) fungsi ekonomi,&lt;br /&gt;(e) fungsi pembudayaan,&lt;br /&gt;(f) fungsi perlindungan,&lt;br /&gt;(g) fungsi pendidikan dan sosial, dan&lt;br /&gt;(h) fungsi pelestarian lingkungan.Disamping memberdayakan pendidikan keluarga, upaya mewujudkan learning society adalah dengan menciptakan partisipasi masyarakat, mewujudkan pendidikan yang berasal dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat. Dengan pendekatan demikian diharapkan akan mempertebal rasa self of belonging yang akhirnya tumbuhnya rasa tanggung jawab atas kondisi yang ada. Sehingga dengan learning society diharapkan akan terwujud masyarakat madani (civil society), hal ini sekaligus sebagai alternatif dalam mengatasi masalah yang melanda negara ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat Hardiknas!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6176656795393871450?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6176656795393871450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6176656795393871450&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6176656795393871450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6176656795393871450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/05/memperdayakan-pendidikan-berbasis.html' title='Memperdayakan Pendidikan Berbasis Masyarakat'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-1177308403659543370</id><published>2008-04-21T09:06:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T09:07:31.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Seperti Jum'at Kemarin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jum’at jelang siang. Semua karyawan berkesiap menuju masjid. Mau apa lagi kalau bukan untuk sholat jum’at. Meskipun ada diantara kami yang sholatnya memang seminggu sekali, ya sholat Jum’at.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seusai wudhu, perlahan kupilih dimana seharusnya aku duduk. Terlihat dari tempat kuberpijak shaf yang kurang rapat di depan. Tempat itulah yang kupilih. Tadinya sih ingin dishaf pertama, tapi kumenyadari kalau aku tak memakai peci. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, shaf pertama tidak dekat jendela, pastinya keringatku tak bisa ditolerir kedatangannya. Selain itu pula, kata banyak orang, yang dishaf depan harus yang berpakaian rapi, berpeci dan sudah naik haji. Entahlah, aku tak pernah mengorek-ngorek latar belakang aturan ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disamping kananku duduk seorang lelaki tua, kacamatanya tebal sekali, berpakaian serba putih, kepalanya dibalut sorban kombinasi merah putih, jemari kanannya memilah biji tasbih, seraya menggerakkan bibirnya. Disamping kiriku jendela, sejuk sekali jika angin mampir dengan semilir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;MC naik keatas podium, memberikan pengumuman seadanya. Setelahnya sang khotib yang bertitel Kiyai Haji naik kesana. Adzan berkumandang, semua terdiam. Ada pula yang memandang sang mu’adzin yang bersuara indah itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sang khotib membuka khutbahnya dengan suara datar. Tak sesuai dengan pakaiannya yang terkesan tegas. Padahal, sebagaimana yang pernah kubaca dalam sebuah hadits, Rasulullah memberikan khutbah dengan wajah marah dan suara tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Baru saja khatib sampai pada kalimat Ittaqullah, aku menguap. Kantuk menyergap. Kulirik sekitarku diam-diam. Sepertinya banyak kepala tertunduk, hampir semua. Perlahan kepalaku menunduk, seperti daun putri malu terkena sentuhan. Samar-samar suara khatib yang datar itu. Dan tidak kutahu apa yang sedang dibahasnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti jum’at yang lalu, jum’at kali ini-pun begitu. Belum selesai khatib membuka khutbahnya, aku sudah terlelap. Dan kembali terbangun ketika khatib berwasiat Ibaadallah, innallaaha ya’murukum bil ‘adli wal ihsan.&lt;br /&gt;Satu diantara keutamaan hari Jum’at ialah karena hari itu merupakan Rajanya Hari. Pendahulu kita, Adam dan Hawa mendapatkan ampunan dihari itu, setelah 40 tahun sebelumnya melanggar aturan Allah SWT, yakni mengkonsumsi khuldi. Sehingga Rasulullah saw bersaksi atas kemuliaan Jum’at “Sesunnguhnya Allah menghapus dosa dari jum’at ke jum’at”. Potongan hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kita terlelap saat khutbah saja, kita termasuk orang yang diampuni Allah. Apalagi kalau kita menyimak khutbah tentu pahala lebih berlipat, ilmu pun kita dapat. Jadilah kita pulang sholat Jum’at dengan membawa manfaat. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS Al-Jumu’ah (62) ayat 10-11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-1177308403659543370?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/1177308403659543370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=1177308403659543370&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1177308403659543370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1177308403659543370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/04/seperti-jumat-kemarin.html' title='Seperti Jum&apos;at Kemarin'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-1635964159645475270</id><published>2008-04-01T09:20:00.001+07:00</published><updated>2008-10-22T09:23:30.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>AAC : Dipuja, Digugat, Dibajak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masyarakat kita begitu nampak apresiatif pada awal beredarnya Novel Ayat-Ayat Cinta (AAC). Novel yang diklaim penulisnya sebagai ’Novel Pembangun Jiwa ini’ mampu menambah geliat sastera Islami yang tengah bangkit mencari tempat para penikmat sastera di Tanah Air. Ide yang ditawarkan Habiburrahman El-Shirazy, Sang Penulis AAC, memang mudah dicerna dengan bahasa universal, yakni cinta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, romantisme yang ditawarkan memang berbeda dari karya sastera sebelumnya yang kebanyakan bertemakan cinta syahwat nan seronok. Kang Abik, begitu sang penulis ini biasa disapa menawarkan roamantisme dalam Islam, cinta kepada sesama yang tak lebih tinggi dari cinta manusia kepada Sang Pemilik Cinta, Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian indah dan menarik novel ini diceritakan hingga mengalami cetak ulang beberapa kali sejak akhir 2004 digulirkan ke pasar. Efeknya luar biasa, bahkan sebuah suratkabar nasional menyebutkan bahwa AAC merupakan sebuah keajaiban yang ditorehkan oleh seorang penulis Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban? Benar, kata inilah yang mampu mewakili sebuah karya apik karya anak negeri yang satu ini. Sekitar tiga tahun peredaran AAC, tak kurang sekitar 400 ribu eksemplar telah laris dijual. Dengan angka ini, Kang Abik berhak mendapatkan royalti sekitar Rp.1,8 Miliar dan tercatat sebagai penulis yang mendapat royalti terbesar sepanjang sejarah kepenulisan Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu baru materil, belum lagi beberapa penghargaan yang berhasil ditoreh, seperti Pena Award untuk kategori Novel Terpuji Nasional pada tahun 2005. Pada tahun yang sama pula, novel tersebut juga meraih The Most Favourite Books and Writer 2005 mengalahkan serial Harry Potter versi Majalah Muslimah. Kemudian, terpilih sebagai Novel Dewasa Terbaik dalam Islamic Book Fair 2006. Yang teranyar, Kang Abik dianugerahi sebagai Novelis No. 1 Tahun 2007 dari Insani Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Perubahan oleh Republika pada 4 Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;AAC Diangkat ke Layar Lebar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Novel AAC yang fantastis ternyata membuat produser MD Picture Manooj Punjabi melirik kesempatan emas untuk mengangkatnya ke layar lebar. Dengan penduduk Indonesia yang mayoritas Muslim (sekitar 80%), MD Pictures setidaknya menargetkan 1% (sekitar 2 juta orang) saja Muslim yang menonton film ini. Dengan hitungan 20 juta dikali sepuluh ribu maka setidaknya diperoleh pendapatan kotor sekitar Rp. 20 Milyar yang akan dikurangi biaya produksi setidaknya Rp. 10 Milyar. Hasilnya keuntungan bersih sebesar Rp. 10 milyar!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, keputusan Kang Abik untuk menerima tawaran AAC difilmkan bukan hanya pertimbangan materi semata. Ada pertimbangan kemaslahatan dan dakwah yang harus dipertimbangkan, meski banyak kalangan dan para ’penggila’ AAC yang menolak novel itu difilmkan. Mereka khawatir nilai-nilai Islam akan luntur dengan selera pasar para kapitalis untuk mereguk keuntungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti pernah diberitakan di media, keuntungan royalti selama ini yang ia peroleh digunakannya untuk membangun sebuah pesantren karya dan wirausaha Basmala yang berlokasi di Semarang. Jadi, bisa kita katakan bahwa keuntungan dari film AAC juga akan digunakannya untuk mengembangkan dakwah. Menurut saya, ini merupakan sebuah langkah jitu untuk merambah dakwah di dunia pertelevisian Indonesia, mengingat masih sedikit film yang bertemakan dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, dari informasi yang beredar banyak aktor dan aktris yang ’terwarnai’ dengan film ini menjadi lebih baik dan sadar akan nilai-nilai Islam sebagaimana pesan moral AAC, termasuk sang sutradara Hanung Bramantyo seperti dikisahkan di blognya. Itu artinya, dakwah Kang Abik melalui karyanya dengan sadar atau tidak telah melintasi relung hati para kru dan pemain, itu minimal, belum lagi para pemirsa AAC nantinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karya Itu Dibajak!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bukan Indonesia namanya kalau tidak ada pembajakan karya. Meski belum sempat film itu diluncurkan di bioskop di Indonesia ternyata sudah beredar AAC versi bajakan. Hal ini membuat Hanung Bramantyo geram dan bingung. Bagaimana mungkin film yang belum diluncurkan tapi versi bajakan sudah ada di pasaran.Menurut saya, di sinilah letak perbedaan mana karya besar dan bukan, yaitu pembajakan. Memang terdengar menyakitkan, tapi mana mungkin sang pelaku mau membajak karya yang ’ecek-ecek’? pasti yang dibajak adalah karya yang bermutu dan bernilai tinggi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hal ini, saya tak hendak membela sang pembajak, bukan. Hanya sedikit rasionalisasi bahwa Novel AAC yang megabestseller dan dicintai sekian banyak penikmat sastera ternyata tetap tangguh ketika diangkat ke layar lebar dan berhasil menarik banyak simpati dari setiap elemen masyarakat, termasuk elemen pembajak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-1635964159645475270?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/1635964159645475270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=1635964159645475270&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1635964159645475270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1635964159645475270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/04/aac-dipuja-digugat-dibajak.html' title='AAC : Dipuja, Digugat, Dibajak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6809992111195357901</id><published>2008-03-03T06:30:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T06:35:04.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ke-Jogja-an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalender Wisata'/><title type='text'>Bodaya Jogja di Maret 2008</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a name="4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;·         4 Maret 2008 Pukul19.00 WIB. REBO PUNGKASAN. Upacara adat yang diselenggarakan oleh masyarakat Wonokromo, Kecamatan Pleret, Bantul untuk memohon kesejahteraan dengan mengarak lemper raksasa, dari Masjid Agung Wonokromo, menuju balai desa Wonokromo.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;·         6 Maret 2008 SAPARAN WONOLELO. Upacara adat yang diselenggarakan masyarakat desa Wonolelo, Ngemplak, Sleman dalam rangka memohon tanaman padi terbebas dari hama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="13"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;·         13 Maret 2008 Pukul 16.00 WIB SEKATEN. Upacara adat yang diselenggarakan oleh Kraton Yogyakarta, berlangsung pada hari pertama dikeluarkannya Gamelan Kanjeng Kyai Sekati di Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="23"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;·         23 Maret 2008 Pukul 09.00 WIB. GREBEG MAULUD. Upacara adat yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW di Alun-alun Utara Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6809992111195357901?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6809992111195357901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6809992111195357901&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6809992111195357901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6809992111195357901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/03/bodaya-jogja-di-maret-2008.html' title='Bodaya Jogja di Maret 2008'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3773540716843577907</id><published>2008-02-20T22:45:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T22:47:15.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Teman'/><title type='text'>Laku Seribu atau Sepuluh Ribu?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ORANG bisa bilang apa saja tentang buku yang laris atau seret, dan mungkin pendapat kontradiktif itu sama-sama benar dari sudut pandang masing-masing. Segi positif buku laris ialah ia menggairahkan pasar dan menjanjikan kesuksesan bagi setiap orang yang terlibat menggarapnya. Buku bisa laris dengan caranya sendiri, dan terkadang tetap seret meski seratus satu cara sudah dilakukan untuk membuatnya laku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang perbukuan sering terheran-heran kenapa sebuah judul bisa laku tapi juga kerap takjub kenapa usaha membuat buku laris gagal. Bila sudah sulit cari alasan kenapa buku laris, mereka baru menganggap buku itu sebagai "berkah penulis" atau "rezeki penulis", biar pembicaraan selesai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Simak ucapan Curtis Sittenfeld, novel debutnya Prep versi hardcover  secara mengejutkan terjual lebih dari 133.000 kopi di AS per Mei 2007, sedangkan versi paperback laku 329.000 kopi. Novel itu berkisah tentang perkembangan jiwa remaja yang tumbuh di sekolah asrama. Waktu belum selesai menulis, teman-teman dia meledek. "Buku tentang sekolah asrama sudah banyak, kenapa kamu menulis itu lagi?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah bukunya jadi best seller, dia dengar orang meremehkan buku itu. "Jelas saja buku itu laris, itu kan buku tentang sekolah asrama!" Dia hanya mesem menyimak itu. Faktanya, buku kedua dia (The Man of My Dreams) penjualannya lebih seret, meski diterbitkan dengan mengandalkan kesuksesan yang sudah barusan dia raih. Prakiraan dan rencana untuk buku kedua itu meleset jauh dibandingkan uang muka yang dia terima.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penerbit mencintai buku, tapi mereka juga melihat buku sebagai komoditas. Penerbit dituntut bisa menjual dan mereka suka buku yang punya pesan pemasaran jelas. Karena itu penerbit senang dengan segala bentuk jaminan yang bisa membuat terbitan mereka laku, baik judul tersebut baru menang sayembara penulisan, diangkat sebagai film, masuk dalam berbagai daftar "buku terbaik", dipuji-puji oleh kritikus yang disegani atau diulas media terkemuka, jadi topik hangat di  berbagai milis dan blog.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penerbit terus berusaha seakurasi mungkin mengetahui selera pasar tujuannya agar mereka secara persis bisa menyediakan buku yang  dibutuhkan calon pembeli, memproduksi buku sebanyak-banyaknya karena tahu bahwa pasar bakal menyerapnya. Mereka memperhatikan dinamika pasar, bertanya pada pemerhati buku, mendeteksi sedini mungkin ke ceruk dan kelompok pasar khusus, bahkan kalau perlu melakukan gebrakan pasar dan melontarkan isu kontroversial. Penerbit berusaha mengetahui selera konsumen, yang kerap merupakan misteri besar yang menarik namun sulit dan pelik untuk dipecahkan, sebab pertaruhan penerbit memang di penjualan. Begitu gagal memancing dengan umpan judul yang mereka lempar, bisnis segera bermasalah. Begitu penjualan turun, imbasnya bisa terasa sampai ke bawah-bawah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan buku laris memang persoalan yang patut dipecahkan. Kalau satu judul bisa laku ratusan ribu kopi, kenapa judul lain perlu menunggu satu tahun untuk terjual seribu kopi? Semua orang akan girang bila dagangannya laris, dan bakal manyun menghadapi barang yang menumpuk di gudang. Demi melempangkan jalan agar laris, penerbit menempuh berbagai cara, mulai dari yang biasa hingga mengejutkan. Mereka tahu bahwa buku laris itu dipengaruhi banyak faktor. Tapi kalau diselisik, penerbit yang bisa mendayakan berbagai faktor ituhanya sedikit; itu jelas dipengaruhi oleh kemampuan penerbit. Misal, sejauh ini hanya satu-dua penerbit Indonesia yang mampu beriklan secara rutin di media massa, antara lain GPU bareng sesama kawan di KKG, mengiklankan "Book of the Month." Meski begitu kini semua penerbit bisa beriklan lebih murah, ialah lewat milis ataupun blog.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Taufiq dari Ufuk Press menyatakan setidaknya ada tiga factor yang bisa membuat sebuah judul laku, pertama, reference's group kedua, word of mouth (getok tular); ketiga, buku yang "menggedor" pembaca. Begitu satu judul memenuhi salah satu faktor---idealnya memenuhi semua, bisa dijamin buku tersebut bakal dicari-cari orang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sayang kita sering dengar berita penerbit bisa malas-malasan  mendukung buku bila mereka kehilangan feeling bahwa judul tersebut  bakal laris. Kejadian menjengkelkan itu bisa menimpa siapa saja  Penerbit sering membiarkan satu judul bertarung sendirian di took melepaskan mereka menjalani tes pasar. Kalau sukses akan dicetak ulang, kalau gagal tinggal ditunggu pulang. Padahal fakta porsi terbesar keuntungan finansial buku jatuh ke penerbit, bukan penulis wajar bila penerbit yang mestinya mau mengusahakan agar produknya laku. Mau berhasil menjual seribu atau sepuluh ribu, jelas bergantung banyak pada keputusan penerbit bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;ORANG bisa mereka-reka jawaban apa pun untuk setiap keberhasilan dan  kegagalan sebuah buku Sebagian orang mengaku kepalanya mau pecah kebingungan menjual tiga ribu kopi dalam setengah tahun, namun sebagian lagi ternyata bisa cetak ulang tiga ribu kopi dalam seminggu. Mana lebih menyenangkan bagi insan perbukuan? Saya berani jamin, semua penerbit mau bukunya selaris jajanan pasar. Caranya bagaimana? Bikin buku terbaik yang bisa memenuhi kebutuhan public sebanyak mungkin. Apa rahasia buku seperti itu?"Sebagian dari buku terbaik dan paling menarik punya hal bertentangan yang menarik dan mengejutkan" begitu kata Susan Weinberg dari PublicAffairs. Hal menarik dan mengejutkan itu sering jadi misteri yang baru ketahuan setelah buku beredar, berhadap-hadapan dengan selera publik. Orang industri percaya memang selera massa bias diperkenalkan dan akhirnya dibentuk, tapi mereka bingung bila menyaksikan sebuah kebetulan meledak jadi booming, lantas jadi mode yang massif gila-gilaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anwar Holid di Milis Penulis Lepas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3773540716843577907?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3773540716843577907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3773540716843577907&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3773540716843577907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3773540716843577907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/02/laku-seribu-atau-sepuluh-ribu.html' title='Laku Seribu atau Sepuluh Ribu?'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-1618970027495991163</id><published>2008-02-19T22:25:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T22:44:43.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Teman'/><title type='text'>Hidup Bukan Untuk Mengeluh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak dipungkiri bahwa kita semua, rata-rata pernah mengeluh, entah karena kesulitan menjawab soal ujian, bingung mencari pacar, subsidi bulanan tak kunjung datang, rumah terendam lumpur, sawah tidak panen, banjir seperti yang terjadi di Jakarta juga berbagai daerah yang menyusul, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apalah arti sebuah keluhan, toh sebanyak apapun keluhan kita tak akan mampu merubah nasib yang terus bergerak mengikuti rel-nya, kekhawatiran pun tak akan mampu merubah apapun, bahkan hanya membuat kita rugi dua kali lipat, seperti pepatah arab "al hadzar la yugoyirul qodar" kekhawatiran tidak merubah takdir. Begitu pula dalam mengarungi kehidupan ini kita tak perlu khawatir yang berlebihan, lebih baik kita terus bergerak maju untuk berusaha semampu tenaga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ingat, badan celaka, terlalu ingat, badan binasa" sebuah pepatah yang mengingatkan kita dalam beraktifitas janganlah terlalu paranoid juga jangan terlalu gegabah, kedua-duanya merugikan. Seperti halnya jika kita menulis tanpa mengingat perasaan orang lain, mungkin bisa menjadikan kita celaka, begitu pula terlalu ingat dengan kritik orang lain, kita pun mungkin akan binasa, maka jalan terbaik adalah tetap menulis dengan resiko yang paling kecil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Irdloa jami'u al nâs, ghoyatun lâ tanâl" mencari keridloan semua orang, adalah sebuah tujuan yang tak bakal tercapai. Seperti kisah yang pernah saya tulis pada judul "Kisah Penunggang Khimar", semua orang punya pendapat yang berbeda dengan dasar yang berbeda pula, maka akan rugi jika kita menjadi manusia yang tak punya pendapat sendiri, dan terus-terusan mengikuti pendapat orang lain yang belum tentu baik untuk kita, bahkan kalau pun pendapat mereka salah, mereka pun tak akan mau ikut bertanggungjawab, maka kiranya tak perlu kita berharap semua orang setuju dengan pendapat kita, cukuplah pendapat mayoritas kita katakan lebih kuat jika kita dalam menentukan sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya kita butuh teman berbagi masalah yang sedang kita hadapi, ada pula yang suka menyimpan dan memendam masalah yang sedang terjadi tanpa ada pihak lain yang boleh menggugat apa yang sedang kita sembunyikan. Hal demikian terkadang membuat rahasia keluarga bocor kemana-mana namun jika yang menjadi teman berbagi adalah terpercaya akan mampu mendapat tawaran solusi yang harus ditempuh dimasa selanjutnya. Namun bagi yang memendam apa yang sebenarnya ia keluhkan, mungkin juga baik demi untuk tidak mengganggu orang lain, sebab mungkin orang lain pun tak akan dapat memberi solusi yang tepat, mungkin diam lebih hemat kata-kata. Namun juga berbahaya jika kemampuan membendung masalah lepas kontrol, maka sebaiknya saja hal demikian disalurkan secara cermat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sedkit banyak kita akan tetap mengeluh dengan masalah yang sedang kita hadapi, namun seyogyanya mengeluh itu jangan sampai berlebihan, cukuplah sebagai alat pengukur temperatur hati kita agar tidak terlalu senang disaat masalah itu hilang. Memang obat paling mujarab untuk menenangkan hati kita ketika terjadi masalah adalah berjalan-jalan melihat mereka yang lebih berat menanggung masalah mereka, misalnya kita semalam tidur kedinginan karena selimut kita basah kebanjiran, ternyata di trotoar ada orang tidur meringkuk berbantal batako pun tanpa selimut, melihat demikian tentu kita akan bersyukur bahwa kita masih bisa tidur dikasur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam hal positif kita perlu melihat mereka yang ada diatas kita agar kita semangat untuk belajar, beribadah, maupun hal-hal positif yang lain, biarlah jalan kita sedikit zig-zag jikalau jalan yang lurus itu terlalu mahal harganya, apalagi jalan tol, memang berjalan lurus itu sangat sulit, apalagi secara terus menerus. Memandang saja kita tak akan mampu selalu lurus kedepan, kita lebih suka menoleh ke kiri dan kekanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian mahalnya jalan yang lurus, hingga kita selalu berdo'a "tunjukkan kami jalan yang lurus" apalagi untuk melintas dijalan yang lurus perlu istqomah atau kontinyu, tentu tidak sembarang orang bisa kontinyu, misalnya sholat lima waktu adalah termasuk jalan yang lurus, untuk istiqomah kita masih belum mampu, maka tak heran terkadang kita masih meng-qodlo'nya, apa boleh buat ternyata memang berat untuk kontinyu, bahkan orang punya karomah pun belum tentu bisa istiqomah, sebagaimana pepatah arab "al Istiqomatu khoirun min alfi karomah" Istiqomah (kontinuitas) lebih baik dari seribu karomah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka biarkanlah orang-orang yang masih berusaha menuju istiqomah, tak perlu kiranya anda memberi stempel yang terlalu kasar terdengar ditelinga, toh anda pun belum tentu lebih baik diakhir nanti, sementara Allah maha besar dan menurutku jalan menuju-Nya sebanyak orang yang berjalan menuju-Nya, dan kita akan menemui Allah dengan sendiri-sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap . QS.6:94Kalau selama ini anda menganggap Allah sebagai musuh, maka anda pun akan berhadapan langsung face to face. Begitu pula jika kita selama ini menganggap Allah sebagai kekasih kita, maka kita pun akan bertemu face to face. Tidak pantas bagiku memaksa engkau menjadi kekasihNya, pun juga tak baik bagiku menganggap engkau adalah musuhNya, aku hanya akan mengikuti kata-kataNya siapa yang dianggap musuh bagiNya, dan siapa yang dianggap kekasih menurutNya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Muhammad Mu'allim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-1618970027495991163?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/1618970027495991163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=1618970027495991163&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1618970027495991163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1618970027495991163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/02/hidup-bukan-untuk-mengeluh.html' title='Hidup Bukan Untuk Mengeluh'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-9203325852988751853</id><published>2008-02-10T09:12:00.001+07:00</published><updated>2008-10-22T09:16:51.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Karena Menolong Karena</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Delapan belas tahun lalu, pertama kalinya saya mendengarkan satu ayat al-Qur’an tentang perintah Islam untuk tolong menolong. Penyampainya Ibu Mulyani, guru agama SD kami. Sayangnya beliau saat itu tak menjelaskan secara detail bagaimana membedakan tolong menolong secara baik dan buruk, sehingga kami sering menganggap memberi contekan untuk teman adalah termasuk didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan sederhana itu baru terjawab kemarin, ketika bertemu dengan sahabat lama, Akmal namanya. Menolonglah karena menolong itu kebaikan. Begitu katanya. Dalam menolong, kita tak perlu memikirkan sebab akibat dari pertolongan kita. Tentu menolong yang dimaksud ialah ‘alal birri wat taqwa, dalam kebaikan dan taqwa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akmal menyisipkan sebuah kisah di masa Rasulullah SAW untuk meyakinkan saya. Baginda Rasul pernah kedatangan tamu yang mengaku tengah kelaparan, padahal Rasul-pun dalam kondisi tak mempunyai sedikitpun makanan untuk si Fulan. Baginda kemudian bertanya kepada para sahabat, “Siapa di antara kamu yang sanggup melayani orang ini sebagai tamu pada malam ini?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang dari kaum Anshar mengajukan diri “Wahai Rasulullah, saya sanggup”. Orang Ansar itu pun membawa si Fulan ke rumahnya. Ia menjelaskan kepada isterinya, “Orang ini ialah tamu Rasulullah. Kita mesti melayaninya dengan sebaik-baik layanan sesuai kesanggupan kita..”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Isterinya menjawab, “Demi Allah! Sebenarnya tidak ada simpanan makanan, yang ada cuma sedikit, itu hanya mencukupi untuk makanan anak-anak kita”. Orang Ansar itu pun berkata, “Tidurkanlah anak-anak dulu. Hidangkanlah jamuan yang sedikit itu. Apabila kami mulai makan engkau padamlah lampu itu, sambil pura-pura membetulkannya kembali supaya tetamu itu tidak akan tahu hal sebenarnya” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rencana itu berjalan lancar. Seisi keluarganya, termasuk anak-anak terpaksa menahan lapar semata-mata untuk melayani tetamu itu makan. Dan Allah memuji mereka dalam sebuah firman “Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan” (QS. Al-Hasyr : 9)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Makin kekini, makin langka orang yang melakukan hal itu. Sangat langka sekali. Ya, menolong orang tak dikenal seperti hanya menumbuhkan pohon trauma kepada kebanyakan kita. Yang ada kini, setiap orang asing yang bertamu dirumah kita (apalagi kalau peminta-minta), selalu ditanggapi negatif. Sikap ini terlahir dari sebuah tips dari acara teve yang bertajuk informasi kriminal. Waspadalah, kata presenter acara itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah memang untuk waspada. Kesalahan kita ialah ketika selalu ada praduga bersalah (suuzhzhon) bagi sesiapa yang menurut kita asing. Padahal kita tidak akan pernah tahu, siapa yang paling mulia dimata Allah, kita atau orang asing sehadapan kita. Inna akramakum ‘indallaahi atqaakum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jangankan untuk orang asing, untuk orang yang kita kenal sekalipun, kita masih harus melihat dengan cermat perihal keuntungan dan kompensasi bagi kita serta bagaimana seharusnya si peminta tolong membalas budi baik kita. Na’udzubillah min dzaalik. Kami berlindung kepada Allah dari hal demikian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu menolong karena embel-embel diatas bukan mendatangkan hidangan kenikmatan syurgawi. Tapi menghapus benih-benih keikhlasan yang tak bisa dihargai dengan rupiah, dollar, atau mata uang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Bahwanya Allah menolong hamba-Nya, selama ia menolong saudaranya.” (Hadits Qudsy).“Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa. Dan janganlah tolong menolong dalam keburukan dan dosa” (QS al-Maa’idah (5) : 2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-9203325852988751853?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/9203325852988751853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=9203325852988751853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/9203325852988751853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/9203325852988751853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/02/karena-menolong-karena.html' title='Karena Menolong Karena'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-5596471535675372763</id><published>2008-02-05T06:17:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T06:24:06.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ke-Jogja-an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalender Wisata'/><title type='text'>Bodaya Jogja di Februari 2008</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a name="9"&gt;&lt;/a&gt;·         9 Februari 2008Pukul 09.00 WIB. AMMERTI BUMI TUNGGUL ARUM. Upacara ada bersih desa bumi Tunggul Arum, Turi, Sleman, sebagai rasa syukur atas keberhasilan dalam bertani.&lt;br /&gt;&lt;a name="10"&gt;&lt;/a&gt;·         10 Februari 2008Pukul 08.00 WIB. LABUHAN NELAYAN JALA NIDHI. Upacara adat yang dilakukan masyarakat untuk memohon tangkapan ikan yang melimpah.&lt;br /&gt;&lt;a name="11"&gt;&lt;/a&gt;·         11 Februari 2008. BARITAN SAPARAN PANGERAN JAYAKUSUMA. Upacara adat masyarakat Kalirejo Kokap untuk memohon keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;a name="14"&gt;&lt;/a&gt;·         14 Februari 2008. UPACARA ADAT KI AGENG WONOLELO. Upacara adat yang dilaksanakan masyarakat desa Wedomartani Ngemplak Sleman, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, atas jasa ki Ageng Wonolelo dalam penyebaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;a name="17"&gt;&lt;/a&gt;·         17 Februari 2008. Pukul 19.00 WIB. RUWATAN JOLOSUTRO. Upacara adat yang diselenggarakan di kawasan makam Sunan Geseng Sentono, Dusun Jolosutro Piyungan dalam rangka syukur kepada Tuhan YME atas limpahan rizki.&lt;br /&gt;·         22 Februari 2008 Pukul 09.00 WIB. SAPARAN GAMPING (BEKAKAK). Upacara adat yang diselenggarakan masyarakat Gamping, Sleman dengan menyembelih sepasang BEKAKAK (boneka pengantin) yang dibuat dari beras ketan dan gula jawa. Upacara ini dimaksudkan sebagai permohonan kepada Tuhan, agar dibebaskan dar bencana dan wabah penyakit.&lt;br /&gt;&lt;a name="22"&gt;&lt;/a&gt;·         22 Februari 2008. Pukul 09.00 WIB. SAPARAN KALIBUKO. Upacara adat yang diselenggarakan oleh masyarakat desa Kalirejo, Kokap, dengan latar belakang legenda Sunan Kalijaga, sebagai permohonan keselamatan warga Kalireja&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-5596471535675372763?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/5596471535675372763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=5596471535675372763&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5596471535675372763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5596471535675372763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/02/bodaya-jogja-di-februari-2008.html' title='Bodaya Jogja di Februari 2008'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-9004977773659798658</id><published>2008-01-12T09:39:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T09:46:36.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Jangan Pernah Merasa Aman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suatu hari, saya dan teman-teman mengikuti training untuk organisasi da’wah kami. Kami berangkat tidak secara bersamaan, karena peserta lain mengendarai sepeda motor. Saya beserta 3 orang teman menaiki mobil kijang tua yang isinya perlengkapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan kami isi dengan canda dan obrolan ringan yang tidak ada kaitannya dengan acara yang akan kami ikuti. Di tengah perjalanan, beberapa orang menyetop mobil yang kami tumpangi. Mereka kehabisan bus umum, karenanya, untuk bisa pulang harus dengan tanpa malu menyetop mobil yang lewat. Itulah budaya Jawa yang sampai kini masih subur di pedesaan, budaya tolong menolong tanpa pilah-pilih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, kami yang berada dalam mobil ngobrol bersama, walaupun kami tak pernah kenal sebelumnya. Akhirnya mereka bertiga turun setelah menempuh perjalanan lebih dari 15 menit dengan kecepatan 60-80 KM/Jam. Ucapan “matur nuwun” berkali-kali dari mereka mengakhiri pertemuan singkat kami dengan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami kembali meneruskan perjalanan dan obrolan yang sempat terputus tadi. Dalam tawa canda kami, tiba-tiba mobil tak seimbang, teman saya yang mengemudikan terus berupaya agar mobil kembali normal berjalan. Namun mobil tidak dapat dikendalikan, masuklah kami ke ladang jagung yang ada di sisi kanan jalan. Untungnya pada saat itu tidak ada kendaraan dari arah yang berlawanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami keluar dari mobil dengan rasa yang agak panik. Warga yang berada di sekitar mendekati lokasi kejadian. Mereka dengan ringan tangan membantu kami yang memang butuh pertolongan. Dengan berbagai cara mereka mendorong mobil agar bisa kembali ke atas jalan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu makin mendekati maghrib. Lalu lalang yang menyaksikan peristiwa itu berhenti sejenak untuk sekadar melihat atau mengucapkan kata simpati pada kami. Warga yang menolong kami sedikit demi sedikit berangsur pulang, yang tinggal hanya beberapa anak muda yang berperawakan kecil dan kurus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertolongan Allah, mobil berhasil diangkat. Kami keheranan, kenapa tubuh kami yang kurus kecil bisa mengangkat mobil yang sebegitu berat? Mereka puas karena telah berhasil membantu kami. Pemilik ladang pun memaklumi kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut ganti rugi atas rusaknya beberapa pohon mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, ada cinta dari Allah disetiap ketentuan-Nya. Campur tangan-Nya selalu datang tanpa diminta. Usaha kita akan selalu dinilai-Nya sebagai pelengkap atas do’a yang kita panjatkan. Kalau saja Allah berkenan, dan secara logika, mungkin kita sudah menghadap-Nya karena kejadian itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ujian Allah memang sebuah keniscayaan, semua pun meyakini. Setiap orang yang tertimpa musibah, sholat atau tidakkah ia, pasti sadar bahwa hal itu adalah ujian dari Allah. Dan mereka akan lebih dekat dengan-Nya ketika ujian menghampiri. Dan kembali melalaikan-Nya ketika kebahagiaan dan kemenangan sudah datang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak begitu senang dengan orang yang selalu meminta. Begitupun Allah. Namun, ’sepelit-pelitnya’ Allah, Dia masih berkenan memelihara kita dengan membiarkan kita berumur panjang dengan oksigen dan rizki yang melimpah. Sangat curanglah kita selaku manusia jika tidak pernah bisa membayar ongkos kehidupan dengan cara beribadah kepada-Nya. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin, kepada-Mu kami menyembah dan kepada-Mu kami meminta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang juga menjadi sifat umum manusia kini adalah rasa aman dari ujian Allah, karena kita hanya kenal istilah ujian setara dengan musibah. Ujian bukan hanya akan menimpa orang yang miskin atau lalai dari aktivitas penghambaan. Tapi ujian juga milik orang yang dikehendaki-Nya, beriman atau tidakkah ia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasa aman dari ujian Allah adalah rasa yang hanya dimiliki orang yang tidak meyakini akan ketentuan Allah. Bila kita memiliki rasa ini, maka perilaku yang akan keluar adalah rasa sombong dan tinggi diri. Bisa jadi dalam hatinya akan berkata “Lihatlah aku, tak pernah diuji Allah, berarti Allah memang sayang sama aku!!.”Allah memang tidak butuh dengan Ibadah kita. Allah juga tak pernah marah ketika kita tinggali. Namun kesombongan adalah salah satu sifat yang dibenci Allah, karena yang berhak untuk sombong hanya Ia. Maka ketika kita merasa aman, kemudian sombong, tinggallah tunggu waktunya menerima ujian yang menyakitkan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-9004977773659798658?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/9004977773659798658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=9004977773659798658&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/9004977773659798658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/9004977773659798658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/02/jangan-pernah-merasa-aman.html' title='Jangan Pernah Merasa Aman'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3690297508846912330</id><published>2008-01-05T05:54:00.002+07:00</published><updated>2008-10-23T06:17:00.781+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ke-Jogja-an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalender Wisata'/><title type='text'>Bodaya Jogja di Januari 2008</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;· 8 Januari 2008 : HAUL PANGERAN DIPONEGORO. Upacara memperingati wafatnya Pangeran Diponegoro di Obyek Wisata Goa Selarong, sebagai rasa hormat dan terimakasih atas perjuangannya melawan Belanda di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;· 8 Januari 2008 : NGGUMBRENGI. Upacara Adat warga dusun Karang Gede, Jatimulya, Kecamatan Girimulya, sebagai rasa syukur atas limpahan rizki.&lt;br /&gt;· 9 Januari 2008 : Pukul 12.00 WIB, MUBENG BETENG. Upacara keliling Benteng Kraton Yogyakarta oleh Kerabat Kraton dan warga masyarakat Yogyakarta, pada malam 1 Suro, tanpa berbicara (membisu).&lt;br /&gt;· 9 Januari 2008 : Pukul 19.00 WIB, MERTI BUMI KALIURANG. Upacara adat bertepatan Malam 1 Suro di Obyek Wisata Kaliurang. Upacara sebagai ungkapan rasa syukur warga masyarakat sekitar lereng Merapi.&lt;br /&gt;· 9 Januari 2008 : KIRAB TUMURUNING MAHESA SURO, Bertempat di Pantai Samas. Upacara adat Masyarakat Sri Gading untuk mengenang Legenda Maheso Suro yang di masa lalu berjasa bagi kesejahteraan masyarakat Bantul.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;· 9 Januari 2008 : Pukul 10.00 WIB. SEDEKAH PANTAI BARON, KUKUP, Bertempat di Pantai Baron dan Kukup. Upacara Adat oleh Masyarakat Baron dan Kukup sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.&lt;br /&gt;· 10 Januari 2008 : JAMASAN PUSAKA, Bertempat di Puncak Suroloyo, Dusun Keceme, Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo. Upacara Adat Jamasan Pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Kyai Manggoto Dewo.&lt;br /&gt;· 10 Januari 2008 : Pukul 12.30 WIB, SEDEKAH LAUT, Bertempat di Pantai Sadeng, Sundak, Baron. Upacara adat masyarakat Pantai Sadeng, Sundak, Baron yang dilaksanakan dalam rangka rasa syukur dan permohonan keselamatan serta perlindungan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;· 10 Januari 2008 : RITUAL GUNUNG LANANG. Upacara adat spiritual dan budaya yang dilaksanakan di dusun Bayeman, Sindutan, Temon, Kulon Progo.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="16"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;· 16 Januari 2008 : SURAN MBAH DEMANG. Upacara adat spiritual dan budaya yang dilaksanakan di desa Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman dalam rangka mengenang perjuangan Ki Demang Cokro Dikromo dalam mensejahterakan masyarakatnya.&lt;br /&gt;· 17 Januari 2008 : Pukul 13.00 WIB, SEDEKAH LAUT NELAYAN DEPOK. Upacara adat yang dilaksanakan masyarakat nelayan pantai Depok dalam rangka memohon keselamatan dalam melaut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="17"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;· 17, 18 Januari 2008 : Pukul 08.00 WIB, KIRAB BUDAYA DAN NGURAS KONG (ENCENG)Upacara tradisi mengganti air Kong (Enceh) di makam Imogiri yang diawali dengan Kirab Budaya.&lt;br /&gt;· 18 Januari 2008 : SEDEKAH LAUT PANTAI SADENG. Upacara adat yang dilaksanakan di pantai Sadeng Gunung Kidul sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.&lt;br /&gt;· 18 Januari 2008 : UPACARA ADAT BATOK BOLU. Upacara adat yang dilaksanakan masyarakat Sambiroto, Purwamartani, Kalasan, Sleman, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="18"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;· 18, 19 Januari 2008Pukul 10.00 WIB, SIRAMAN PUSAKA. Siraman Pusaka Kagungan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Manis Kraton Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="19"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;· 19 Januari 2008 SURAN. Upacara dalam rangka permohonan keselamatan yang dilakukan masyarakat Jawa pada tanggal 10 Suro .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="24"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;· 24 Januari 2008Pukul 07.00 WIB, LABUHAN HONDODENTO. Upacara adat yang dilaksanakan tanggal 15 Suro oleh Trah (Keluarga) Hondodento di Pantai Parangkusumo untuk memohon keselamatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3690297508846912330?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3690297508846912330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3690297508846912330&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3690297508846912330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3690297508846912330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2008/01/januari-2008.html' title='Bodaya Jogja di Januari 2008'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-2293420808180556708</id><published>2007-12-27T09:47:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T09:49:31.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Tetaplah Tersenyum</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bila kondisi hari ini masih seperti kemarin di mana harapan belum menjelma menjadi nyata. Tetaplah tersenyum. Bukan berarti Allah mengabaikan doa-doa kita. Kita tahu, Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya. ”Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya”‌ (QS Al mu’min : 60).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang dapat meragukan janji-Nya. Doa kepada-Nya ibarat sebuah investasi. Tak akan pernah membuat investornya merugi. Karena penjaminnya adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dzat Yang Maha Welas Asih itu, tak akan pernah ingkar janji. Tidak akan sia-sia munajat yang kita mohonkan pada-Nya, baik di waktu siang apalagi di sepertiga malam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika lebih banyak makhluk-Nya pulas, dalam dekapan dinginnya malam dan hangatnya selimut tebal. Bila belum ada perubahan berarti tentang rencana-rencana kita, tetaplah tersenyum. Allah lebih mengetahui apa-apa yang baik untuk kita. Yakinlah, bahwa ”Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan” (QS An Nahl:1).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui kapan sesuatu pas untuk kita, baik dalam sisi timing maupun momentnya. Allah, Pencipta alam raya ini, adalah sutradara hebat, yang tidak akan membiarkan kita terpuruk dalam keburukan. Selama kita yakin akan kekuasaan-Nya, yakin akan kasih sayang-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika semua serasa mandeg, tak ada kemajuan berarti. Tetaplah juga tersenyum. Allah punya cara sendiri untuk membuat kita senantiasa dekat dengan-Nya. Mungkin, semua ini dibuat-Nya untuk kita agar kita senantiasa hanyut dalam sujud-sujud panjang di penghujung malam. Senantiasa larut dalam tangis penuh harap, dalam buaian doa-doa panjang nan khusyuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua tak akan tersia-sia begitu saja. Allah, mencatat setiap upaya yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Segala sesuatu yang kita perbuat, sekecil apa pun itu, akan menuai balasan di sisi-Nya kelak. Niatkan semuanya hanya untuk meraih ridha-Nya, agar perjuangan hebat ini tak hanya bermakna sementara. InsyaAllah kita akan memetik buahnya kelak, di waktu yang telah Ia tentukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini fana. Tak ada yang kekal didalamnya. Pun perjuangan ini, pengorbanan ini, juga kesulitan ini. InsyaAllah, suatu hari nanti, harapan akan berbuah kebahagiaan. Akan menjelma menjadi kemudahan. Karena, sekali lagi, Allah telah menjamin:”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS Al Insyirah: 5-6)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Allah pasti akan memberikan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari sisi-Nya”‌ (QS Al Maidah:52)Tetaplah berbaik sangka kepada-Nya. Tetaplah berharap sepenuh hati kepada-Nya. Tetaplah gantungkan asa setinggi apa pun itu, hanya kepada-Nya. Sekali lagi, hanya kepada-Nya. ”Sesungguhnya, rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS Al A’raf: 56)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-2293420808180556708?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/2293420808180556708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=2293420808180556708&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2293420808180556708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2293420808180556708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/12/tetaplah-tersenyum.html' title='Tetaplah Tersenyum'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-2914597629861236314</id><published>2007-12-18T07:52:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T11:25:33.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pentingnya Bercerita untuk Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Kapan terakhir kali anda bercerita pada anak anda? Ada yang belum pernah sama sekali? Anda yang belum memiliki anakpun juga bisa mencoba mengingat-ingat kembali: kapan (atau pada umur berapa) terakhir kali anda didongengi oleh orangtua anda? Kalau anda mempunyai pengalaman mendongengi anak atau didongengi orangtua, maka selamat buat anda. Kalaupun anda tidak mempunyai pengalaman, anda juga tidak sendirian. Masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya bercerita bagi anak mereka, dan hal ini patut disayangkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kondisi sosio-kultur yang semakin sibuk dan ramai bisa dibilang turut memperparah gejala ini. Orangtua, dan tak jarang keduanya (ayah dan ibu), bekerja lebih keras dan lebih lama di luar rumah, sehingga mereka sudah kehabisan tenaga (kecuali untuk memencet remote control TV) untuk menghabiskan waktu bersama anaknya. Banyaknya pilihan media juga cenderung membuat orangtua membiarkan anaknya ’didongengi’ oleh film, acara TV, musik, buku, komik, internet, dan game yang belum tentu sesuai perkembangan usia mereka dan nilai-nilai yang ingin ditanamkan orangtua kepada anaknya. Padahal bercerita mempunyai dampak yang lebih buat anak dibandingkan dengan media-media yang lebih modern. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama-tama harus diingat adalah bahwa bercerita (storytelling) tidak sama dengan membacakan cerita (reading). Bagus Takwin dalam bukunya, Psikologi Naratif: Membaca Manusia sebagai Kisah (2007), memaparkan pendapat para tokoh-tokoh antropolog dan folklore mengenai keunikan aktivitas bercerita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, bercerita lebih dari sekedar membacakan cerita; dalam bercerita, kita juga menghidupkan kembali kisah (entah itu tulisan atau lisan) dengan menggunakan beragam keterampilan dan alat bantu. Dasar-dasar ilmu peran, seperti pengubahan suara, ekspresi wajah, gerak tubuh, menjadi sangat penting dalam proses bercerita. Pencerita juga melibatkan sebanyak mungkin Meskipun tidak menjadi kewajiban, penggunaan media bantu, seperti gambar sederhana, musik pengiring, atau model (misalnya boneka atau rumah-rumahan) dapat membantu menghidupkan kisah yang kita sampaikan dalam benak pendengarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun yang paling membedakan bercerita dari membacakan cerita adalah dimungkinkannya interaksi antara pencerita dan pendengar dari awal hingga akhir aktivitas bercerita. Dalam hubungan orangtua-anak misalnya, anak bisa mengusulkan atau memilih cerita tertentu yang ingin ia dengarkan pada saat itu. Ketika aktivitas bercerita tengah berlangsung, anak juga dapat memberi masukan kepada pencerita, bisa dari dari segi teknis (cara bercerita) atau dari isi cerita itu sendiri. Setelah cerita selesai, interaksi tetap bisa dipertahankan, misalnya dengan memandu anak untuk mengambil hikmah dari cerita tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika keterampilan, alat bantu, dan interaksi yang telah disebut di atas digunakan dengan baik, banyak manfaat yang bisa diperoleh anak (dan juga orangtua sebagai pencerita) dari aktivitas bercerita. Berikut adalah manfaat-manfaat yang bisa diperoleh tersebut (Takwin, 2007): &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Berbagi dan menciptakan pengalaman bersama dengan bantuan cerita dapat mengembangkan kemampuan anak menafsirkan peristiwa yang ada di luar pengalaman langsungnya. Melalui cerita-cerita yang disampaikan, pemahaman anak tentang dunia dapat diperluas dalam atmosfer yang penuh cinta dengan cara yang aman. Anak tidak perlu mengalami sendiri kejadian-kejadian berbahaya untuk memahami adanya bahaya. Anak tidak perlu mengalami penderitaan untuk memahami adanya penderitaan. Anak dapat memahami apa itu kebahagiaan dan bagaimana mencapainya, lalu memproyeksikan pemahamannya itu ke masa depan dan bergerak mencapainya di kemudian hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan memperkenalkan pola bahasa lisan kepada anak. Anak butuh pengalaman yang luas mengenai bahasa agar bisa belajar membaca dan menjadi pembaca yang unggul. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan mengembangkan kemampuan menyimak dan mendengar aktif pada diri anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan mengembangkan sikap positif anak terhadap buku dan membaca. Bercerita merupakan alat yang prima untuk memperkenalkan anak dengan dunia bacaan yang menakjubkan. Untuk tujuan ini, pencerita memegang dan membaca buku ketika bercerita agar anak memiliki asosiasi positif antara buku dengan kesenangan yang ia dapat dari mendengarkan cerita. Pencerita pun menjelaskan buku apa yang dibacanya sebagai sumber cerita yang disampaikannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan menyumbang kepada perkembangan sosial dan kognitif melalui pengalaman yang dibagikan lewat cerita serta ikut serta menghayati kebahagiaan atau kesedihan, keberuntungan, atau kemalangan orang lain. Melalui penceritaan, anak-anak dapat belajar empati, dalam arti menempatkan diri pada posisi orang lain, mengembangkan kepedulian, serta memahami keterkaitannya dengan orang lain dalam dunia bersama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan menyumbang kepada kesehatan mental anak serta menolong anak belajar mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapinya. Dengan bercerita, pencerita dapat membantu anak mengembangkan kemampuan pengelolaan dirinya melalui pemberian struktur bagi khayalan dan fantasinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan membantu anak untuk mengembangkan sebuah sistem nilai etis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Kegiatan bercerita memperkenalkan anak dengan kisah-kisah klasik yang teruji kualitasnya dan umum dikenal orang karena hal-hal baik yang dikandungnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan membantu anak menambah perbendaharaan kata. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Cerita menghibur dan menyenangkan anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan memperkaya anak di pelbagai ranah kurikulum, seperti bahasa, sejarah, budi pekerti, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan sosial. Bahkan dewasa ini bercerita sering dijadikan media untuk belajar matematika. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Cerita membantu anak untuk dapat menghargai kekayaan budayanya serta kekayaan budaya bangsa lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan memfasilitasi anak untuk mendapatkan hikmah dari cerita yang dapat ia perbandingkan dengan pengalamannya sehari-hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Penceritaan melenturkan pikiran anak dan membantu anak belajar memahami hal-hal dari beragam sudut pandang; meningkatkan kompleksitas pikiran anak. Cerita memfasilitasi imajinasi dan fantasi dalam rangka pengembangan kreativitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-2914597629861236314?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/2914597629861236314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=2914597629861236314&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2914597629861236314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/2914597629861236314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2005/12/pentingnya-bercerita-untuk-anak.html' title='Pentingnya Bercerita untuk Anak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-662403711073179527</id><published>2007-11-12T09:50:00.001+07:00</published><updated>2008-10-22T09:51:47.897+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>'Syarat' Sombong</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sombong adalah salah satu sifat yang diprakarsai oleh iblis. Beberapa kisah telah banyak menyebutkan, bahkan ada juga dalam al-Qur’an tentang kesombongan iblis. Iblis menolak mentah-mentah perintah Allah untuk menyembah Adam yang baru diciptakan-Nya dengan berbahan tanah. Beberapa mufassirin (ahli tafsir) memperkirakan sebab iblis melakukan hal demikian. Iblis diciptakan dari Api, sedangkan Adam dari tanah. Iblis juga diciptakan lebih awal, kebalikannya Adam baru saja jadi. Iblis lebih lama ibadahnya kepada Allah, Adam belum pernah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini pasti menjadi pertanyaan : Kenapa iblis beribadah pada Allah? karena sebelum iblis berlaku sombong, iblis dikategorikan ke dalam malaikat dan termasuk taat kepada Allah selayaknya malaikat lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan Iblis menjadi kesombongan pertama yang dilakukan makhluk Allah atas perintah-Nya kepada hamba-Nya. Allah kemudian murka dan melaknat iblis untuk masuk neraka-Nya, namun iblis kemudian meminta syarat kepada Allah, yakni untuk menyesatkan anak manusia dan menjadi temannya selama di neraka kelak. Allah setuju, Allah menjamin kalau orang-orang beriman akan selamat dari godaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan, biasanya muncul karena memiliki kelebihan. Kelebihan harta, rupa, posisi kehormatan dan status keluarga bisa memicu kedatangan sombong. Bahkan, kelebihan dalam ibadah tidak memungkinkan untuk terhindar dari sombong juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Fir’aun, siapa yang tidak kenal dengan raja yang memiliki dukungan terkuat ini. Ia hidup di zaman nabi Musa. Kelebihannya memang diakui seluruh masyarakat. Tukang sihir yang banyak, kekuasaan yang mutlak dan harta yang melimpah, bahkan kesehatan badan yang tak pernah terganggu membuat para mentri-mentrinya bersepakat untuk menjadikannya sebagau tuhan. Dengan senang hati “jabatan” tuhan itu disandangnya. Ketika nabi Musa mengingatkannya untuk kembali kepada Allah swt, Fir’aun malah menyerangnya dengan berbagai cara, hingga melakukan pengejaran terhadap pengikut nabi Musa as di semenanjung laut merah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ditenggelamkanlah ia oleh-Nya karena kesombongannya, dan dibuat-Nya kaku sebagai pelajaran bagi warganya. Setelah Fir’aun mati, pengikutnya kehilangan jejak nabi Musa dan menjalani apa-apa yang dulu pernah diajarkan nabi Musa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masih di zaman nabi Musa, kali ini dari saudagar kaya yang bernama Qarun. Harta yang berlimpah dan gudang yang berblok-blok tak membuatnya berlaku rendah hati dan memberi kepada yang membutuhkan. Nabi Musa berkata kepadanya “Hey Qorun, bayarlah zakat dari hartamu, sesungguhnya dalam hartamu ada hak-hak mereka”, namun dengan ketusnya Qorun menjawab “Hey Musa, silahkan bawa ajaranmu itu ke orang kaya yang lain yang hartanya itu dibantu dari Tuhanmu. Ini hartaku bukan harta Tuhanmu, ini hasil jerih payahku…”. Bukan main sombongnya Qorun yang memiliki kunci gudang yang hanya bisa diangkat 7 orang besar. Allah swt kemudian menghendaki Qorum tertimbun harta dengan gudang-gudangnya, mati dalam tanah. Lalu, ada cara lain untuk bisa sombong?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya, kita boleh sombong, dengan satu syarat saja, yakni dengan membayar ongkos kehidupan kepada Allah SWT dari semua unsur. Kita mesti menghitung berapa yang ada pada diri kita harga kulit beserta pori-porinya, tangan beserta jari dan kuku-kukunya, kaki beserta jari dan kuku-kukunya, badan beserta lubang pusarnya, kepala beserta rambut dan mata dan hidung dan telinga dan mulut, serta berruas-ruas tulang sekujur tubuh. Bukan cuma itu saja , kita juga mesti membayar oksigen yang kita hirup sehari-hari sejak lahir sampai nanti mati, bayar biaya rizki yang telah Dia limpahkan melalui berbagai sarana, bayar sewa tempat yang di ciptakan-Nya yang selama ini kita tempati yaitu bumi. Dan-lain-lain yang mesti kita bayar.Sanggupkah? Jika kita tidak sanggup, maka buat apa sombong karena pada akhirnya hanya mengembalikan kita ke tempat yang dipenuhi pengikut Iblis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-662403711073179527?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/662403711073179527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=662403711073179527&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/662403711073179527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/662403711073179527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/11/syarat-sombong.html' title='&apos;Syarat&apos; Sombong'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-1677955754999124421</id><published>2007-10-28T06:20:00.001+07:00</published><updated>2008-10-29T11:46:15.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernyataan Sikap'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot Issue'/><title type='text'>Sumpah Pemuda (Sekedar Tahu..)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pertama : &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;KAMI POETR POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kedua : &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;KAMI POETRA POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ketiga : &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;KAMI POETRA POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Djakarta, 28 Oktober 1928&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan diWaltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928. Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Peserta : Abdul Muthalib Sangadji, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Purnama Wulan Abdul Rachman, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Raden Soeharto, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Abu Hanifah, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Raden Soekamso, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Adnan Kapau Gani, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;RamelanAmir (Dienaren van Indie), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Saerun (Keng Po), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Anta Permana, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sahardjo, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Anwari, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sarbini, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Arnold Manonutu, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sarmidi Mangunsarkoro, AssaatSartono, Bahder Djohan, S.M. Kartosoewirjo, Dali, Setiawan, Darsa, Sigit (Indonesische Studieclub), Dien Pantouw, Siti Sundari, Djuanda, Sjahpuddin Latif, Dr.Pijper, Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken), Emma Puradiredja, Soejono Djoenoed Poeponegoro, Halim, R.M. Djoko Marsaid, Hamami, SoekamtoJo Tumbuhan, Soekmono, Joesoepadi, Soekowati (Volksraad), Jos Masdani, Soemanang, Kadir, Soemarto, Karto Menggolo, Soenario (PAPI &amp;amp; INPO), Kasman Singodimedjo, Soerjadi, Koentjoro Poerbopranoto, Soewadji Prawirohardjo, Martakusuma, Soewirjo, Masmoen Rasid, Soeworo, Mohammad Ali Hanafiah, Suhara, Mohammad Nazif, Sujono (Volksraad), Mohammad Roem, Sulaeman, Mohammad Tabrani, Suwarni, Mohammad Tamzi, lTjahija, Muhidin (Pasundan), Van der Plaas (Pemerintah Belanda), Mukarno, Wilopo, Muwardi, Wage Rudolf Soepratman, Nona Tumbel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Catatan : Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempatdi Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama SieKong Liong. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjauKongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang yaitu Kwee Thiam Hong, Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok, Tjio Djien kwie. (Sumber : Museum Sumpah Pemuda, Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-1677955754999124421?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/1677955754999124421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=1677955754999124421&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1677955754999124421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1677955754999124421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/10/sumpah-pemuda-sekedar-tahu.html' title='Sumpah Pemuda (Sekedar Tahu..)'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6366708235232698589</id><published>2007-10-23T12:01:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T12:09:05.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Bumi Tak Bulat Lagi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiada yang lebih indah dari ikatan yang tak sementara. Kalau kita hanya kenal saat satu moment, tentu teman berbagi kita hanya sementara. Tidak begitu mengasyikkan. Terlalu statis. Sementara hidup itu dinamis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beda lagi jika kita mengikuti sebuah forum, apapun itu, dan kemudian kita jalin satu ikatan sehangat persaudaraan. Tentu lebih menggairahkan. Rasa hidup akan lebih berwarna. Bukan hanya putih atau hitam, tapi ada kuning, biru, merah atau biru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berartinya hidup ialah karena adanya orang lain. Orang bisa dibilang pintar karena ada yang kurang pintar. Atau bisa dijuluki sebagai orang kaya harta karena ada si miskin papa. Meskipun begitu, kita tak bisa menyimpulkan bahwa hidup bukan memperbandingkan antara yang lebih dengan yang kurang. Tapi hidup adalah belajar membandingkan kenapa bisa terjadi kelebihan dan kekurangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bukan lagi zamannya menyementarakan ikatan, meski aktifitas kita segudang. Ada banyak pintu untuk menguatkan itu. Friendster telah memfasilitasi pertemuan banyak orang yang sejak SD berpisah. Atau Facebook yang lebih mirip biografi online, dan bukan 1 atau 2 orang yang membacanya. Kini WAYN mulai marak, ikut menjadi perantara indahnya persahabatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dunia kita sudah semakin sempit. Bumi seperti tak bulat lagi. Tak sampai angka 50cm, kita bisa melihat bumi dan merasakan keberadaan kita. Meski semenara ini maya. Yang kita hadapi memang sekotak monitor, tapi monitor itu bekeja atas perintah kita. Tiap waktu kita genggam hp, itu pun atas perintah kita. Computer dan hp tak bisa otomatis tanpa bekerja tanpa jari kita. Tinggal kitanya saja yang mau atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi inget, jangan ‘main mata’, meski dengan mudah kita bias melakukannya. Kalau kita sudah ‘main mata’, tanggung sendiri akibatnya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6366708235232698589?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6366708235232698589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6366708235232698589&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6366708235232698589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6366708235232698589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/10/bumi-tak-bulat-lagi.html' title='Bumi Tak Bulat Lagi'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-5557546024176723856</id><published>2007-08-20T09:41:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T09:47:34.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Training Shoum Buat Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Anak di training untuk shoum (puasa)? Bukankah bermain itu dunia anak–anak? Dan sudah pasti mereka menyukainya. Bagi kita orang tua,walaupun kelihatannya sepele hal ini tidaklah mudah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;            Bagaimana menyampaikan apa yang kita tahu tentang puasa itu dengan cara yang menyenangkan kalau bisa melalui bermain. Ini melalui persiapan dan ketekunan. Apa saja yang perlu dilakukan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.PERSIAPAN &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Persiapan Ruhiyah dan akal.&lt;br /&gt;Anak yang akan dilatih perlu dipersiapakan dulu mental/ruhiyahnya dan akalnya.Semua keharusan dan larangan dalam berpuasa dijelaskan dan disajikan dalam bentuk cerita,demikian juga faedah dan ganjaran yang akan diperoleh. Dalam menyampaikan pesan-pesan tersebut gunakan kalimat yang positif, ringkas dan jelas serta menggunakan contoh yang kongkret. Misalnya “kAlau kita puasa ,kita makan paginya lebih cepat, makan siangnya ditahan dan makan malamnya pas waktu maghrib tiba. Jangan dikatakan bahwa kalau puasa itu kita tidak makan sepanjang hari,dari pagi sampai sore.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Begitu juga saat menjelaskan manfaat puasa bagi kesehatan,yaitu dengan mengumpamakan perut kita sebagai mobil yang jalan terus tanpa pernah diservis. Tentu mobil itu akan rusak. Nah sekarang perut kita perlu istirahat waktu siang saja, supaya tidak mudah rusak. Kan perut kerjanya juga seperti mesin mobil dstnya. Pahala Ramadhan juga diceritakan dengan mengambil kisah-kisah nabi dan apa yang dialami Rosulullah. Cerita ini bisa didapatkan di toko-toko buku. Dalam persiapan mental ini agar anak dibawa berkunjung ke rumah kakek nenek atau famili, teman tetangga untuk saling bermaafan sebelum menjalankan puasa. Ajarkan niat berpuasa. Kita harus menyampaikan yang sebenarnya, bahwa berpuasa itu dimulai sejak matahari terbit sampai matahari tenggelam. Bukan kalau umurnya sekian bisa sepertiga hari kalau sedikit lebih besar bisa setengah hari. Tetapi kalau anak tidak kuat mereka bisa berbuka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;b. Persiapan fisik&lt;br /&gt;            Pastikan anak dalam kondisi kesehatan yang prima sebelum Ramadhan mulai. Jika perlu lakukan pemeriksaan kesehatan. Libatkan anak baik untuk membersihkan rumah maupun menghiasnya. Hiasan yang dibuat sebaiknya ditentukan oleh anak sendiri. Latih anak dengan lagu-lagu yang gembira atau nasyid mengenai Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. PELAKSANAAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;-Jadikan rumah bernuansa shoum dengan tidak meletakkan makanan di tempat yang terbuka.&lt;br /&gt;-Tidak ada yang makan di depan anak yang berpuasa, termasuk menyuapi adik kecil di depan mereka.&lt;br /&gt;-Berusaha menjauhkan anak dari teman-temannya yang tidak berpuasa.&lt;br /&gt;-Memberitahukan guru bahwa anak berpuasa, sehingga di sekolahpun anak mendapat dorongan.&lt;br /&gt;-Bila anak merengek lapar, besarkan hatinya. Buatlah mainan seperti yang disebut dalam hadits tadi, bacakan cerita atau mengerjakan pekerjakan pekerjaan yang tidak banyak mengeluarkan energi.&lt;br /&gt;-Usahakan agar siang hari anak tidur siang dahului dengan membacacerita atau bermain ditempat tidur.&lt;br /&gt;-Siapkan menu berbuka dan sahur yang sesuai dengan kesukaannya.&lt;br /&gt;-Patokannya : cukup gizi, halal dan baik,aman bagi kesehatan (tidakterlalu dingin, panas, pedas atau asam.&lt;br /&gt;-Libatkan anak untuk menyiapkan bukaan. Siapkan makanan yang? manis-manis(3 butir korma=2.000 kalori).&lt;br /&gt;-Buatlah jadwal imsakiyah yang menarik dengan gambar warna-warni. Gambar ini kalau bisa berfungsi untuk menghitung berapa hari anak sudah berpuasa.&lt;br /&gt;-Siapkan hadiah setiap hari untuk anak, walaupun itu bentuknya pujian, dekapan dan ciuman, makanan buka puasa, membacakan buku cerita, main congklak bersama, stiker kecil atau hal-hal lain sesuai dengan keadaan dan kreatifitas orang tua.&lt;br /&gt;-Hindari suasana membangunkan yang tergesa-gesa dan tegang. Siapkan dulu makanan dan minuman yang disukai dan bangunkan anak dengan menyebutkan nama makanan tersebut. Untuk anak yang lebih besar tanyakan bagaimana cara yang dia inginkan untuk dibangunkan sahur. Dan ikuti kesepakatan tersebut.&lt;br /&gt;-Variasikan makan waktu sahur, bisa roti, kentang atau mie. Perhatikan minum anak, karena mereka tidak boleh kekurangan cairan . Minuman tidak harus air, kalau ada rezeki bisa susu atau jus buah. Selama berlatih tetaplah peka akan kondisi anak, janagan sampai? anak terlalu lemah atau mengalami dehidrasi. Kaidah melatih anak untuk shoum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan pelatihan ini ada beberapa hal yang sangat perlu kita perhatikan:&lt;br /&gt;1. Kegiatan ini harus dipahami sebagai kegiatan pelatihan, pengkondisian dan penyiapan anak agar akrab denagn aktifitas ibadah bukan hal yang final. Ini adalah proses pendidikan jadi bukan hasil yang kita harapkan Oleh karena itu kebijaksanaan yang diterapkan harus tetap fleksibel bergantung pada keadaan anak, umur,fisik dan mentalnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Anak-anak masih dalam proses tumbuh kembang, supaya diperhatikan agar proses pelatihan shoum ini tidak mengabaikan kenyataan ini. Artinya anak balita yang shoum harus diperhatikan kebutuhan gizi dan tidurnya selama platihan berlangsung. Karena jika tidak., pelatihan ini akan berubah menjadi penganiayaan anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Pendidik harus istiqomah niat dan tekadnya karenba Allah azza wa jalla bukan supaya tidak malu jika ditanya teman atau untuk meningkatkan status sosial di masyarakat. Ingatlah pahala yang dijanjikan karena pada hakekatnya keberhasilan pelatihan ini bukan melulu prestasi anak namun lebih menunjukkan pada prestasi orang tua karean merekalah yang banyak berperan baik sebagai promotor maupun sebgai supervision. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4.   Ada banyak dampak psikologis yang harus dimengerti orang tua:&lt;br /&gt;a.  Anak biasanya akan menjadi sedikit rewel karena puasa menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan mental biasanya sekitar jam 10.00 pagi, selepas dzuhur,ketika ashar dan menjelang berbuka. Perhatikanlah jam-jam rewel anak dan siapkan diri.&lt;br /&gt;b. Puasa melatih anak untuk bisa mengendalikan dorongan dalam dirinyasehingga bisa menahan pemuasan segera (melatih kecerdasan emosi)&lt;br /&gt;c. Puasa menumbuhkan kemampuan anak untuk merasakan kesulitan oranglain dan memupuk rasa santun pada orang-orang yang kurang beruntung.&lt;br /&gt;d. Membantu anak memiliki akhlaq mulia terutama jujur. Allah swt melihat dan tahu apakah anak puas atau tidak.&lt;br /&gt;e. Meningkatkan penghayatan dan pengamalan agama kareana suasana dan semua orang Islam di seluruh dunia melakukannya.&lt;br /&gt;f. Pelatihan puasa membuat anak menjadi lebih dekat dan akrab dengan orang tuanya. 5.         Saat pelatihan shum sebaiknya orang tua mengurangi kegiatannya dan jika bekerja di kantor usahakan segera pulang bila jam kantor telah selesai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-5557546024176723856?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/5557546024176723856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=5557546024176723856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5557546024176723856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5557546024176723856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/08/training-shoum-buat-anak.html' title='Training Shoum Buat Anak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-7460838883006451152</id><published>2007-08-01T09:39:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T09:41:30.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Melatih Anak Puasa, Why Not?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tanpa dirasa, sebentar lagi Ramadhan tiba. Bulan yang penuh rahmah dan berkah. Bulan yang penuh dengan pengampunan dan pembebasan dri api neraka. Buat kita orang tua, yang telah berpuluh kali menjalani puasa tentu sudah tahu apa tujuan, makna dan faedah puasa, tapi bagaimana dengan anak-anak kita? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Apa yang terjadi akhir-akhir ini di negara kita tentunya mendorong kita untuk semakin memperhatikan pendidikan anak-anak kita agar mereka bisa menjadi anak-anak yang sholeh dan solihah . Anak-anak yang ketika dewasa nanti bisa menjadi muslim yang baik, anak yang taqwa dan selalu mendahulukan Allah, ketika kita harus pergi menghadap Allah, dia bisa menyembahyangkan dan selalu mendoakan kita pula, ketika kita menjadi penghuni alam barzah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Untuk itu marilah kita manfaatkan semaksimal mungkin kesempatan emas dengan datangnya Ramadhan yang mulia ini untuk memberikan latihan-latihan ruhiyah bagi anak-anak kita, dengan mempersiapkan dan melatih mereka menjalankan ibadah puasa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Kapan anak sudah bisa kita latih berpuasa? Untuk menjawab pertanyaan ini marilah kita simak sebuah hadits ketika seseorang bertanya kepada Rosulullah tentang : Kapan seorang anak dilatih untuk shalat? Rosulullah menjawab: “ Jika ia sudah dapat membedakan tangan kanan dan tangan kirinya.” Kalau kita memperhatikan hadits di atas, menurut bapak ibu usia berapa anak kita bisa membedakan tangan kanan dan tangan kirinya? Tentu sekitar 2 sampai 3 tahun bukan?. Pada hadits yang lain Rosulullah saw bersabda : “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat pada usia 7 tahun dan pukulah ia pada usia 10 tahun (jika meninggalkannya )” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dari Sabrah bin Ma’bad Al-Juhani ra). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya Tarbiyatul Aulad fil Islam mengatakan bahwa perintah mengajar shalat ini dpat disamakan untuk ibadah lainnya seperti shoum dan haji bila telah mampu. Mengikuti kedua hadits dan pendapat di atas, dapat dikatakan bahwa seperti halnya shalat maka puasapun sudah dapat diperkenalkan pada anak sejak mereka berusia dua atau tiga tahun, yaitu ketika mereka sudah tahu membedakan tangan kanan dan tangan kirinya. Kalau memang sudah demikian kata Rosulullah tentu tidak ada alasan buat kita membantahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Bagaimana dasar ilmiyah dan psikologisnya melatih anak anak sejak dini?&lt;br /&gt;1.  Hasil temuan tentang otak yang dipublikasikan bulan Oktober tahun 1997 di Amerika menunjukkan bahwa pada saat lahir Alllah iu membekali manusia dengan 1 milyar sel-sel otak yang belum terhubungkan satu dengan yang lainnya. Sel-sel ini akan saling berhubungan bila anak mendapat perlakuan yang penuh kasih sayang, perhatian, belaian bahkan bau keringat orang tuanya. Hubungnan sel-sel tersebut mencapai trilliun begitu anak berusia 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;            Dari usia 3 sampai 11 tahun terjadi apa yang disebut proses restrukturisasi atau pembentukan kembali sambungan-sambungan tersebut. Hal-hal yang tidak ulang-ulang akan menjadi lapuk dan gugur. Bila temuan ini kita hubungkan dengan hadits di atas, maha benar Rosulullah bahwa kita perlu memperkenalkan berbagai hal kepada anak kita termasuk di dalamnya masalah beribadah sedini mungkin dan mengulang-ulangnya selama 7 tahun, sehingga pada usia 10 tahun anak kita bukan saja sudah mampu melakukannya dengan baik tapi juga insya Allah telah memahami makna pentingnya ibadah tersebut sehingga ia rela menerima sanksi bila ia tidak menunaikan ibadah tersebut dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.  Kita mengetahui bahwa anak lahir dalam keadaan fitrah, sehingga mudah dibentuk sesuaidengan apa yang diinginkan orang tuanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Pada usia muda, anak menerima nilai dan kebiasan yang kita tanamkan dengan mempercayainya tanpa argumen . Usia 0-3 tahun ego anak belum begitu berkembang sehingga dia tidak seperti anak yang lebih besar yang egonya sudah mengalami perkembangan lebih baik, sehingga gampang protes. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Masa anak-anak adalah masa yang sangat menentukan bagi pembentukan kepribadiannya kelak. Hal-hal yang baik maupun buruk yang terjadi dimasa balita mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupannya kelak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Memanfaatkan daya ingat anak yang kuat semasa kecil seperti pepatah Arab : Belajar diwaktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Sebelum usia 5 tahun tokoh identifikasi anak adalah orang tua. Bila dia bertambah besar dan lingkungan pergaulannya sudah melebar dari hanya rumah maka anak juga mulai mengidentifikasi orang-orang lain di sekitarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. Mendidik anak tidak sama dengan mengajar. Mendidik anak adalah membantu anak mencapai kedewasaan baik dari segi akal, ruhiyah dan fisik.Jadi apa yang kita lakukan adalah membantu anak untuk kenal dan tahu sesuatu, kemudian dia mau dan bisa kemudian menjadi biasa dan terampil mengamalkannya. Hal ini bukan saja membutuhkan waktu yang lama tetapi juga kemauan yang kuat, kasabaran, keuletan dan semakin awal memulainya semakin baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-7460838883006451152?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/7460838883006451152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=7460838883006451152&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7460838883006451152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7460838883006451152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/08/melatih-anak-puasa-why-not.html' title='Melatih Anak Puasa, Why Not?'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-4198194596589574153</id><published>2007-05-26T15:02:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T15:05:08.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ke-Jogja-an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Hebat, Indonesia Urutan ke-3!!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Indonesia berada di urutan ketiga dalam urusan pornografi setelah Russia dan Swedia. Fakta itu terungkap dalam deklarasi Komite Indonesia Indonesia untuk Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi (KPIP3) di Jogja kemarin. "Itu terjadi karena mudahnya menjangkau media pornografi," papar Dra Hj Numi Akhma dari Dewan Pengarah KPIP3 Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebuah studi dilakukan Puska Komunikasi FISIP UII pada 2005 di tiga kota, yaitu Palembang, Manado, dan Sumenep. Hasilnya, ketersediaan dan kemudahan menjangkau produk media pornografi merupakan faktor stimulan utama bagi remaja untuk mengonsumsi pornografi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perkembangkan teknologi internet adalah satu motivasi penyebab meningkatnya jumlah itu. Dari data yang dihimpun KPIP3 terungkap, pada 1997, terdapat 22.100 situs porno di internet. Tiga tahun kemudian meningkat sepuluh kali.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pornografi dan pornoaksi di tingkat lokal Jogja tidak kalah marak. Guru gesar Fakultas Psikologi UGM Prof Kuntjoro PhD mengungkapkan banyaknya sex shop di kota budaya dan pendidikan itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurut dia, lebih dari 25 sex shop di Jogja. "Sebanyak 25 ini hanya di Jogja, belum lagi Sleman dan daerah lain. Tapi, tidak ada yang ngatur," ungkapnya. Dia menyatakan, sex shop turut membantu menurunkan tingkat pelacuran. Dibandingkan dengan prostitusi, dari segi finansial, sex shop lebih murah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-4198194596589574153?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/4198194596589574153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=4198194596589574153&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4198194596589574153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4198194596589574153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/05/hebat-indonesia-urutan-ke-3.html' title='Hebat, Indonesia Urutan ke-3!!'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-8449126031983559288</id><published>2007-05-19T15:06:00.001+07:00</published><updated>2008-10-30T15:11:02.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Dan Satlantas-pun Ngaji</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sabtu pagi itu, jam masih menunjukan pukul 05.45. Tapi, hiruk pikuk sudah terlihat jelas di sekitar Mapolres Kediri. Tidak hanya di pasar yang, memang, lokasinya dekat markas polisi itu, tapi juga di kantor pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemarin bahkan terlihat ramai. Jika sehari-hari kendaraan yang parkir di depan kantor pelayanan SIM itu berjajar rapi, saat itu justru sebaliknya. Dan, karena lokasinya tidak luas, kendaraan-kendaraan itu meluber hingga depan kantor Bhayangkari. Hampir semua motor yang terparkir adalah motor dinas milik satlantas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesan lain juga terlihat dari polisi sikap polisi yang berdatangan. Mereka terlihat terburu-buru. Dan bergegas memasuki salah satu ruangan di kantor SIM itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari jauh, sayup-sayup terdengar suara orang mengaji, yang berasal dari ruang tes teori. Lantunan ayat-ayat yang dibaca pun juga tidak asing di telinga orang muslim. "Yaaasiiin....," lantunan ayat Alquran itu disuarakan bersamaan oleh anggota satlantas yang berada di ruangan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya bintara, anggota yang berpangkat perwira pun terlihat khusuk membaca ayat demi ayat. Di tangannya, mereka memegang buku kecil berisi Surat Yasin. Sebagian dari mereka ada yang beberapa kali mengatupkan mulutnya tanda menahan kantuk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hampir setengah jam mereka membaca surat yang panjangnya mencapai 83 ayat itu. Selesai membaca surat Yasin mereka menutupnya dengan bacaan doa. Baru kemudian melakukan sarapan bersama. Meski hanya nasi bungkusan, semua anggota sama sekali tidak canggung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ya, pengajian ini kami gelar setiap Sabtu Pagi," ujar Kasatlantas AKP Hariyanto sat ditemui usai acara Yasinan itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hariyanto mengatakan, sebelum dirinya pindah tugas di Kediri, kegiatan pengajian tersebut pernah digalakkan oleh kasatlantas sebelumnya. Sayang, seiring padatnya tugas yang harus dijalankan, kegiatan pengajian tersebut sempat tersendat-sendat pelaksanaannya. Karena merasa sebagai sesuatu yang penting bagi anggotanya, Hariyanto kembali menghidupkannya. "Jangan hanya jasmaninya yang kelihatan sehat, tapi rohaninya juga perlu mendapat suntikan," tutur Hariyanto yang mendampingi Kapolres Kediri AKBP Aries Wahyu Sutikno.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Soal dipilihnya Surat Yasin, Hariyanto mengatakan karena banyak sekali faedah yang didapat bagi siapa saja yang membacanya. Namun selain itu, tujuan lain adalah terciptanya rasa kebersamaan antaranggota kesatuan. Dengan kebersamaan semacam ini, masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dengan mudah. "Kadang juga menjadi ajang keluh kesah (curhat) anggota yang punya masalah di lapangan," tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hariyanto berkisah, dulu ketika berdinas di Jakarta, dia melihat polisi yang bertugas selalu sibuk. Beban tugas sangat banyak dan berat. Sampai-sampai, untuk menjalankan kewajiban salat pun mereka terkadang sampai tidak sempat. Begitu pindah dari Jakarta, Hariyanto mengaku bersyukur karena beban tugas yang dipikul agak ringan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya ajaran agama sebagai landasan hidup tampaknya betul-betul ditanamkan oleh Hariyanto kepada anak buahnya. Hariyanto mengaku bisa marah kepada anggotanya yang masih sibuk bekerja saat adzan tanda panggilan salat dikumandangkan. "Apa sih beratnya, tidak usah lama hanya 10 menit saja," terangnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anggota yang ikut dalam pengajian tersebut mengaku senang dengan digelarnya acara pengajian Sabtu Pagi. Seperti halnya Bripka Bambang Kurniawan, anggota unit kecalakaan. Kendati sebelum digelar pengajian dia harus piket hingga pagi hari, Bambang mengaku tetap senang melakukannya. "Ya dianggap belajar mas, kalau di rumah kan belum tentu sempat," tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menariknya kegiatan tersebut juga diikuti oleh anggota satlantas yang non-muslim seperti Aiptu Ketut Alit, kanit SIM yang beragama Hindu. Saat ditanya keikutsertaannya, Ketut mengaku semua dilakukan karena dia ingin menjaga kebersamaan sesama anggota lantas. "Dari sini saya justru juga dapat ilmu baru yang belum saya ketahui," pungkasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-8449126031983559288?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/8449126031983559288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=8449126031983559288&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8449126031983559288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8449126031983559288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/05/dan-satlantas-pun-ngaji.html' title='Dan Satlantas-pun Ngaji'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-8217245929622412992</id><published>2007-04-29T15:19:00.002+07:00</published><updated>2008-10-30T15:48:00.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Ketika Hati Nurani Terkikis Oleh Absensi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya sedang berada di ruang front office untuk pelayanan mahasiswa sore itu, sekalian menunggu jemputan pulang. Di depan saya duduk seorang mahasiswi sedang menunggu waktu kuliah. Saya sibuk dengan pekerjaan saya, dia sibuk dengan handphone-nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiba–tiba masuk seorang mahasiswa dari luar dengan nafas tersengal–sengal. Dia langsung terduduk di lantai, tepat disamping mahasiswi yang duduk didepan saya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma melirik dengan sudut mata saya, tingkah mahasiswa kan aneh–aneh. Ada bangku tapi malah selonjoran dilantai. Freak!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswi    : “kenapa lu?”&lt;br /&gt;Rupanya mereka saling kenal.&lt;br /&gt;Mahasiswa   : “kagak, gue ngejar waktu aja nih, takut telat”&lt;br /&gt;Mahasiswi    : “belooom..bu Paulina belom dateng, trus lu kenapa duduk di situ?”&lt;br /&gt;Mahasiswa   : “panik gue…!”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mahasiswa itu berdiri dan pindah duduk persis disamping mahasiswi.&lt;br /&gt;Mahasiswi   : “Bu Paulina udah dateng belom sih mba?”&lt;br /&gt;Mahasiswi ini ganti bertanya kepada karyawan front office disamping saya.&lt;br /&gt;Mba           : “belum liat say…, belum dateng kali”&lt;br /&gt;Mahasiswa   : “ah sialan! serius mba belum dateng???” dia bertanya kesal kepadanya.&lt;br /&gt;Mba           : “Hussss…”&lt;br /&gt;Mahasiswa   : “kirain gue udah telat, sial..gue udah nabrak orang tadi sampe nyusruk, buru–buru..eee die belom dateng lagi! Ah kampret!”&lt;br /&gt;Mba          : “Innalillahi !!!!” kali ini saya menghardiknya pelan. Mba sebelah saya geleng – geleng.&lt;br /&gt;Mahasiswa   : “bukan gitu mba, gue tadi nabrak orang naek motor sampe nyusruk, gue pake mobil, tapi karena gue buru–buru makanya tuh orang gue tinggal. Gue ngabur aja. Untung sepi gak ada orang liat. Kagak tau dah gimana nasibnya tuh orang!”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dia berdalih. Tapi mukanya nda memperlihatkan kalo dia menyesal. Kayak sedang bercerita abis nonton sinetron. Kali ini saya menatapnya serius. Mahasiswi didepan saya juga menatap nda percaya, “Gila lo!!!serius lo???”  tanyanya serius. Mahasiswa itu mengangguk cuek.&lt;br /&gt;Mba          : ”trus, kamu nda nolongin orangnya??” penasaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu menggeleng cuek. Nyengir. Saya ikut mendelik, seakan say ingin langsung mengeluarkan pendapat. Sambil melongo atas mahasiswa itu, saya rampungkan kerja saya yang tinggal sedikit. Mahasiswi disebelahnya geleng – geleng.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mahasiswa   : ”abis gimana mba? Ibu Paulina kan disiplin banget. Gue udah dua kali gak lulus mata kuliahnya dia, masa gara–gara gue nolongin orang yang nyusruk tadi, gue harus nggak lulus ketiga kali sih mba? “ ujarnya berdalih sambil menutup mukanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya kali ini bener–bener melongo. Saya ikut heran. Sekaligus nda percaya. Hanya bisa beristighfar berulang–ulang.&lt;br /&gt;Saya          : “are u insane???? Tolongin dong deee….yang kamu tabrak kan manusia?!! bukan benda atau hewan??!” saya sedikit histeris. Saya stress ngeliat gayanya yang cuek banget.&lt;br /&gt;Mahasiswi     : “tau lo, kucing aja lo tabrak bisa cilaka, orang lagi lu tabrak kagak lu tolong!”  Saya menunggu responnya. Mahasiswa itu mengusap mukanya.&lt;br /&gt;Mahasiswa     : “yah sorry dah, Allah juga tau lah kalo gue buru–buru! Mudah–mudahan tuh orang selamet dah, nggak napa–napa, maap Ya Allah.. saya buru–buru.. swear!”&lt;br /&gt;Mba                 : “tau nggak kamu, kalo Allah berkehendak, bisa jadi kamu tetep nggak lulus mata kuliah Bu Paulina atau Allah membalik nasib kamu seperti nasib orang yang kamu tabrak tadi gimana?” ujarnya gemas&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya terdiam, mengusap muka lalu menepuk jidatnya. Kurang pasti juga dia menyesal atau tidak. Sedangkan saya sibuk dengan pertanyaan dalam hati ; bagaimana bisa orang secuek itu ya? emang udah nggak ada hati nuraninya lagi apa ya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiba–tiba teman saya yang menangani masalah perkuliahan masuk. Dua orang mahasiswa tadi langsung menyerbu ,”Bu Paulina udah dateng belum mas?” tanya mereka hampir bersamaan. “udah dateng dari tadi, pindah ke ruang 312” ujar temanku. Sambil menggerutu mereka segera menghambur keluar ruangan. Dan sepertinya mahasiswa yang menabrak orang naik motor dengan mobilnya sampe ‘nyusruk’ tadi, langsung melupakan kejadian naas yang baru saja dialaminya tanpa rasa bersalah. Masalah itu hilang bersama angin yang membawanya serta ke ruang 312. “Innalillahi wa inna illaihi roji’uun…”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sedang terjadi dengan ‘hati nurani’ manusia saat ini ya? Yang terkikis ternyata nggak cuma moral dan urat malu, bahkan hati nurani juga sudah terkikis. Lalu bagaimana Allah mengampuni kita semua?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-8217245929622412992?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/8217245929622412992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=8217245929622412992&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8217245929622412992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8217245929622412992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/04/ketika-hati-nurani-terkikis-oleh.html' title='Ketika Hati Nurani Terkikis Oleh Absensi'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-8149426789891726961</id><published>2007-04-12T16:34:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T16:42:12.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorotan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>SMA Al-Fattah Ditarget BIN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mulai tahun ini, siswa lulusan SMA Unggulan BPPT Al Fattah Siman Sekaran, Lamongan menjadi salah satu target perekrutan personel intelejen oleh Badan Intelejen Negara (BIN). Kehadiran Kepala BIN Syamsir Siregar dalam rangka kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al Fattah Sabtu lalu (7/4) sempat menimbulkan tanda tanya banyak pihak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kepala BIN, biasanya kehadirannya di suatu tempat dilakukan secara tertutup. Namun, saat berkunjung di ponpes yang membawahi SMA Unggulan BPPT Al Fattah tersebut, kehadiran pria yang juga mantan tim sukses Presiden Susilo Bambang Yudoyono itu justru dilakukan secara terbuka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Spanduk-spanduk yang dipasang di berbagai tempat menginformasikan tentang rencana kedatangannya. Kalangan wartawan di Lamongan juga mendapat undangan. Tentu saja kebiasaan yang "ngowahi adat" tersebut sempat membuat heran anggota BIN. "Memang biasanya kegiatan beliau dilakukan secara tertutup, tapi kali ini menjadi spesial karena dilakukan secara terbuka," kata salah seorang anggota BIN kepada Radar Bojonegoro.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syamsir tiba di kediaman pimpinan Ponpes Al Fattah, KH Agus Abdul Majid sekitar pukul 12.00. Saat diminta memberikan sambutan, dia menyatakan kehadirannya di ponpes tersebut dalam rangka program perekrutan calon intelejen yang akan diambil dari lulusan SMA Unggulan BPPT Al Fattah. "Lulusan SMA tersebut ternyata cukup unggul dan tersebar di berbagai perguruan tinggi favorit, sehingga kami memilihnya untuk bisa masuk ke Sekolah Tinggi Intelejen Negara (PTIN) di bawah BIN," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syamsir, program rekrutmen seperti itu juga dilakukan terhadap lulusan sekolah-sekolah unggulan lain se-Indonesia. "Para lulusan yang unggul tersebut akan diberi wawasan kebangsaan yang matang sehingga akan bisa menjadi personel intelejen yang mumpuni untuk kepentingan bangsa dan negera," imbuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA Unggulan BPPT Al Fattah Sunah menyatakan, pihak BIN sebenarnya telah meminta pihaknya agar mengirimkan lulusan masuk PTIN mulai tahun ini. Namun, pihaknya sedang mengkaji apakah tawaran itu diterima tahun ini atau baru tahun depan. "Kami tidak ingin menerima program itu hanya sekali atau dua kali pengiriman saja, tetapi ingin seterusnya sehingga perlu dipersiapkan lebih matang," tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sunah, sebenarnya SMA-nya juga pernah menerima tawaran agar para lulusan dikirimkan ke Akademi Militer (Akmil). Serta, tawaran ikatan pendek penerbang TNI selama 1,5 tahun dengan ikatan dinas selama 10 tahun. "Semua biaya pendidikan di tiga lembaga tersebut siap ditanggung BIN," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sunah, alumnus dari sekolahnya ada yang kuliah di Universitas Indonesia, IPB Bogor, ITB Bandung, ITS Surabaya, dan UGM Jogjakarta. "Bahkan ada yang mendapat beasiswa bersekolah ke Jerman," imbuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, pembelajaran di sekolahnya diutamakan ke ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta ketaqwaan. "Alumnus di sekolah kami mungkin banyak terserap di bidang iptek, kalau bidang politik banyak disumbang dari Ponpes Gontor Ponorogo," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-8149426789891726961?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/8149426789891726961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=8149426789891726961&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8149426789891726961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8149426789891726961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/04/sma-al-fattah-ditarget-bin.html' title='SMA Al-Fattah Ditarget BIN'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6234357487392446145</id><published>2007-03-15T09:28:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T09:36:00.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Agar Anak Tidak Maniak TV</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dalam era informasi saat ini rasanya tak ada satu keluarga pun yang tidak memerlukan pesawat TV. Dengan si kotak ajaib ini kita bisa menikmati siaran TV, tayangan dari VCD, play station, nintendo, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, semua itu merebut sebagian besar waktu dan perhatian kita terutama anak-anak. Melarang mereka menonton atau menikmati berbagai bentuk hiburan seperti diatas jelas tak mungkin. Yang diperlukan justru pengaturan yang tepat agar anak-anak kita tidak menjadi maniak nonton berbagai bentuk tayangan TV. Berikut beberapa kiat yang bisa digunakan: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Untuk satu keluarga cukup sediakan satu pesawat TV. Hindari satu kamar satu pesawat TV, karena hal ini menyulitkan pemantauannya. Dengan cuma ada satu pesawat TV, kita bisa menjadikannya sebagai media berkumpul. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Matikan pesawat TV pada jam-jam tertentu. Misalnya, Pukul 19.00 - 21.00, yang merupakan jam-jam belajar. Ini memerlukan kesepakatan dengan anak-anak. Sebaliknya, kita juga perlu membuat kesepakatan untuk menonton acara-acara TV atau tayangan VCD pada jam-jam tertentu sebagai media untuk berkumpul dan bisa dinikmati bersama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Buat acara tandingan. Bila anak sudah tergila-gila program acara TV tertentu, buat acara keluarga yang lebih menarik pada waktu yang sama. Misalnya, makan di luar rumah atau jalan-jalan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Dampingi anak ketika menyewa atau membeli VCD atau piringan game. Ini dimaksudkan agar anak tidak memilih materi yang tidak cocok dengan usianya atau tidak mendidik. Ketika dia bermain pun sebaiknya kita dampingi dan ajak mereka berdiskusi, memberi apresiasi, dan kritik. Beri pula pengertian bahwa adegan yang ditontonnya cuma hasil rekayasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Dorong mereka ikut kegiatan lain di sore hari. Misalnya, kegiatan kesenian, olahraga atau bentuk permainan yang mendidik lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Ciptakan kondisi agar anak suka membaca. Caranya dengan menyediakan bacaan sesuai tingkat usia mereka di rumah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;- Libatkan mereka dalam kegiatan rumah. Misalnya, berkebun, membersihkan rumah, atau merawat hewan piaraan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6234357487392446145?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6234357487392446145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6234357487392446145&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6234357487392446145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6234357487392446145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2000/10/agar-anak-tidak-maniak-tv.html' title='Agar Anak Tidak Maniak TV'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3798598709393999643</id><published>2007-03-01T09:20:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T09:26:43.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><title type='text'>Memilih Media untuk Anak Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kata-kata kasar, perkelahian, dan berbagai kekerasan lainnya sudah menjadi pemandangan yang biasa di televisi. Bahkan acara anak pun tidak bersih dari adegan-adegan semacam itu. Apa akibatnya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beberapa tahun yang lalu, Inggris gempar dengan tewasnya seorang balita akibat penganiayaan yang dilakukan 3 anak berusia 7-8 tahun. Alasan ketiga anak tersebut sangat sederhana, mereka ingin mencoba adegan yang telah mereka saksikan di televisi. Lalu benarkah pendapat bahwa menonton kekerasan di televisi merupakan jalan keluar bagi dorongan agresif yang terpendam ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bukan sahabat yang baik orangtua boleh tidak suka, tapi kenyataannya sebagian besar anak banyak menonton televisi. Bahkan sebagian dari mereka lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi daripada di sekolah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak ahli pendidikan yang bersuara mengenai minimnya tayangan yang layak dikonsumsi anak, tapi tampaknya hal itu belum menjadi perhatian utama insan pertelevisian. Semakin banyaknya acara anak ternyata tidak didukung dengan kelayakan, dalam artian menghibur sekaligus mendidik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa acara yang baik seperti animasi impor Blue's Clues atau acara dalam negeri Tatitu memang mengajarkan anak untuk berpikir logis. Tapi kebanyakan acara justru mengajarkan kekerasan dan nilai-nilai kehidupan yang murahan. Salah satu sinetron anak-anak yang ditayangkan pada hari Minggu misalnya, hanya karena ingin mengganti pemain, dimuatlah adegan penyiraman air keras ke muka pemeran utama. Lebih mengerikan lagi, pelakunya sama sekali bebas dari hukuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana siaran berita yang dulu menjadi tontonan wajib anak sekolah? Banyak orangtua yang menganggap sinetron, telenovela, dan film-film jagoan sebagai 'perusak' moral anak; tapi siaran berita yang diasosiasikan sebagai bentuk pendidikan, bebas dari tudingan tersebut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa siaran berita pun sebenarnya merupakan bentuk dari entertainment yang seringkali memberikan pandangan yang keliru dari kenyataan. (Ingat, di luar negeri Indonesia pernah mempunyai citra sebagai negeri yang mengerikan. Padahal di sini kita tetap merasa aman.) Siaran berita pun salah satu panggung kekerasan. Jika dulu berita kriminal hanya dibacakan, kini ditayangkan kondisi fisik korban pembunuhan, penangkapan tersangka yang kerap diwarnai dengan tembak-menembak, bahkan juga rekonstruksi pembunuhan yang menunjukkan bagaimana pembunuhan dilakukan. Berita semacam itu, terkadang terselip di antara acara anak-anak!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendapatkan pengalaman tidak enak berkaitan dengan penyelipan berita di antara acara anak-anak. Saat anak saya yang berumur 4 tahun sedang menyaksikan kartun, tiba-tiba muncul adegan demonstrasi mahasiswa yang diwarnai dengan keributan dengan aparat. Tayangan itu dengan jelas menunjukkan aparat memukuli mahasiswa. Anak saya yang bercita-cita menjadi polisi langsung berteriak, "Polisinya jahat! Orang cuma demo kok dipukuli sampai berdarah!" Cita-citanya pun berubah, ia tidak mau menjadi polisi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dampaknya Beragam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada pendapat bahwa tayangan kekerasan merupakan jalan keluar untuk menyalurkan dorongan agresi yang sifatnya bawaan. Pendapat itu mungkin dipengaruhi oleh teori Freud, tapi kenyataan menunjukkan hal yang berbeda. Untuk membuktikannya, beberapa penelitian di Amerika Serikat melaporkan bahwa anak yang menonton film kekerasan menjadi lebih agresif daripada anak yang hanya menonton film kartun tanpa kekerasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian jangka panjang yang melibatkan 800 anak laki-laki usia 8-9 tahun menunjukkan, anak yang mempunyai kebiasaan menyaksikan acara yang mengandung kekerasan lebih agresif daripada anak yang menyaksikan sedikit acara kekerasan. Setelah 10 tahun - anak-anak yang menjadi objek penelitian sudah berusia 1 8-1 9 tahun - anak yang lebih agresif di masa kanak-kanak ternyata semakin bertingkah laku agresif sehingga sebagian dari mereka mempunyai catatan kriminal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan anak perempuan? Bersyukurlah karena anak perempuan sejak kecil biasanya telah dikondisikan untuk bertingkah laku tidak agresif. Tapi dengan semakin banyaknya jagoan perempuan dalam tayangan anak, kesimpulan penelitian semacam itu pasti segera berubah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang mungkin muncul dari tayangan kekerasan di televisi adalah rasa takut. Adit (8 tahun) yang menonton berita mengenai bom Marriott menjadi begitu ketakutan, sehingga merasa perlu untuk menelepon ayahnya agar berhati-hati. Ketakutan mencekam juga dialami Dion (4 tahun) ketika menyaksikan adegan Arie dihukum ayahnya dalam film Arie Hanggara. Selama beberapa malam ia tidur mengigau dan di siang hari ia terus membahas tentang film itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agar Dampak (Buruk) Tidak Berkelanjutan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlukah orangtua melakukan penyensoran terhadap acara televisi yang ditotonton anak-anak? Tentu saja perlu. Sebagaimana makan, menonton televisi pun memerlukan 'diet'. Sebelum memperbolehkan anak menyaksikan suatu acara, orangtua sebaiknya telah menetapkan aturannya. Diet televisi tidak saja dapat melindungi anak dari tayangan yang berpotensi memiliki dampak negatif, tapi juga mempengaruhi selera anak. Lebih baik lagi jika Anda mendampingi anak setiap kali menonton televisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika tayangan televisi sudah telanjur mempengaruhi tingkah laku anak? Anak yang manis tiba-tiba menjadi kasar atau anak pemberani tiba-tiba berubah menjadi cengeng?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orangtua biasanya gusar jika anaknya menjadi agresif, suka memukul atau berkata buruk. Jika hal itu terjadi, selain mengurangi waktu menonton televisi dan menggantinya dengan kegiatan yang tidak merangsang agresivitas seperti berenang, anak perlu terapi hadiah dan hukuman (reward and punishment). Berilah hukuman yang berarti, seperti pemotongan uang saku setiap kali anak melakukan kekerasan; dan berikan hadiah mainan, buku, atau makanan kecil yang disukai jika dalam waktu tertentu ia tidak bertindak agresif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membatasi waktu menonton televisi juga perlu diterapkan pada anak yang menjadi takut. Tapi selain itu, Anda harus selalu siap dengan berbagai penjelasan. Akan lebih mudah menjelaskan hal yang dilihat jika anak sudah berusia 7 tahun. Dengan pelukan dan mengkomunikasikan perasaannya, anak biasanya sudah bisa tenang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi menjelaskan pada anak yang masih kecil adalah suatu tantangan. Memberi pengertian pada anak bahwa kisah Harry Potter hanyalah khayalan dan dia hanya purapura diserang oleh troll (sejenis makhluk sihir) cukup menyulitkan. Apalagi jika harus menjelaskan bahwa pembunuh sadis Sumanto itu sudah ditangkap (ia pasti akan bertanya, "Kalau lepas bagaimana?") dan tempatnya jauh dari tempat tinggal Anda (ia mungkin akan bertanya, "Dia 'kan bisa naik bis."). Kesabaran Anda dalam hal ini sangat dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3798598709393999643?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3798598709393999643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3798598709393999643&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3798598709393999643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3798598709393999643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/03/memilih-media-untuk-anak-kita.html' title='Memilih Media untuk Anak Kita'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-1927728845912861113</id><published>2007-02-15T09:09:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T09:14:35.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Anak Kita atau 'Anak TV'?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiap pagi, pekerjaan rutin saya adalah mengantar keponakan saya dan enam anak lainnya ke sekolah. Mereka adalah anak kelas 1 hingga 3 SD. Saya sekaligus merangkap menjadi sopir. Tiap pagi pula, saya menyetelkan lagu anak-anak untuk mereka. Pilihan saya tentulah Tasya, Sherina, Kenny tau si Kembar Ita dan Tara. Kenapa mereka? Menurut penilaian saya, mereka menyanyikan lagu anak yang relatif sehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Suatu hari, seorang dari anak-anak itu berkata, "Abang (mereka semua memanggil saya Abang, meniru keponakan saya), sekali-kali nyetel Westlife dong..." Waduh! Saya terkejut mendengar permintaan itu. Saya katakan, saya tidak punya kaset Westlife. Tetapi ternyata, beberapa hari sesudahnya, toh Westlife terdengar juga dari radiotape mobil kami. Seorang anak membawa kaset Westlife dari rumahnya. Oke-lah, saya pikir, sesekali boleh juga mengalah. Dan saat lagu Westlife mengalun, hampir semua anak ikut bernyanyi. Tentu saja dengan lirik berbahasa Inggris yang amburadul. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Pada kesempatan lain, saya tak sengaja menyetel kaset berlabel "Swara Perempuan". Ini adalah kaset kumpulan lagu para penyanyi perempuan Indonesia yang konon "bersuara empuk". Ketika saya ingin mengganti kaset itu dengan kaset lagu anak-anak, para penumpang cilik itu protes. "Yang tadi aja Bang! Yang tadi aja!" Akhirnya, dengan sekali lagi berkomentar "waduh!", saya kembali menyetel kaset itu dengan berkata, "Sekali ini saja ya... soalnya ini bukan kaset untuk anak-anak. Ini kaset lagu orang besar." Seorang anak menyahut, "Ah... aku biasa kok mendengarnya!" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Saya terkejut karena dua di antara anak-anak itu amatlah fasih ikut menyanyikan lagu-lagu yang diputar. Padahal, dari lagu-lagu tadi, hanya ada satu yang dinyanyikan oleh anak-anak, yakni Sherina. Selebihnya adalah penyanyi perempuan dewasa antara lain: Reza, Kris Dayanti, Rossa, Melly Goeslaw, Shelomita, dan Shanti. Dan lagu-lagu yang dinyanyikan sungguh bersyair dewasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Ampun, pikir saya, dua anak ini benar-benar anak TV! Lagu-lagu yang diputar itu adalah lagu yang biasa mereka dengar dan lihat videoclipnya di televisi. Mereka pasti sering menontonnya hingga hapal syair-syairnya. Padahal, saya ingat, sejumlah videoklip itu menyajikan adegan sensual di dalamnya. Videoklip Reza atau Shanti misalnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Anak-anak ini pada kesempatan lain mengobrol tentang hantu. Ternyata, obrolan itu datang karena mereka menonton serial Ghost Stories yang ditayangkan Metro TV. Saya menghela nafas. Itu acara TV yang terlarang di rumah saya. Saya segera teringat dengan buku-buku teks ilmu komunikasi yang saya pelajari. Di dalam buku-buku itu dituliskan berapa makin lama anak-anak kita makin terbiasa dengan media sejak usia dini. Anak-anak kita besar dengan media. Media laksana babysitter bagi mereka. Sayangnya, kualitas babysitter ini kebanyakan buruk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Saya juga teringat dengan buku After the Death of Childhood. Sesuai dengan judulnya, buku bagus ini bercerita tentang matinya masa kanak-kanak, antara lain akibat kehadiran media. Mengapa demikian? Media massa mengenalkan anak-anak pada kehidupan dewasa. Itulah yang membuat anak-anak tercerabut dari masa kanak-kanak yang seharusnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Sejak kecil anak-anak sejak kecil sudah mengenal banyak hal dari aspek kehidupan orang dewasa, sehingga ia terperangkap dalam kedewasaan baik secara fisik, psikologis, ataupun sosial. Anak-anak tahu hubungan laki-perempuan, seks, kekerasan, dan perilaku-perilaku anti-sosial sejak mereka masih sangat kecil. Dari mana? Dari media tentu. Padahal, anak-anak belum siap untuk itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Lihatlah film kartun anak-anak. Isinya banyak yang terkait dengan hubungan laki-perempuan dan seks. Popeye, Crayon Sinchan, dan Sailor Moon adalah beberapa diantaranya. Kemudian, iklan TV. Mari lihat Irex, Promag, Rapet Wangi, atau pompa air Sumitsu, dan juga beberapa iklan yang di perankan oleh Inul. Semuanya menjual seks, padahal iklan-iklan itu bisa saja ditayangkan pada jam tayang keluarga, dan tentu saja anak-anak ikut menontonnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Atau, lihatlah tabloid-tabloid porno yang dijajakan di pinggir jalan. Anak-anak setiap saat dapat melihatnya. Mereka sejak kecil sudah melihat gambar perempuan dewasa nyaris telanjang, dan itu seks. Kemudian, ada pula sinetron, telenovela atau film yang menampilkan hubungan laki-perempuan atau seks secara eksplisit. Sekaligus, dari kisah-kisahnya anak-anak dapat menangkap cerita tentang penyelewengan, perceraian, dan krisis hubungan laki-perempuan lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Ada pula videoclip yang menjual seks. Ada perempuan-perempuan nyaris telanjang di danau yang menari dan bergoyang sensual. Belum lagi, syair yang dinyanyikan yang kadangkala mengandung muatan seks pula. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Kemudian, mereka juga belajar kekerasan dari media melalui film kartun, film dewasa, dan sinetron. Dari sini kadang-kadang anak belajar bahwa kekerasan adalah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Mereka juga mengenal horor sejak mereka sangat kecil. Kemungkinan karena dirumah para orang dewasa menonton acara TV Ghost Stories, Percaya tak Percaya atau serial yang menampilkan Mak lampir. Sekaligus, dengan menonton acara-acara yang demikian, anak-anak berkenalan dengan dunia klenik. Daftar ini akan bertambah panjang jika kita juga berbicara tentang profanity, kata-kata vulgar, kasar, dan tidak sopan yang sering jadi langgam bicara para tokoh yang tampil di sinetron atau film. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Bahkan, menyedihkan sekali, kalau toh anak-anak kita jejali dengan hanya materi TV berlabel "acara anak-anak", mereka juga tidak dapat terbebas dari virus yang buruk itu. Anak-anak yang tampil dalam acara anak-anak banyak yang telah teracuni, tampil bak orang dewasa. Mereka sungguh-sungguh miniatur orang dewasa. Gaya bicara dan penampilan anak-anak itu persis seperti orang dewasa, karena mereka meniru gaya orang dewasa. Contohnya adalah Joshua.             &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi begitulah. Potret media kita memang mengkhawatirkan buat anak-anak kita. Karena itu, sedapat mungkin, jauhi anak kita dari media-media yang potensial membawanya ke arah pengenalan kehidupan orang dewasa. Kalau toh kita dengan selektif mengizinkan anak kita mengkonsumsi media, jangan biarkan dia mengkonsumsinya sendirian. Dampingi anak kita, ajak dia bicara jika ada muatan media yang kita rasakan "terlalu dewasa". Tentu saja anak perlu mengenal kehidupan orang dewasa, tapi itu nanti, pada saat yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-1927728845912861113?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/1927728845912861113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=1927728845912861113&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1927728845912861113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1927728845912861113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/02/anak-kita-atau-anak-tv.html' title='Anak Kita atau &apos;Anak TV&apos;?'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-1497028155435067365</id><published>2007-02-01T09:14:00.002+07:00</published><updated>2008-10-19T09:19:18.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Anak dan Media (yang Meresahkan)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Media menjelma dalam berbagai bentuk dan sarana yang berkembang dan baru antara lain media cetak, radio, televisi, dan komputer. Dewasa ini merupakan jaman media. Kemajuan teknologi semakin memacu dampak media itu menjadi berjuta–juta kali. Dahulu pengaruh itu melalui gelombang suara, tetapi sekarang sudah meningkat dalam bentuk gambar hitam-putih, berwarna, bersuara, dan hidup. Keunggulan tekhnologi menambah besarnya pengaruh media bagi masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Media :&lt;br /&gt;1. Media Bacaan&lt;br /&gt;            Ini merupakan media yang paling luas penyebaran dan pengaruhnya serta mudah berpindah tempat. Ia tidak membutuhkan perantara untuk memindahkan informasi yang ada ke dalam pikiran pembaca, tapi bekerja sendiri untuk menyerap kandungannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Media Audio&lt;br /&gt;            Alat ini memiliki keistimewaan tersendiri karena lebih banyak menyibukkan satu indera saja yaitu 'indera pendengaran'. Ia memindahkan informasi dan menyerapnya ke dalam otak hanya melalui pendengaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Media Audio Visual&lt;br /&gt;            Alat ini merupakan media yang membawakan suara dan gambar sekaligus. Ia menyibukkan dua indera sekaligus, yakni pendengaran dan penglihatan. Ia mampu memukau penoton dengan sempurna pada materi media yang dihidangkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Media Komputerisasi&lt;br /&gt;            Alat ini merupakan media hasil kemajuan dunia tekhnologi. Ia menyuguhkan informasi dalam dunia maya ke seluruh dunia. Komunikasi dan informasi dapat disuguhkan dalam bentuk tulisan, suara, dan gambar dalam waktu lebih effisien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;            Media diibaratkan seperti pedang bermata dua. Dia merupakan alat ampuh dalam memberikan manfaat semaksimal mungkin kepada masyarakat, tapi dia juga dapat menghancurkan segala yang telah dibangun sekian lama dalam tempo relatif singkat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dampak Media dalam Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;            Dewasa ini media modern mempunyai kecenderungan lebih banyak memasukkan kebatilan daripada kebenaran yang semuanya diperindah dengan gambar, warna, yang dapat mendatangkan keasyikan (melalaikan). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Media televisi&lt;br /&gt;            Menyuguhkan film – film barat, yang bersifat keras, dan kriminalitas, amoral (film porno), cerita picisan dll, nyanyian dengan lirik yang kurang baik. Terkadang menyuguhkan penjelasan ilmiah tentang bahaya rokok bagi kesehatan tetapi di tempo yang lain menawarkan rokok istimewa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Media Komputerisasi&lt;br /&gt;            Menyuguhkan situs – situs porno, dari mulai gambar, suara, kartun, CD porno, game dst. Berjamurnya warnet – warnet yang menyuguhkan media ini, membebaskan orang untuk dapat menggunakan media komputer dan internet tanpa harus memilikinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Media Bacaan&lt;br /&gt;            Dewasa ini menjadi tradisi media cetak berwarna menampilkan berbagai gambar wanita yang menjadi unsur yang hina. Kehormatannya runtuh oleh dunia media dan periklanan dengan cara yang memalukan. Mulai dari iklan pencukur jenggot, mobil, rokok, makanan, shampoo, baju dst, ditawarkan melalui gambar wanita. Ini semua dilakukan dalam rangka melariskan dagangannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Wanita yang berpikiran bebas menerima semua ini dengan suka cita, dengan penuh kealpaan, dan dalam dunia sastra picisan wanita dianggap sebagai sumber inspirasi bagi penyair, pembuat cerita dan lagu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Golongan yang menjadi Sasaran Media&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Anak – anak&lt;br /&gt;            Menurut hasil penelitian secara umum, anak adalah suatu publik yang sempurna di samping sebagai publik peniru. Pada usia ini gambar adalah unsur yang paling menarik. Mereka bersemangat membaca buku bergambar yang dihiasi lukisan dan warna menarik, serta huruf besar yang memikat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Media Audio-Visual dan komputerisasi + internet merupakan media paling kuat pengaruhnya pada anak-anak. Peneliti Bloumer mengatakan bahwa 'Media Televisi amat menarik perhatian masyarakat terutama anak- anak. Penelitian membuktikan sebagian besar anak terpikat dengan semua keterangan yang disuguhkan film di televisi tanpa ragu sedikit pun.' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Sementara itu Dr. Sbouck mengatakan pengaruh media Audio terhadap anak: 'Saya hampir ketakutan mendengar sebuah lagu yang sentimental namun menyiratkan seksual, yang dibawakan oleh seorang penyanyi professional. Saya takut dan khawatir anak saya mendengar nyanyian itu' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Dalam dunia kenyataan, banyak kita saksikan pengamen-pengamen cilik menyanyikan lagu orang dewasa yang bernapaskan cinta, yang pada dasarnya ia sendiri tidak mengerti akan makna dari lirik lagu yang dinyanyikannya. Hal ini menunjukkan mulai termakannya media dalam memberikan warna serta pengaruh pada anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Dr. Sbouck juga mengatakan banyak psikolog menegaskan ketika mereka melakukan pengusutan terhadap beberapa anak yang melakukan kejahatan, jawabannya hampir sama, yaitu diperoleh dari cerita detektif dan film baik di televisi maupun bioskop.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Anak memang memiliki kecenderungan ingin mengetahui seluk beluk kehidupan seksual, tetapi mengapa kita tidak mengajarkan kepada mereka tentang seluk beluk ini secara perlahan dan bertahap ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.Remaja&lt;br /&gt;            Daya hayalnya luas dan liar, angannya menghembuskan angin sorga yang indah, karena mereka sudah mengamati kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya. Mereka tidak pandai mengatasi perubahan jasmani dan rohaniyahnya. Namun pengarahan dan bimbingan yang sesuai dengan harapannya tidak pernah ada, baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolahnya. Di sekolah otak mereka telah sarat dengan ilmu pengetahuan antara benar dan salah sulit dibedakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Seharusnya peran yang dituntut remaja kita menjadi tanggung jawab media harus ditangani dengan serius dan terencana, karena jika tidak akan menimbulkan banyak kerugian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.Pemuda&lt;br /&gt;            Banyak menaruh perhatian pada problema kemasyarakatan dan hal–hal yang bersifat sentimental. Mereka bertindak atas dorongan jiwanya yang halus untuk mengadakan pendekatan dan penyesuaian diri dengan kelompok lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Mereka gemar membaca tentang peristiwa besar di Koran dan berusaha memahami pemecahannya. Sebenarnya pemuda sangat membutuhkan orang yang bijaksana, yang mampu mengisi kekosongan waktunya dengan berbagai hiburan dan acara yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mengatasi Pengaruh Media&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;            Hendaknya seluruh keluarga ( khususnya orang tua ) secepatnya meneliti dan memisahkan acara yang boleh dan yang tidak boleh ditonton, dibaca, oleh anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Pengawasan yang berkesinambungan menumbuhkan kepribadian pada anak yang sensitive akan timbul 'keenganan' untuk menonton acara televisi yang penuh kriminalitas, horror, atau bermain komputer dengan situs porno, dan bacaan yang kurang baik.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Membekali ilmu agama sebagai benteng dengan 'akhlak' untuk mencegah dan mengstabilkan gejolak anak dengan pengaruh yang kurang baik dari media tersebut. Peranan guru dalam memberikan ilmu pengetahuan tentang gambar tubuh manusia serta fungsinya. Memilihkan bacaan, film, game bagi sang anak dengan terlebih dahulu membacanya, melihatnya atau pun mengeceknya serta menilai isi serta pengaruhnya pada sang anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-1497028155435067365?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/1497028155435067365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=1497028155435067365&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1497028155435067365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/1497028155435067365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/02/anak-dan-media-yang-meresahkan.html' title='Anak dan Media (yang Meresahkan)'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-360538386978307735</id><published>2007-01-15T09:06:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T09:08:34.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Sesekali, Katakan 'Tidak' Bagi Anak Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Cinta, dan kasih sayang terhadap anak adalah satu ‘kewajiban’ yang sudah lumrah. Kalaupun ada orangtua yang menelantarkan anaknya atau membenci anak kandungnya sendiri, itu satu hal diluar kebiasaan atau karena memiliki alasan-alasan khusus yang hanya dia yang paling tahu. Sekarang, bicara soal bagaimana mengimplementasikan cinta dan kasih sayang itulah yang hendak dibahas dalam tulisan kali ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Adi, bocah berusia 4 tahun, serta merta melemparkan mainannya dan mengenai wajah Rita, ibunya, hanya karena si ibu menolak membelikan es krim kesukaannya. “Bukannya tidak mau membelikan, anak saya itu sedang sakit di tenggorokannya, semacam radang,” jelas Rita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Kejadian serupa juga dialami Nia dengan anaknya, Dinda. Dinda yang baru berusia 2 tahun mengacak-ngacak mainannya dan membuangnya keluar kalau permen kesukaannya tidak dibelikan. Bahkan tidak jarang menurut Nia, Dinda membanting piring atau apa saja yang bisa diraihnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Apa yang dilakukan Adi dan Dinda, sebenarnya bukan hal baru. Bukan tidak mungkin hampir setiap ibu di rumah mengalami hal serupa. Meski dengan bentuk dan alasan yang beragam, seperti tidak boleh nonton TV, atau minta dibelikan ini-itu. Dan tidak jarang para ibu muda itu kerepotan menghadapi ulah si anak yang dinilainya keras kepala. Bagaimana mengatasinya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Rita, ibu muda yang terbiasa dimanja sewaktu kecilnya, langsung memukul si anak, yang terkadang secara tidak disadari, pukulannya jauh lebih banyak (dan lebih sakit) dari apa yang diterimanya. Bahkan masih ditambahi kata-kata, “dasar anak kurang ajar!”. Bisa dipahami, Rita yang berlatar belakang keluarga berada, dan yang semenjak kecilnya tidak pernah merasakan kesulitan akan merasa bahwa ulah Adi yang ‘kurang ajar’ itu adalah bentuk pembangkangan anak yang mesti ‘diberi pelajaran’. Tidak hanya itu, Rita juga merasa kalau Adi adalah anak yang tidak tahu diuntung karena menganggap sikapnya menolak membelikan es krim saat si anak sakit adalah bentuk kasih sayangnya. Tapi sayangnya, Rita terlambat menyadari, padahal Adi baru empat tahun lho … &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Lain halnya dengan Dinda yang setiap kali melancarkan aksi protesnya, Nia tidak mau ambil pusing dan tidak banyak omong langsung mengunci Dinda di ruang tidur atau bahkan di kamar mandi. Sambil menunggu tangis Dinda reda, Nia tak membuka pintu sambil sedikit mengancam, “Hayo! Kalau masih nangis ibu nggak akan bukain …” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Namun Nia tidak menyadari sikapnya, bayangkan, Dinda yang masih 2 tahun, bagaimana kalau ia terpeleset di kamar mandi yang licin dan kepalanya terbentur sudut bak mandi yang tajam. Atau ketika dikunci di ruang tidur, bagaimana jika sesuatu yang membahayakan justru terjadi? Bukankah penyesalan yang justru timbul dari sikap ‘tidak mau ambil pusing’nya itu? Padahal target awalnya hanya untuk memberikan pelajaran kepada Dinda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Akan ada banyak cerita lain tentang bagaimana sebuah punishment diberikan si ibu kepada anak-anak mereka, yang tidak jarang justru sangat berlebihan dan tidak adil. Kenapa tidak adil? Pertanyaannya adalah, apakah para ibu juga memberikan reward ketika anak-anak melakukan hal baik atau membuat satu prestasi sekecil apapun. Misalnya, Dinda yang baru berusia 2 tahun itu ternyata sudah bisa menghitung sampai angka 10, apakah tidak sebaiknya ia diberikan satu hadiah yang membuatnya senang, sekaligus menambah semangat belajarnya. Atau saat Adi baru pertama kali bisa mengendarai sepeda roda duanya, kenapa ia tidak diberikan hadiah? Inilah bentuk ketidakadilan yang hampir tidak disadari para orangtua, bahwa anak-anak (yang kita anggap belum mengerti itu) sangat merasainya. Makanya jangan heran, jika ia kerap ‘marah’ jika setiap bentuk ketidakadilan yang terjadi padanya. Termasuk soal, kenapa biasanya dibelikan es krim, sekarang tidak? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Ada yang lebih dini bisa dilakukan oleh ibu. Kasih sayang, bukan berarti memberi segalanya tanpa seleksi. Curahan cinta kepada anak, jangan diimplementasikan dengan pemberian tanpa penolakan. Misalnya permen, demi kesehatan pertumbuhan gigi, sebaiknya tidak selalu anak dibelikan. Atau es krim, jika kita tidak senantiasa “yes” untuk setiap permintaannya, maka anak akan terbiasa dan memahami bahwa tidak semua keinginannya harus terpenuhi, bahwa ada permintaan-permintaan yang tidak selalu harus dituruti dan tidak semestinya ‘marah’ ketika permintaannya ditolak sang ibu karena ia telah mengerti bahwa ada “ya” dan “tidak” untuk segala hal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Hanya saja, proses ini tidak serta merta, dan butuh proses dan konsistensi yang berkesinambungan dari ibu, ayah, termasuk juga pihak lain yang dekat (nenek, om, tante dan lain-lain). Karena tidak sedikit, anak-anak yang ‘lari’ ke neneknya ketika permintaannya tidak dituruti orangtuanya. Ini tentunya akan menjadi masalah selanjutnya.            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sesekali mengatakan “Tidak”, butuh komitmen dan konsistensi. Dan juga dibutuhkan kesabaran. Bukan untuk membunuh kasih sayang, karena terkadang alasan kasih sayang inilah yang melunturkan niat untuk mendidik anak tentang “ya” dan “tidak”. Jadi, mulailah dari sekarang dengan mengatakan “Tidak” saat harus mengatakan “Tidak”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-360538386978307735?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/360538386978307735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=360538386978307735&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/360538386978307735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/360538386978307735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/01/sesekali-katakan-tidak-bagi-anak-kita.html' title='Sesekali, Katakan &apos;Tidak&apos; Bagi Anak Kita'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-7588367913859772233</id><published>2007-01-01T09:02:00.002+07:00</published><updated>2008-10-19T09:05:53.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan Sex Bagi Anak, Perlu?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Diberitahu, itu masalah tabu, tidak diberitahu anak akan penasaran. Justru itu bahaya. Lalu bagaimana?  Pergaulan bebas, telah sangat banyak dilakukan remaja Muslim dalam masyarakat kita. Dan sebagian besar dari mereka, mencontohnya dari teman dan lingkungannya. Kenyataan seperti itu sama sekali tidak mengherankan jika dilihat, memang di rumah dan di sekolah anak tak memperoleh pengetahuan yang cukup tentang pendidikan seksual tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Di rumah, kebanyakan orang tua merasa rikuh jika harus menerangkan kepada anak-anaknya. Bagi kebanyakan masyarakat kita, persoalan seksual dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan. Apalagi kepada anak-anak! Sementara di sekolah, tak ada kurikulum yang membidangi masalah ini. Tentang apa itu seksual, apa saja yang termasuk di dalamnya, tentang organ-organ seksual dan fungsinya, hingga proses reproduksinya, dan bagaimana menyikapi rangsangan seksual, semuanya membutuhkan ruang lingkup pengetahuan tersendiri yang cukup rumit. Ternyata sekolah pun tak memilikinya! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Jadi, dari mana anak memperoleh pengetahuan seksual? Mengharapkan mereka akan mengerti dengan sendirinya? Nonsens. Sementara di lingkungan hidup mereka hampir di setiap ke mana arah mata memandang, terdapat pemandangan yang menumbuhkan gairah seksual. Maka, anak akan lebih banyak belajar dari lingkungan tersebut. Juga dari temannya, yang juga menemukan pengalaman-pengalaman seksualnya sendiri, tanpa ada yang membimbing. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Dialami Anak-anak Kita &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Apa yang terjadi kepada anak-anak kelas 5 SD yang belum pernah sama sekali mendengar apa itu seksual, merasakan rangsangan seksual dalam tubuhnya, saat memandang wanita cantik di hadapannya dengan belahan dada yang merangsang? Darah berdesir, kenikmatan ia rasakan, dan ada dorongan kuat untuk menyalurkannya! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Anak-anak ini terlalu dini merasakan rangsangan-rangsangan sebelum matang usianya. Pikiran kekanak-kanakan mereka cenderung ingin mengulang-ulang rasa nikmat yang pernah dialami itu. Dan mereka pun mengajak teman-teannya untuk ikut menikmatinya!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Sesekali pernah juga mereka mempertanyakan hal-hal baru itu kepada ayah ibunya, tetapi apa jawaban yang didapat? "Huss, tidak pantas menanyakan itu!" atau, "Kamu masih kecil, belum saatnya mengerti" atau "Hal-hal seperti itu tidak boleh dibicarakan." Justru kalimat-kalimat larangan seperti itu semakin menumbuhkan rasa penasaran, sehingga mendesak-desakkan keingintahuannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kapan Mereka Perlu Tahu?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;            Apakah pengetahuan tentang kehidupan seksual hanya dibutuhkan oleh mereka yang hendak menikah? Padahal anak kelas 2 SD pun sudah dapat merasakan serbuan rangsangan birahi dari lingkungannya? Maka, sebaiknya pengetahuan tentang seksual itu diberikan sedini mungkin. Tentu saja, disesuaikan dengan batas kemampuan berpikir anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Adalah sebuah kenyataan menarik bahwa pendidikan seksual paling dasar, yaitu pembentukan persepsi anak terhadap kehidupan seksual, justru paling bagus diberikan di usia kanak-kanak . &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Alasannya, karena di usia dini ini anak belum mengerti akan gairah seksual, sehingga saat ini menjadi saat paling tepat untuk memperkenalkan komponen-komponen dasar kehidupan seksual. Biarkan anak mengenal satu demi satu anggota badannya, termasuk alat kelaminnya tanpa rasa jengah. Tunjukkan bahwa alat seksual itu adalah satu bagian tubuh yang sama juga dengan bagian tubuh yang lain. Biarkan pula anak-anak itu berbaur dengan teman lawan jenis, karena inilah saatnya mereka bisa mengenal lebih dekat bentuk badan serta sifat lawan jenisnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketika Penasaran Mulai Muncul &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Menjelang usia 7 -8 tahun, anak mungkin mulai banyak menanyakan hal-hal berbau seksual dengan lebih detil. Tugas orang tualah yang harus memberikan jawaban yang memuaskan bagi anak. Jika tidak, anak menyimpan rasa penasarannya untuk dicarikannya jawaban di luar rumah! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Seorang anak kelas satu SD memiliki adik bayi yang masih harus menetek ibunya. Si kakak laki-laki ini sering mengamati payudara ibunya sewaktu meneteki adik. Sesekali dielusnya payudara ibu penuh rasa ingin tahu. Sesekali pula dipijit-pijit dan diciumnya. Pernah terlontar pertanyaan lirih dari bibirnya, "Bu guru juga punya, ya ma?" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Ibu yang mendengar dan memperhatikan perilaku anak sulungnya ini sebenarnya risih juga. Tetapi ia faham bahwa putranya itu bukannya sedang terangsang birahi, tetapi sedang mempelajari sesuatu yang baru. Sesuatu yang membuat teman-temannya tertawa-tawa, sesuatu yang disembunyikan ibu-ibu agar tak diketahui orang lain. Ia sedang sungguh-sungguh penasaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Dua kemungkinan akan terjadi selanjutnya. Jika si kakak puas dengan pengetahuan barunya, selanjutnya ia akan memandang payudara sebagai sebuah persoalan yang biasa-biasa saja. Bentuknya secara fisik ia sudah tahu, fungsinya pun ia mengerti, mengapa hanya dimiliki perempuan pun ia faham. Maka, satu tahapan pendidikan seksual telah ia lewati dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Tetapi jika terjadi kemungkinan berikutnya, dimana ibu bereaksi negatif terhadap perilaku anak, menepis dengan keras tangan si kecil yang meraba-raba, mengoloknya tak pantas, semua itu hanya akan menambah-nambah rasa penasarannya. Si anak akan menganggap masalah ini sebagai sebuah rahasia yang ia pendam dalam hati untuk ia gali jawabannya di tempat lain. Anak seperti ini yang rawan terhadap rangsangan-rangsangan seksual yang menyerbu dari lingkungan sekitar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjelang Masa Baligh &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Umumnya, anak-anak mengalami baligh di usia sebelas hingga tiga belas tahun. Pada saat baligh tiba, otomatis mereka sudah terkena kewajiban untuk menjalankan semua syariah Islam. Berarti pula, kehidupan seksual pun sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Itu berarti, mereka sudah harus mengerti dan memahaminya ketika datang saat baligh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Berarti pula, pendidikan seksual lebih detil harus diberikan kepada anak menjelang usia baligh. Kira-kira di usia sepuluh tahun-an, mereka sudah harus mengenal apa itu menstruasi, apa itu mimpi indah. Mengapa laki dan perempuan tak boleh berdekatan, tak boleh berpacaran. Mereka pun sudah mengenal secara umum, fungsi organ reproduksinya. Tentu saja, dalam batas kemampuan berpikir mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketika Nikmat Mulai Terasa &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Dalam keadaan masyarakat yang bercampur baur laki dan perempuan baik di sekolah, pasar, toko-toko, dan berbagai tempat umum lain, rangsangan lebih kerap terjadi. Anak-anak kita mengalami kemungkinan perkembangan hormon yang lebih cepat pula. Masa akil baliq bagi mereka pun bisa lebih cepat datang. Rangsangan-rangsangan seksual pun semakin cepat bisa mereka nikmati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Tak heran jika anak-anak perempuan kelas lima SD sudah banyak yang menjadi gadis, dan anak- laki-lakinya sudah pandai bermimpi indah. Di masa-masa rawan seperti ini, semestinya mereka sudah menerima sebagian besar dari materi pendidikan seksual. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Ketika mereka mulai bisa merasakan kenikmatan rangsang, bersamaan dengan itu harus dipisahkan pergaulan laki-laki dengan perempuan. Segala sesuatu yang menumbuhkan rangsang pun harus dihindari. Seperti film, lagu-lagu bertema asmara, juga cerita-cerita cinta. Semua itu dilakukan untuk menghindari serbuan rangsangan seksual, sehingga memudahkan mereka menahan gejolak seksualnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-7588367913859772233?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/7588367913859772233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=7588367913859772233&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7588367913859772233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7588367913859772233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2007/01/pendidikan-sex-bagi-anak-perlu.html' title='Pendidikan Sex Bagi Anak, Perlu?'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6821615539401551355</id><published>2006-12-20T08:57:00.002+07:00</published><updated>2008-10-19T09:00:06.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Mengasah Skill Bicara Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Konon, untuk membentuk anak agar gemar membaca orangtua harus rajin memberi rangsangan pada anak sejak dini. Rangsangan apa saja yang perlu kita berikan pada anak? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Dalam buku 'Membantu Putra Anda Belajar Membaca' karangan seorang pakar dari Pusat Informasi Bacaan dan Bahasa di Universitas Reading Inggris, Betty Root, menyimpulkan bahwa belajar membaca melibatkan perangkuman banyak ketrampilan yang berlainan yang dapat mulai diperoleh anak-anak pada usia dini. Berdasarkan riset yang dilakukannya selama puluhan tahun, pengajaran membaca secara efektif ternyata ada pada orangtua, bukan pada guru. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Bicara, mendengar, berirama Kemampuan dasar membaca sangat ditunjang oleh kemampuan bicara. Sebelum bisa membaca, anak-anak harus sudah memiliki perbendaharaan kata-kata dasar yang baik. Anak akan memahami kata-kata yang mereka lihat jika telah mengenal kata-kata tersebut. Karena itu, modal awal gemar membaca adalah kemampuan berbicara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Cara terbaik untuk mendorong perkembangan bahasa anak adalah meluangkan waktu untuk berbicara dengan anak-anak. Pertama-tama, ajaklah anak untuk mengenal nama-nama benda yang di sekitar mereka sebanyak mungkin. Perkenalkan fungsinya, warnanya, atau bentuknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Anak-anak biasa belajar kata-kata baru dengan mendengarkan bunyi kata-kata itu yang digunakan dalam konteks percakapan. Misalnya, "Ini gelas untuk minum." Anak akan mengingat kata 'gelas' dan 'minum'. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Peragakan cara pengucapan kata yang benar dengan menerangkan kata dalam pembicaraan seraya menghentikan penggunaan bahasa bayi secara perlahan. Bila anak berkata, "Ma...CUCU." Ulanglah dengan jelas. "Oh adek haus, mau minum SUSU ya?" Jangan sekali-kali terdorong untuk menirukan kecadelan anak meskipun menggemaskan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;            Selain berbicara, anak juga harus dilatih mendengar kata-kata. Mendengarkan adalah suatu ketrampilan yang harus dipelajari lewat praktik. Latihan mendengar ini bisa dilakukan dengan permainan, misalnya: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1.         Bermain tebak bunyi. Mintalah anak untuk menutup mata dan diam selama satu menit. Setelah itu, tanyalah berapa banyak suara yang mereka dengar. Juga apa saja jenis suara yang ia dengar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.         Mendengar rekaman kaset Berjalanlah keliling rumah bersama anak Anda. Rekamlah suara yang ada. Misalnya, suara kucuran air, detak jam, derit daun pintu, dan lain-lain. Lalu minta anak untuk menjelaskan suara itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.         Bisikan berantai Lakukan permainan ini bersama empat atau lima orang. Bisikkan pada anak pertama sebuah pesan dengan suara yang hampir sama. Misalnya, "Kuku kakiku kaku." Perintahkan anak untuk meneruskan pesan. Anak yang ada pada urutan akhir diminta untuk mengucapkan dengan lantang. Apakah pesan yang diucapkan benar? Gantilah urutan anak setiap kali mengganti pesan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Selain ketrampilan mendengar, anak juga perlu diperkenalkan irama. Misalnya dengan mengajak anak mendengar sajak. Anak-anak yang kesulitan membedakan kata-kata yang sama bunyi suku akhirnya akan mengalami kesulitan membaca. Dengan melagukan bersama anak-anak kecil dendang bayi, anak akan membedakan kata-kata yang akhirannya sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Bersama orangtua menikmati buku Tugas awal orangtua memperkenalkan buku pada anak adalah dengan membangkitkan rasa senang anak pada buku. Bukan hanya senang melihat gambar dan mendengarkan cerita. Tapi, orangtua juga dapat memberikan perhatian individual, kedekatan jasmani, perasaan hangat dan perasaan aman. Jika rasa senang anak terhadap buku sudah muncul, maka anak akan melihat buku sebagai sumber kesenangan, hiburan, dan informasi. Sehingga, akan menimbulkan dorongan yang kuat untuk belajar membaca. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Sikap seorang anak terhadap buku akan dikondisikan dari sikap orangtuanya terhadap buku. Jika anak melihat orangtuanya suka membaca, maka anak akan cenderung menganggap buku sebagai sesuatu yang dapat dinikmati.             &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Anak yang terbiasa menggunakan buku akan banyak menyerap banyak informasi yang diperlukan sebelum ia belajar membaca. Ia akan memahami, cerita dimulai dari halaman depan ke belakang, setiap kata dipisahkan spasi kosong, bahwa cerita memiliki bagian awal, tengah, dan penutup. sehingga, pada saatnya anak membaca, ia sudah terbiasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6821615539401551355?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6821615539401551355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6821615539401551355&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6821615539401551355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6821615539401551355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/12/mengasah-skill-bicara-anak.html' title='Mengasah Skill Bicara Anak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3581238866001743967</id><published>2006-12-02T08:55:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T08:57:10.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Menumbuhkan Semangat Belajar Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya mencapai prestasi belajar yang baik. Prestasi itu tentu dapat diraih bila si anak memiliki kemauan dan semangat untuk belajar. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk meningkatkan semangat belajar pada anak: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Memberikan motivasi. Semakin kuat motivasinya semakin bersemangat pula ia belajar. Karena itu, orang tua hendaknya memberi motivasi agar dorongan untuk belajar tumbuh dari diri anak sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Menjelaskan tujuan belajar. Tujuan dapat memberi arah yang jelas bagi anak dalam belajar. Dengan tujuan belajar yang dipahaminya, anak akan lebih tekun dalam belajar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Menjelaskan manfaat belajar. Menjelaskan manfaat belajar dapat dilakukan dengan memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari di sekitar anak. Misalnya, Si Anu yang tadinya pernah tidak naik kelas, akhirnya bisa lulus dan diterima di sekolah terbaik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Memberi kesempatan belajar. Memberi kesempatan berarti juga tidak mengganggu anak pada saat sedang tekun belajar. Orang tua bisa pula mengajak anak berkunjung ke tempat-tempat yang memberi suasana bejalar, misalnya perpustakaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Menciptakan suasana bersaing. Persaingan bisa dilakukan dengan diri sendiri atau orang lain. Contohnya, orang tua mendorong anak berlomba mengejar prestasi terbaik di antara teman-temannya. Prestasi di sini tidak melulu berupa angka yang baik, tetapi juga peningkatan-peningkatan yang dicapai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Mencukupi sarana belajar. Dalam memenuhi sarana belajar hendaknya sesuaikan dengan tingkat kebutuhan anak, karena kebutuhan mereka berbeda-beda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Memberikan contoh. Anak akan lebih bergairah dalam belajar bila melihat orang tuanya juga selalu belajar.             &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memberi hadiah. Anak yang menunjukkan prestasi baik dari hasil belajarnya layak mendapat hadiah. Bentuknya bisa materi, kasih sayang, perhatian, pujian, dll&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3581238866001743967?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3581238866001743967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3581238866001743967&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3581238866001743967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3581238866001743967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/12/menumbuhkan-semangat-belajar-anak.html' title='Menumbuhkan Semangat Belajar Anak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6941458657392797502</id><published>2006-11-22T08:52:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T08:54:50.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Merawat Empati pada Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;"Jangan sekali-kali memaksa anak harus mengikuti kemauan kita. Belajarlah berempati menyelami alam pikiran anak-anak dan kemauannya." &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itulah nasihat bijak yang selalu diingatkan oleh para pendidik sejati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alasannya sederhana, karena anak memiliki dunia dan "parameter moral" sendiri yang tentunya sangat berbeda dengan dunia dan parameter moral orang dewasa. Dan memang untuk keduanya tak boleh dan tak bisa digunakan parameter yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya anak tak pernah sengaja melakukan kesalahan. Jadi seyogyanya, anak tak boleh dianggap salah oleh orang tua. Karena memang, apa yang dianggap kesalahan oleh orang dewasa, tidak serta merta bisa diterapkan pada pada anak. Anak usia 2-4 tahun yang naik ke atas meja makan misalnya, jangan dulu dianggap kesalahan. Bagi anak tingkah laku ini barangkali justru merupakan ekspresi kesenangannya yang bersifat spontan dan wajar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja anak akan dianggap melakukan kesalahan berat bila tindakan di atas, ditakar dengan parameter moral orang dewasa. Dan sekali anak dimarahi dan diperlakukan secara kasar, itu akan menjadi preseden buruk bagi pandangan jiwa anak dalam memahami lingkungan sosialnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu sekali lagi, belajarlah berempati dengan dunia dan alam pikiran anak-anak kita. Ada beberapa kiat dalam menerapkan empati pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.         Terjemahkan empati dengan teladan&lt;br /&gt;            Ketika anda menjumpai atau mengetahui persoalan orang lain, jangan tunda memperlihatkan rasa empati anda, apakah itu berupa perasaan suka maupun duka. Terutama ketika kejadian ini berlangsung di depan anak-anak. Awalilah rasa empati dengan beberapa pertanyaan misalnya, misalnya; "Ya Allah, gimana keadaannya? Sakit ya?" - "Mari nak, ibu bantu angkat".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.         Hindari oleh kita tingkah laku negatif yang pernah dilakukan anak&lt;br /&gt;            Perlakuan ini untuk mendidik anak, bahwa sesuatu perbuatan yang keliru tidak boleh diulangi lagi. Misalnya ketika seorang anak meletakkan sepatu bukan pada tempatnya. Atau ketika seorang anak meninggalkan pakaian kotor dan handuk basah di kamar tidur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.         Ajari anak menyadari dampak tingkah lakunya yang keliru pada orang lain&lt;br /&gt;            Jangan biarkan anak ketika dia melakukan tingkah laku negatif, misalnya mencubit temannya. Ajarkan padanya, bagaimana sakitnya jika diri kita dicubit orang lain. Ini artinya anak diberikan hukuman yang mendidik. Tapi tidak perlu dengan kasar, sebaliknya pengajaran itu dilaksanakan dengan penuh kelembutan. Misalnya dengan kata-kata "Ayo nak, tidak boleh mencubit. Biar sini mama cubit rasanya sakit enggak?". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4.         Manfaatkan waktu menonton tivi dan kegiatan sosial lainnya dengan anak untuk melatih empati&lt;br /&gt;            Ketika ada adegan film yang mempertunjukkan perbuatan negatif, katakanlah bahwa hal itu tidak baik dan menyakitkan hati. Misalnya, kata-kata hinaan atau umpatan yang kasar. Bawalah anak sekali-kali untuk mengenal kehidupan sosial masyarakat yang secara ekonomi tidak menguntungkan. Lalu latih mereka untuk memberikan santunan langsung kepada anak-anak sebayanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;5.         Berikan penghargaan sewajarnya pada prestasi anak Anak pasti butuh perhatian. Perhatian dalam bentuk apapun akan memotivasi anak untuk meningkatkan prestasinya dalam hal kebaikan. Salah satu bentuk perhatian yang baik adalah, memberi hadiah yang wajar pada anak-anak yang memiliki prestasi positif. Misalnya memberi hadiah kue atau mainan misalnya, bagi anak yang sholat subuhnya tidak pernah telat berturut-turut dalam seminggu. Hadiah bisa berupa dengan mengajaknya jalan-jalan dan makan di suatu tempat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6941458657392797502?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6941458657392797502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6941458657392797502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6941458657392797502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6941458657392797502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/11/merawat-empati-pada-anak.html' title='Merawat Empati pada Anak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-7847564760700666297</id><published>2006-11-04T08:48:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T08:52:06.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Cara Bijak Memarahi Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sebagaimana senyuman yang damai, kadang kita harus memarahi anak. Ini bukan berarti kita meninggalkan kelembutan, sebab memarahi dan sikap lemah-lembut bukanlah dua hal yang bertentangan. Lemah-lembut merupakan kualitas sikap, sebagai sifat dari apa yang kita lakukan. Sedangkan memarahi -bukan marah-merupakan tindakan. Orang bisa saja bersikap kasar, meskipun dia sedang bermesraan dengan istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Persoalan kemudian, kita acapkali tidak bisa meredakan emosi pada saat menghadapi perilaku anak yang menjengkelkan. Kita menegur anak bukan karena ingin meluruskan kesalahan, tetapi karena ingin meluapkan amarah dan kejengkelan. Tidak mudah memang, tetapi kita perlu terus-menerus belajar meredakan emosi saat menghadapi anak, utamanya saat menghadapi perilaku mereka yang membuat kita ingin berteriak dan membelalak. Jika tidak, teguran kita akan tidak efektif. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka justru semakin menunjukkan "kenakalannya".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, betapa pun sulit dan masih sering gagal, kita perlu berusaha untuk menenangkan emosi saat menghadapi anak sebelum kita menegur mereka, sebelum kita memarahi mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, ada beberapa catatan yang bisa kita perhatikan: Ajarkan Kepada Mereka Konsekuensi, Bukan Ancaman&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak belajar dari kita. Mereka suka mengancam karena kita sering menghadapi mereka dengan gaya mengancam. Mereka melihat bahwa dengan cara mengancam, apa yang diinginkannya dapat tercapai. Dari kita, mereka juga belajar meluapkan kemarahannya untuk menunjukkan "keakuannya".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak memungkiri, banyak pengaruh luar yang bisa mengubah perilaku anak. Teman-teman sebaya, khususnya yang sangat akrab dengan anak, bisa mempengaruhi anak. Ia meniru temannya dari cara bicara, bertindak, mengekspresikan kemarahan, sampai dengan kata-kata yang diucapkan. Kadang anak memahami apa yang dikatakan, tetapi terkadang anak tidak tahu apa maksudnya. Ia hanya menirukan apa yang didengar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan kita kali ini bukanlah tentang peniruan. Karena itu marilah kita kembali berbincang bersama bagaimana ancaman kepada anak, acapkali tidak menghasilkan perubahan yang baik. Ancaman tidak banyak bermanfaat untuk menghentikan kenakalan anak atau perilaku yang membuat kita sewot. Sebaliknya, ancaman justru membuat anak belajar berontak dan menentang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sebabnya, anak merasa orangtua tidak menyayangi ketika kita meneriakkan ancaman di telinga mereka. Selain itu, kita sering lupa menunjukkan apa yang seharusnya dikerjakan anak manakala kita asyik melontarkan ancaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu apa yang perlu kita lakukan? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita kembali pada prinsip qubhunal 'iqab bila bayan. Adalah buruk menyiksa tanpa memberikan penjelasan. Sekali waktu kita perlu duduk bersama dalam suasana yang mesra dengan anak untuk berbicara tentang aturan-aturan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita bisa membuat komitmen bersama dengan anak untuk mematuhi aturan. Misalnya, mintalah kepada anak agar tenang ketika ada tamu. Kalau ada yang perlu disampaikan, atau anak menginginkan sesuatu, hendaknya menyampaikan kepada orangtua dengan baik-baik dan bersabar bila belum bisa memenuhinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan komitmen ini kita bisa membicarakan dengan anak konsekuensi apa yang bisa diterima bila anak mengamuk di saat ada tamu. Sekali lagi, konsekuensi ini disampaikan dengan nada yang akrab. Bukan ancaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila anak melakukan hal-hal negatif yang sangat mengganggu, orangtua bisa mengingatkan kembali kepada anak dan lagi-lagi tidak dengan nada mengancam. Di sinilah letak beratnya. Kita acapkali mudah kehilangan kendali. Kita mudah membelalak saat marah, tetapi lupa untuk konsisten.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullahal 'adzim. "Ibu Sudah Bilang Berkali-kali." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perilaku yang menjengkelkan memang lebih mudah diingat, lebih membekas dan cenderung menggerakkan kita untuk segera bertindak. Sebaliknya perilaku positif cenderung kurang bisa mendorong kita untuk memberi komentar, kecuali jika perilaku tersebut benar-benar sangat mengesankan. Konsumen yang kecewa pada suatu produk, akan segera menggerutu ke sana kemari, meski kekecewaan itu sebenarnya tidak seberapa. Tetapi konsumen yang puas cenderung akan diam saja, kecuali jika kepuasan itu sangat menakjubkan. Orangtua dan anak juga demikian. Orangtua mudah ingat perilaku negatif anak, sementara anak mungkin tidak bisa melupakan tindakan orangtua yang menyakitkan hatinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kebiasaan umum orangtua yang menyakitkan hati anak sehingga bisa melemahkan citra dirinya adalah ungkapan, "Ibu sudah berkali-kali bilang, tapi kamu tidak mau mendengarkan." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ini memang efektif untuk membuat anak diam menunduk. Tetapi ia diam karena harga dirinya jatuh, bukan karena menyadari kesalahan. Jika ini sering terjadi, anak akan memiliki citra diri yang buruk. Dampak selanjutnya, konsep diri dan harga diri (self esteem) anak akan lemah. Anak melihat belajar memandang dirinya secara negatif, sehingga lupa dengan berbagai kebaikan dan keunggulan yang ia miliki. Sebaliknya orangtua juga demikian, semakin sering berkata seperti itu kepada anak, kita akan semakin mudah bereaksi secara impulsif. Kita semakin percaya pada anggapan sendiri bahwa anak-anak kita memang bandel, menjengkelkan dan susah dinasehati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang, tetapi kebiasaan memarahi anak dengan ungkapan "Bapak kan sudah bilang berkali-kali" atau yang sejenis dengan itu, harus kita kikis secara sadar dari sekarang. Kita perlu menguatkan tekad untuk berkata yang lebih positif, betapa pun hampir setiap komentar kita masih buruk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan Cela Dirinya, Cukup Perilakunya Saja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, kira-kira jam setengah dua dini hari seorang anak saya bangun dari tidurnya. Ia kemudian beranjak dan mengajak adiknya yang masih bayi bercanda, padahal adiknya baru saja tertidur. Sebagaimana ibunya, saya juga sempat emosi. Hampir-hampir saya tidak dapat mengendalikan emosi, tetapi saya segera tersadar bahwa yang dilakukan oleh anak saya merupakan cerminan dari dari rasa sayangnya kepada adik. Nah, apa yang terjadi jika saya mencela anak saya? Apalagi kalau saya memelototi dan menghardiknya keras-keras, iktikad baik itu bisa berubah menjadi kemarahan sehingga anak justru mengembangkan permusuhan kepada adiknya. Ia bisa belajar membenci adiknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya ceritakan hanyalah sekedar contoh. Tidak jarang anak menampakkan perilaku "negatif", padahal ia tidak bermaksud demikian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, pulang dari play-group anak saya berkata, "Bapak kurang ajar." Setelah saya tanya maksudnya, ternyata dia tidak mengerti makna kurang ajar. Ia mengatakan, "Kurang ajar itu ya main-main, sembunyi-sembunyian." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita sangat mudah keliru menangkap maksud anak. Kita gampang terjebak dengan apa yang kita lihat. Karenanya kita perlu belajar untuk lebih terkendali dalam menilai anak. Jangan sampai terjadi anak punya maksud baik, tetapi justru kita cela dirinya sehingga justru mematikan inisiatif-insiatif positifnya. Bahkan andaikan ia memang melakukan tindakan yang negatif, dan ia tahu tindakannya kurang baik, yang kita perlukan adalah menunjukkan bahwa ia seharusnya bertindak positif. Kita luruskan perilakunya. Bukan mencela dirinya. Sibuk mencela anak membuat kita lupa untuk bertanya, "Kenapa anak saya berbuat demikian?" Di samping itu, celaan pada diri -dan bukan pada tindakan-bisa melemahkan citra diri, harga diri dan percaya diri anak. Pada gilirannya, anak memiliki motivasi yang rapuh. Na'udzubillahi min dzalik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kita merasa tidak merasa mencela anak, padahal ucapan kita menyudutkan anak. Misalnya, "Kamu kenapa tidak mau mendengar nasehat bapak? Heh? Kamu selalu saja ngeyel." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada ucapan ini, fokus kemarahan kita adalah anak sebagaimana kita tunjukkan dengan kata kamu. Bukan tindakannya yang salah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan Katakan "Jangan"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Barangkali tidak ada kata yang lebih sering diucapkan oleh orangtua pada anak melebihi kata "jangan". Kita menggunakan kata "jangan" begitu melihat anak melakukan tindakan yang kurang kita sukai. Kita juga menggunakan kata "jangan", bahkan di saat kita mengharap anak melakukan yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Padahal kata "jangan" tidak membuat mudah mengerti apa yang seharusnya dilakukan. Akibatnya, anak sulit memenuhi harapan orangtua, sementara orangtua bisa semakin jengkel karena merasa nasehatnya tidak didengar anak. Orangtua merasa anaknya suka ngeyel (kepala batu, orang Bugis bilang). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah kita tidak boleh memberi larangan? Saya tidak dapat membayangkan betapa hancurnya sebuah dunia tanpa ada larangan sama sekali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun keluarga. Tetapi bercermin pada Nabi, jangan katakan "jangan" pada saat ia sedang melakukan kesalahan. Tunjukkanlah apa yang seharusnya dilakukan. Atau bersabarlah sampai ia menyelesaikan maksudnya, sebagaimana ketika seorang Badui di zaman Nabi kedapatan kencing di masjid. Kalau kita tidak mau anak bermain pasir di teras, katakanlah, "Nak, main pasirnya di teras saja, ya?" Singkat, padat, jelas dan positif. Bukan, "Ayo, jangan main pasir di teras. Saya pukul kamu nanti." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kapan sebaiknya kita sampaikan larangan? Saat terbaik adalah ketika anak sedang akrab dengan orangtua. Dalam suasana netral, larangan yang kita berikan pada anak akan lebih efektif. Anak lebih mudah memahami. Mereka bisa menerimanya sebagai aturan. Bukan menganggapnya sebagai serangan kepada dirinya. Khusus mengenai bagaimana melarang anak, insya-Allah akan kita perbincangkan pada kesempatan lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-7847564760700666297?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/7847564760700666297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=7847564760700666297&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7847564760700666297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7847564760700666297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/11/cara-bijak-memarahi-anak.html' title='Cara Bijak Memarahi Anak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-506519185725443514</id><published>2006-10-28T11:00:00.000+07:00</published><updated>2008-10-29T11:03:02.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernyataan Sikap'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><title type='text'>Deklarasi Pemuda, Cikal Bakal KNPI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemuda Indonesia adalah ahli waris cita-cita bangsa yang syah dan sekaligus adalah generasi penerus, yang telah ikut meletakkan dasar-dasar kermerdekaan bangsa Indonesia, dengan melewati suatu simponi perjuangan yang panjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Tapak-tapak sejarah dibelakang kami, adalah kesaksian yang paling nyata dan tonggak kebenaran, tentang usaha dan pengorbanan yang tiada taranya, telah memberikan kesadaran dan tanggung jawab pada kami untuk kami teruskan sebagai pesan suci.Kami pemuda Indonesia menyadari sepenuhnya dengan khidmad menagkap getaran Sumpah Pemuda yang menggariskan dan mengejawantahkan tekad satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa dan piranti kesatuan dan kesatuan, lainnya: Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Bhinneka Tunggal Ika.Kami bertekad untuk mengarahkan seluruh upaya dan kemampuan guna menumbuhkan, meningkatkan dan mengembangkan kesadaran kami sebagai satu bangsa yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan menjaga dan ikut serta melaksanakan haluan negara yang menjadi penuntun bagi langkah-langkah kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh sebab itu pengabdian yang menjadi tanggung jawab kami selaku generasi muda masa kini adalah keharusan diri menyatukan tenaga dan pikiran untuk ikut serta mengisi kemerdekaan dengan lebih segera mempercepat pembangunan dan kemajuan masyarakat.Kami menyadari sepenuhnya akan panggilan dan makna kami sebagai kaum muda adalah salah satu faktor penggerak untuk sesuatu yang lebih berarti bagi tercapainya cita-cita bangsa Indonesia, menuju jenjang yang lebih tinggi dan luhur, demi tercapainya masa depan yang lebih baik.Dihadapan kami terbentang masa depan dan hasil pembangunan bangsa kami. Generasi muda dan hasil pembangunan adalah masa depan itu sendiri. Oleh karena itu, generasi muda, pembangunan dan masa depan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.Dengan rasa tulus dan ikhlas menyatakan diri berhimpun dalam langkah dan gerak bersama demi tercapainya cita-cita generasi muda Indonesia.Maka dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami menyatakan dengan resmi berdirinya Komite Nasional Pemuda Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jakarta, 23 Juli 1973&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Atas Nama Pemuda Indonesia&lt;br /&gt;David Napitupulu         &lt;br /&gt;Drs. H.M Abduh Paddare&lt;br /&gt;Cosmas Batubara       &lt;br /&gt;Albert Hasibuan, SH&lt;br /&gt;dr. Abdul Gafur   &lt;br /&gt;Aswin Harahap&lt;br /&gt;Drs. Zamroni   &lt;br /&gt;Budi Hardjono&lt;br /&gt;Drs. Soerjadi   &lt;br /&gt;Aulia Rachman&lt;br /&gt;Akbar Tandjung   &lt;br /&gt;Tom Nggebu&lt;br /&gt;S. Oetomo   &lt;br /&gt;Awan Karmwan Burhan, SH&lt;br /&gt;Narwan Hadisardjono   &lt;br /&gt;Hakim Simamora, SH&lt;br /&gt;Oemar Ghiffary, SH   &lt;br /&gt;Eddy Raintung&lt;br /&gt;Amir L. Sirait   &lt;br /&gt;Nazaruddin W&lt;br /&gt;M.L Tobing   &lt;br /&gt;Hatta Mustafa, SH&lt;br /&gt;Suhardi, SH  &lt;br /&gt;Said Budairi&lt;br /&gt;Barnabas Banggur, SH   &lt;br /&gt;Drs. Chrissiner Key Timu&lt;br /&gt;Ridwan Saidi    Sri Redjeki&lt;br /&gt;Drs. Binsar Sianipar   &lt;br /&gt;Ratnawati Fuad&lt;br /&gt;Zabidin Jakub, SH   &lt;br /&gt;Freddy Latumahina&lt;br /&gt;Eko Tjokrodjojo   &lt;br /&gt;Eddy Sukirman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-506519185725443514?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/506519185725443514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=506519185725443514&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/506519185725443514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/506519185725443514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/10/deklarasi-pemuda-cikal-bakal-knpi.html' title='Deklarasi Pemuda, Cikal Bakal KNPI'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6225286168095627474</id><published>2006-10-23T08:45:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T08:47:40.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Melatih Anak Berkata Sopan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Adi dan Ilham sedang bermain bersama. Tiba-tiba seorang anak lain ikut nimbrung dan memicu pertengkaran. Lalu sekonyong-konyong kata-kata yang berkonotasi penghuni kebun binatang dan mengejek berlompatan keluar dari mulut mereka. Bu Irma segera tergopoh-gopoh menengahi pertengkaran anak asuhnya. Hal seperti ini bukan pertama kali terjadi di sekolah bu Irma. Taman bermain yang mencantumkan label Islam di depan namanya itu ternyata tidak menjamin anak didiknya akan selalu bertingkah-laku dan berkata sopan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga anak-anak kita. Terkadang para orang tua terkaget-kaget mendengar kata-kata baru yang tiba-tiba diucapkan anaknya. Para orang tua akan berpikir keras kira-kira dari mana anak mereka belajar kata-kata tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, kita tidak bisa menciptakan lingkungan yang sempurna. Lingkungan yang steril dari kata-kata yang buruk, kasar, atau tidak sopan. Coba perhatikan, anak-anak bisa saja mendapatkan kata-kata barunya dari mana saja. Dari obrolan orang dewasa, dari anak-anak yang lebih tua, dari televisi dan dari teman-temannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua kita mengharapkan agar anak-anak belajar bersopan santun dalam berbicara. Secara umum gaya bicara anak diharapkan mengikuti gaya bicara yang baik dan sopan, walau bukan bahasa baku. Namun adakalanya juga anak berbicara dengan kata-kata yang kurang pas dengan situasi. Misalnya menggunakan kata elu dan gue kepada orang yang lebih tua. Jika hal ini terjadi di keluarga Betawi mungkin masih bisa diterima, tapi untuk keluarga lain, bisa dianggap kurang sopan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kata lain juga memiliki arti yang berbeda di berbagai tempat. Hal ini karena kekayaan bahasa daerah yang ada di Indonesia. Misalnya kata bujur dalam bahasa Banjar artinya benar, sedangkan bujur dalam bahasa Sunda artinya, (maaf) bokong. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Atau anak memang berbicara dengan menggunakan kata-kata yang benar-benar tidak bisa dikatakan sopan. Misalnya kata-kata yang berkonotasi porno, hinaan, ejekan, diskriminatif atau mengancam. Jika ini yang terjadi, kita sebagai orang tua sebaiknya:&lt;br /&gt;-           Dengarkan baik-baik kata apa yang diucapkan anak. Jangan buru-buru marah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-           Coba amati situasi dan kondisi pada saat itu, cari tahu mengapa anak berkata begitu. Ada beberapa kemungkinan, pertama anak memang berkata tidak sopan. Kedua, mungkin ada maksudnya anak berkata tidak sopan, tapi ia tidak berniat kurang ajar. Misalnya, "Si anu badannya bau...!" Ketiga, mungkin anak hanya sekedar mengucapkan kata tersebut tanpa mengerti artinya. Misalnya "Ibu suka pacaran sama ade bayi" Kemungkinan lainnya adalah anak sedang marah dan melampiaskan emosinya atau sedang mencari perhatian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-           Kemudian, pertimbangan usia anak. Anak usia balita biasanya mengucapkan kata-kata tertentu hanya untuk memancing reaksi dari orang dewasa. Ia belum memahami arti kata-kata tersebut. Sebagai contoh anak balita sering terbalik-balik menggunakan kata cantik dan ganteng, kiri dan kanan, atas dan bawah, dan lain-lain. Sehingga untuk anak seusia ini sebaiknya orang tua tidak menunjukkan sikap yang reaktif jika anak menggunakan kata-kata yang tidak sopan. Jika kita menunjukkan sikap reaktif, anak akan mengingatnya sebagai kata yang efektif untuk mendapatkan perhatian orang dewasa. Sehingga anak cenderung untuk menggunakan kata tersebut pada kesempatan lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Sekali lagi, simak baik-baik, kemudian amati apakah kira-kira anak memahami arti kata-kata tersebut. Kalau perlu tanyakan artinya kepada anak dengan sikap santai dengan ekspresi biasa. Misalnya, "Bang, Abang Ilham tahu enggak arti pacaran itu apa, sih?" Kalau si kecil menjawab tidak tahu atau artinya salah, jangan dianggap masalah besar. Katakan saja, "Jika Abang tidak tahu artinya enggak usah ngomong gitu lagi, ya?" Namun jika anak memahami arti kata-katanya, katakan dengan baik-baik agar tidak mengulanginya. Jelaskan bahwa kata tersebut tidak baik dipergunakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-           Anak usia sekolah dasar biasanya juga memiliki perbendaharaan kata-kata yang lebih beragam. Di kelompok bermainnya terkadang juga berlaku kata-kata tertentu yang bisa digunakan sebagai bahasa pergaulan di kelompoknya. Ada yang memang tergolong kata-kata kotor atau tidak sopan. Ada juga yang sekedar bahasa slank, atau bahasa gaul. Bahasa gaul ini kadang-kadang mereka ciptakan sendiri. Misalnya blo'on menjadi o'on, atau bolot menjadi beot, dan lain-lain.&lt;br /&gt;-           Bahasa juga dipelajari dari keteladanan. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang tidak memberikan teladan berbicara yang baik dan benar, akan dengan entengnya mengucapkan kata-kata apa pun yang didengarnya. Apalagi jika lingkungan itu justru menunjukkan reaksi positif jika anak mengucapkan kata-kata kotor. Misalnya, menyoraki dan menertawakan anak yang berkata-kata kotor. Anak akan merasa senang dan mendapat dukungan jika mengucapkan kata-kata kotor. Sehingga perlu sekali lingkungan yang bersih dari polusi kata-kata. Kalaupun misalnya ada pertengkaran, usahakan tidak terjadi di hadapan anak atau didengar anak. Repotnya pertengkaran ataupun contoh kata-kata yang tidak baik itu dengan mudahnya ditiru anak dari televisi. Kata-kata seperti brengsek, keparat, bajingan dan sejenisnya dengan entengnya berhamburan dari tayangan-tayangan televisi. Bahkan dari program yang maksudnya untuk konsumsi anak-anak, misalnya film kartun atau film anak-anak lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seleksi tayangan televisi yang ketat perlu diberlakukan jika memang anak mengadopsi perbendaharaan kata-kata kotor dari televisi. Juga perlu dicermati lirik-lirik lagu yang biasa dinyanyikan anak-anak atau orang dewasa atau bahkan buku-buku bacaan. Terkadang ada kata-kata yang sebenarnya kurang pantas jika diucapkan anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-           Anak-anak berbicara kotor di sekolah biasanya karena bawaan dari lingkungan keluarga. Sayangnya si anak juga menularkan kebiasaannya kepada teman-temannya di sekolah. Sehingga bagi para orang tua, sebaiknya juga mencermati gaya bicara anak yang didapat dari sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-           Anak baru boleh dibilang bermasalah jika ia terbiasa menggunakan kata-kata tidak sopan untuk menghina, mengejek dan untuk tujuan negatif lainnya. Atau jika anak memang terbiasa melampiaskan emosinya dengan menggunakan kata-kata kotor. Karena anak yang melampiaskan secara eksplosif mungkin memendam kelainan psikologis. Misalnya karena akibat kekerasan dalam keluarga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;-           Jika anak memang secara sadar dan sengaja menggunakan kata-kata yang tidak sopan, anak boleh dihukum dengan hukuman yang mendidik. Misalnya dengan puasa bicara kecuali bicara yang baik, atau denda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6225286168095627474?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6225286168095627474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6225286168095627474&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6225286168095627474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6225286168095627474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/10/melatih-anak-berkata-sopan.html' title='Melatih Anak Berkata Sopan'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-311329430625636513</id><published>2006-10-06T08:42:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T08:44:59.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Melatih Anak Disiplin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Disiplin dalam keluarga sebenarnya adalah pendidikan. Mendisiplinkan anak tidak identik dengan menghukum atau mengatur, namun lebih pada mengajarkan dan mendidik anak untuk berperilaku dan menerapkan nilai-nilai moral. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari pendidikan dalam disiplin, masalah keteladanan sangat penting. Anak akan meniru apa yang dilakukan orang tua. Disiplin yang efektif menghemat kata-kata dan energi. Tanpa teriakan, nada tinggi, pukulan dan cubitan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula sejak balita, anak-anak tidak akan mengerti jika hanya disodorkan peraturan. Tidak boleh ini-itu, harus begini-begitu. Maka yang terjadi bahwa peraturan tinggal peraturan. Tidak pernah dipatuhi. Kuncinya adalah dengan menunjukkan kepada anak bagaimana ia harus berperilaku. Memberi contoh nyata. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua adalah :&lt;br /&gt;1. Memastikan bahwa perbuatan baik mendapatkan hadiah sedangkan perbuatan buruk tidak mendapat apa-apa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedengarannya mudah dan biasa. Kita sering kali merasa malu dan terganggu ketika anak merengek-rengek meminta permen saat kita belanja. Dengan terpaksa kita mengabulkan permintaan anak. Padahal dari peristiwa ini anak belajar bahwa jika ia merengek pada saat berbelanja maka ia akan mendapatkan hadiah, sementara jika ia bertingkah manis ia tidak mendapat apa-apa. Begitu juga saat anak melakukan atau mengatakan sesuatu hal yang buruk. Para orang dewasa malah menjadikan anak sebagai pusat perhatian dan hiburan. Sehingga anak merasa bahwa jika ia melakukan hal yang sama maka ia akan merebut perhatian orang dewasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Berhemat dengan kata larangan&lt;br /&gt;Jangan terlalu banyak menggunakan kata "tidak" dan "jangan". Berhematlah dengan kata "tidak" dan "jangan". Usahakan agar kata ini hanya digunakan untuk hal-hal yang penting, darurat, dan tidak boleh ditafsirkan lain. Pada dasarnya anak menyukai aktifitas. Anak-anak tidak suka dan tidak bisa diam. Anak akan merasa lebih tertantang dengan kalimat "Coba, Ibu ingin lihat, Umair bisa nggak memarkir sepeda di samping motor ayah?" dibandingkan dengan "Umair, jangan memarkir sepedamu sembarangan, dong!" Umair tidak suka dilarang melakukan sesuatu dan tidak mengerti maksud dengan "parkir sembarangan". Gunakan kata tidak dan jangan untuk misalnya, "Umair tidak boleh main pisau, ya!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Jelas&lt;br /&gt;Jangan memberikan aturan yang abstrak dan tidak dimengerti anak. Kalimat, "Jangan nakal!" terdengar sangat abstrak dan tidak ada artinya bagi anak. Begitu juga dengan, "Jangan bikin ibu marah, ya!" Sementara anak tidak tahu apa saja yang membuat ibunya marah. Tetapi katakan bahwa ibu ingin kalian hanya ingin bermain di halaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Selalu memberikan alasan yang baik dan masuk akal&lt;br /&gt;Hindari pernyataan yang berisikan kata "pokoknya" kecuali hal-hal yang bersifat darurat. Untuk situasi darurat, penjelasan diberikan belakangan.&lt;br /&gt;Penjelasan memberikan anak ruang untuk berpikir sendiri sehingga lain waktu anak dapat menerapkan hal yang sama dengan pengalaman yang lalu. Misalnya, "Umair, taruh kembali palu itu ditempatnya!" Maka Umair akan bertanya-tanya mengapa? Apakah palu itu kotor? Berbahaya? Mudah pecah? Atau apa? Jika kita menjelaskan bahwa palu itu milik tukang yang sedang memperbaiki jendela, maka anak lain kali akan melakukan hal yang sama (mengembalikan barang yang bukan miliknya). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Berikan kepercayaan kepada anak&lt;br /&gt;Anak tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika terus-menerus diawasi dengan ketat. Ada saat-saat tertentu kita harus membiarkan anak berusaha mandiri. Misalnya, biarkan anak bergaul dengan lingkungannya tanpa kita terus-menerus mengingatkan ia untuk tidak lupa mengucapkan salam, terima kasih, maaf dan sebagainya. Biarkan anak berani menyapa bertamu sendirian, cukup awasi dari jauh. Tindakan ini akan memberikan ruang untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan memberikan kesempatan agar anak bertanggung jawab terhadap segala tindakannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Konsisten dengan prinsip-prinsip kita&lt;br /&gt;Jika kita menginginkan anak patuh pada aturan, maka kita harus konsisten juga untuk patuh pada peraturan. Sekecil apapun peraturan tersebut. Kita mengajarkan anak untuk membuang sampah pada tempatnya, maka di manapun kita berada, kita harus memberikan contoh dengan membuang sampah pada tempatnya. Begitu juga dengan kesepakatan antar orang tua. Jangan sekali-sekali menunjukkan kepada anak bahwa ayah ibunya bertengkar, terutama berdebat masalah disiplin. Jika ada perbedaan pendapat, ayah dan ibu harus menyelesaikannya di tempat yang tidak dilihat dan didengar anak, atau menunda perdebatan. Tunjukkan bahwa kita adalah orang tua yang kompak dan tidak ada yang lebih patut dipatuhi atau ditakuti. Sebab pada beberapa kasus dimana anak lebih takut pada figure ayah, sehingga jika ayah tidak ada mereka berani membangkang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. Memastikan bahwa apa yang diharapkan cukup masuk akal&lt;br /&gt;Setiap anak memiliki kemampuan dan pemahaman yang berbeda, pada usia yang juga berbeda. Oleh karena itu, peraturan dan disiplin yang diterapkan pada anak harus disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak. Anak usia batita mungkin belum dapat diberi peraturan membawa sendiri piring dan gelasnya ke dapur seusai makan. Tapi mereka cukup patut diberi penghargaan jika mau makan tanpa disuapi. Kondisi ini tentu tidak dapat diberlakukan kepada kakaknya yang sudah duduk di Taman Kanak-kanak atau Sekolah Dasar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;8. Berbicara kepada anak dengan cara yang baik, tidak dengan merendahkan harga diri anak, memaki atau berteriak.&lt;br /&gt;Anak-anak mestinya memiliki perasaan yang halus. Makian, bentakkan dan kata-kata yang kurang mempertimbangkan harga diri anak akan mencederai hati mereka. Mereka dapat sangat sedih dan terluka. Peristiwa ini dapat membekas hingga mereka dewasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dulu Rasulullah SAW pernah melarang seorang sahabat yang bersikap kasar kepada seorang anak yang mengencingi Rasulullah SAW karena beliau sangat memahami bahwa kerusakan yang diakibatkan sikap kasar tersebut akan membekas dan sulit untuk dihilangkan. Jauh lebih sulit daripada membersihkan najis pada baju beliau. Apalagi jika sejak kecil anak didera oleh cemooh dan celaan, maka anak akan tumbuh tanpa rasa percaya diri dan harga diri yang rendah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;9. Biarkan anak memikul konsekuensi dari perbuatannya&lt;br /&gt;Ajari anak tentang konsekwensi dan tanggung jawab. Ketidakmampuan anak untuk memperbaiki keadaan bukanlah alasan meloloskan anak dari tanggung jawab. Misalnya Umair marah dan membuang gelas susunya ke lantai, maka biarkan Umair memikul konsekwensinya dengan menyuruhnya membersihkan tumpahan susu. Mungkin Umair belum dapat membersihkan lantai dengan benar namun paling tidak ia harus merasakan akibat dari perbuatannya. Setelah Umair mengerjakan sebisanya, barulah kita menyempurnakan pekerjaan Umair. Bukannya dengan mengambil alih pekerjaan membersihkan lantai sambil mengomeli Umair. Masalah ini juga perlu disosialisasikan kepada seluruh anggota keluarga, terutama para pembantu rumah tangga. Larang mereka untuk mengambil alih tugas dan sanksi yang dijatuhkan kepada anak-anak kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;10. Penerapan konsekuensi harus dilakukan sesegera mungkin&lt;br /&gt;Jika anak berbuat salah, penerapan konsekwensinya harus dilakukan sesegera mungkin dan tepat sasaran. Misalnya, Umair memukul temannya. Maka sesegera mungkin begitu Umair melakukannya kita harus langsung menegur dengan tegas. Sebutkan perbuatan yang kita tegur dan berikan hukumannya segera. Jika tidak, anak akan merasa bahwa yang dilakukannya boleh-boleh saja. Atau anak segera melupakan peristiwa itu, sehingga ketika sanksi dijatuhkan, anak malah bingung dan merasa diperlakukan tidak adil. "Kenapa aku dihukum, ya? Emangnya aku salah apa?" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disiplin dimulai dari rumah sejak usia dini. Masalah-masalah sepele diatas ternyata dapat membentuk sifat kedisiplinan pada anak. Jadi, tergantung bagaimana kita memperlakukan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-311329430625636513?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/311329430625636513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=311329430625636513&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/311329430625636513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/311329430625636513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/10/melatih-anak-disiplin.html' title='Melatih Anak Disiplin'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-8215541381492613964</id><published>2006-09-23T08:38:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T08:41:36.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Saat Memanjakan, Saat Memarahi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam banyak kesempatan, saya sering ditanya pernah memarahi anak atau tidak oleh kawan-kawan. Tentu saja saya menjawab bahwa saya pernah memarahi anak murid, bahkan mungkin sering.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Saat anak selalu berlaku manis, taat pada perintah dan nasihat-nasihat, serta tidak membuat kesalahan yang disengaja saya akan selalu berusaha baik padanya. Memberi pujian ketika anak berhasil melakukan suatu hal, walau sangat sederhana bagi kita orang dewasa, memberi semangat ketika anak merasa lemah, dan memberikan kehangatan ketika anak dalam keresahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Namun, bila anak melakukan suatu kesalahan berulang, berlaku nakal dan menentang nasehat, maka marahlah yang kuberikan. Karena kuingin, anakku dapat membedakan yang benar dan yang salah, membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak. Bukan anak yang tahunya semua hal boleh dilakukan, tanpa ada larangan dan peraturan. Bukan pula anak yang selalu dituruti kemauannya, hingga menjelma menjadi anak yang manja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak-anak harus kita perkenalkan kepada hal-hal yang baik dan yang tidak, hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan, sehingga mereka dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Memarahi pada saat anak berbuat kesalahan, adalah merupakan suatu nasehat. Asal marah dilakukan dengan cara yang tepat, tidak membabi buta, dan tahu alasan kenapa harus marah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Marah pada tempat yang memang seharusnya marah, dan dengan kadar kemarahan yang sesuai dengan tingkat kesalahan anak, sehingga anak tahu bahwa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Seperti ketika anak malas melakukan sholat, tidak mau melaksanakan perintah, tidak sopan kepada orang tua, dan berbuat tidak baik dengan kawan bermainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Sebuah perlakuan yang tidak tepat bila kita melihat anak berlaku tidak baik, kita tetap memanggilnya dengan panggilan "anak sholeh", dan membiarkan tindakannya dengan alasan memberi kebebasan. Namun tak tepat pula bila setiap perilakunya kita salahkan, karena dilakukan secara tidak sempurna. Kita harus mampu berusaha untuk memiliki rasa empati kepada anak, agar kita mampu menghargai eksistensinya. Kita harus memeliki kesadaran penuh, bahwa anak-anak bukanlah orang dewasa, sehingga kita mampu memberikan pujian sekecil apapun kemampuannya melakukan sesuatu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Pujian ketika anak berhasil melakukan suatu tindakan yang berguna, juga merupakan sebuah nasehat, asal pujian diberikan dengan tidak berlebihan. Kadang, dengan mengucapkan kata "anak mama pintar ya, Alhamdulillah", anak sudah merasa gembira. Atau sekedar menempelkan ibu jari tangan kanan kita ke pipinyapun, sudah menjadi penghargaan tersendiri. Hingga anak selalu memiliki semangat, untuk lebih banyak tahu dan berani mencoba melakukan segala sesuatu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah TK, ada seorang anak yang selalu berbuat onar dan tak pernah mau dinasehati. Setiap hari membuat salah seorang atau beberapa orang temannya menangis, dengan segala ulahnya. Ketika dinasehati dengan lemah lembut oleh ibu gurunya, anak tak mau terima, kenakalannya bertambah dan semakin menjadi-jadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Setelah diselidiki, dan ditanyakan bagaimana kebiasaan anak tersebut pada ibunya, ibunya memberitahukan kepada para guru, bahwa anaknya tidak pernah dimarahi. Bila anak melakukan sebuah kesalahan, justru ibunya yang meminta maaf kepada anaknya, karena ibunya merasa bahwa anaknya melakukan kesalahan karena dia salah memberi tahu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Perlakuan si ibu memang tidak sepenuhnya salah, dengan menyadari bahwa anak melakukan kesalahan karena ibu salah memberi tahu. Namun dengan tidak memberitahu anak bahwa perbuatannya salah, akhirnya membuat anak merasa selalu benar, dan tidak tahu hal-hal yang salah, hingga diapun menginginkan kawan-kawan dan ibu guru di sekolahnya melakukan hal yang sama "minta maaf kepadanya" ketika dia melakukan kesalahan, seperti yang dilakukan ibunya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Anak yang lain, dalam kondisi yang sebaliknya. Dia selalu murung, dan bahkan pada saat acara bernyanyipun dia tidak ceria seperti teman-temannya. Senang melamun, dan tak pernah selesai mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, seakan tak punya semangat apa-apa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Setelah ditanyakan, tantenya bilang bahwa setiap hari anak ini dimarahi ibunya. Apapun yang dikerjakan anak, selalu dianggap salah dan ibunya selalu marah. Tak pernah rasanya, ibunya memberi pujian, menghargai hasil karya anaknya. Akhirnya, anak selalu murung dan kehilangan keceriaan. Merasa tidak ada artinya apa-apa dihadapan ibunya.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua kasus tersebut memberikan pengajaran kepada kita, bahwa tak pernah memarahi maupun memarahi terus anak-anak, bukanlah cara yang tepat. Jadi, ada saat memarahi, adapula saat memanjakannya, hingga anak-anak kenal yang haq dan yang bathil, kasih sayang dan perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-8215541381492613964?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/8215541381492613964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=8215541381492613964&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8215541381492613964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8215541381492613964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/09/saat-memanjakan-saat-memarahi.html' title='Saat Memanjakan, Saat Memarahi'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-8232730533450775877</id><published>2006-09-04T08:33:00.002+07:00</published><updated>2008-10-19T08:42:00.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Aplikasi Segitiga Kecerdasan dalam Mendidik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Islam memperhatikan kecerdasan anak secara terpadu baik kecerdasan spiritual, emosi dan intelegensi sejak usia dini. Dengan kecerdasan terpadu tersebut diharapkan dapat terwujudlah generasi pelopor yang siap menyongsong kebahagiaan dunia akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiga jenis kecerdasan tersebut hendaknya dilakukuan oleh seorang ibu kepada anaknya ketika ia masih hamil. Akan tetapi perlu diingat bahwa kecerdasan spiritual harus menjadi landasan dari kecerdasan emosi dan intelegensi. Dalam surat Ali Imron ayat 34-52 disebutkan bahwa istri Imran ketika menginginkan lahirnya seorang anak yang sholeh ia selalu beribadah dan bertaqorrub kepada Allah semenjak dia hamil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Nabi Zakariya, beliau selalu bermunajat kepada Allah dengan banyak sholat , berdzikir dan bertasbih sejak istrinya hamil. Sedangkan Maaryam sebelum hamil dia sudah diperintahkan oleh Allah untuk banyak tunduk, ruku’ dan sujud kepada Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan pembentukan kecerdasan spiritual tersebut lahirlah generasi yang telah terbukti kecerdasannya dalam sejarah, yaitu Maryam, Yahya dan Isa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surat As-shaffat ayat 83-102 diceritakan bahwa Nabi Ibrahim selalu taat dan istiqomah dalam membela ajaran Allah kemudian lahirlah seorang anak bernama Ismail yang pandai menafsirkan mimpi ayahnya dan siap berkoban untuk taat kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun aplikasi pembinaan kecerdasan spiritual kepada anak adalah :&lt;br /&gt;a. Menyampaikan kalimat tauhid kepada anak dengan memperdengarkan dan menghafalkan kemudian menjelaskan kepadanya sesuai dengan usianya seperti kalimat Laa Ilaha Illallah dan surat Al-Isra ayat 111 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;b. Menumbuhkan kecintaan anak terhadap Allah dengan cara banyak menyebut nama-Nya seperti pesan Rasulullah kepada Ibnu Abbas: Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu, jagalah Allah niscaya kamu akan mendapatkan Nya dihadapanmu. Sahal bin Abdullah at-Tasturi dipesankan oleh pamannya agar sebelum tidur ia membaca Allahu ma’ii, Alla nazhirii, Allah syahidii (Allah bersamaku,Allah melihatku, Alllah menyaksikanku) 3x kemudian 7x kemudian 11x. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;c. Menumbuhkan kecintaan anak terhadap Rosulullah dengan cara:&lt;br /&gt;Dibiasakan untuk segera melaksanakan ajaran Rosulullah. Menghafal hadits, contoh Imam Syafi’i hafal hadits Muwatha’ pada usia sepuluh tahun. Memberi hadiah terhadap anak yang hafal hadits. Menceritakan pribadi Rosulullah dan peperangan-peperangannya. Membacakan sirah Nabawiyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;d. Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak baik membaca, menghafal atau menafsirkan. Contoh Imam Syafi’I Hafal Al-Qur’an pada usia 9 tahun dan Sahal al-Tusturi hafal Al-Qur’an dan mulai belajar tafsir pada usia 7 tahun. Menurut Abu Ashim : Anak usia 3 tahun hendaknya sudah diajarkan Al-Qur’an dan hadits. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;e. Melatih sholat dan berjamaah di masjid serta melatih shaum di bulan Ramadhan juga melatih Berinfaq dan memperkenalkan manasik haji kepada anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan aplikasi pembinaan emosi kepada anak adalah:&lt;br /&gt;a. Memberikan cinta kasih kepada anak dengan cara mengelus, mencium, memeluk, berkata lembut dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Bersenda gurau dengan anak dan menghiburnya.&lt;br /&gt;c. Memberi hadiah kepada anak.&lt;br /&gt;d. Mengusap kepala anak.&lt;br /&gt;e. Menyambut kedatangan anak dengan ceria.&lt;br /&gt;f. Menjawab pertanyaan anak dengan baik.&lt;br /&gt;g. Melatih anak untuk bersikap jujur, pemaaf, berani, berukhuwah, sabar dan menjelaskan keutamaan-keutamaannya.&lt;br /&gt;h. Membiasakan adab-adab yang baik kepada anak seperti adab kepada orang tua, adab terhadap saudara, adab terhadap guru, adab berukhuwah, adab bertetangga, adab mendengarkan Al-Qur’an, adab belajar dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai aplikasi pembinaan kecerdasan intelegensi kepada anak adalah:&lt;br /&gt;a. Menumbuhkan kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan dan melatih anak untuk terbiasa Mempraktekan adab-adab belajar. Misalnya sering mengajak anak ke toko buku, membelikan buku-buku yang disukainya, mengajak anak berdiskus,mengajak anak ke perpustakaan dan lain-lain.&lt;br /&gt;b. Menghafalkan Al-Qur’an dan hadits kepada anak karena keduanya adalah sumber cahaya bagi Ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;c. Memilih guru-guru dan sekolah yang baik untuk anak.&lt;br /&gt;d. Mengajarkan anak bahasa arab dan bahasa asing lainnya.&lt;br /&gt;e. Mengarahkan anaksesuai dengan bakat-bakat ilmiahnya&lt;br /&gt;f. Membuat perpustakaan di rumah.&lt;br /&gt;g. Menceritakan masa kanak-kanak dari ulama salaf dalam mencari ilmu.&lt;br /&gt;h. Menerapkan waktu belajar secara disiplin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan pembinaan kecerdasan spiritual, emosi dan intelegensi kepada anak akan terciptalah generasi yang kuat dimasa yang akan datang. Allah SWT berfirman : “ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seanfdaionya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatirkan terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab mereka bertaqwa kepada Allah dan mengucapkan perhatian yang benar (QS. An-Nisa :9 ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-8232730533450775877?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/8232730533450775877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=8232730533450775877&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8232730533450775877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8232730533450775877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/09/aplikasi-segitiga-kecerdasan-dalam.html' title='Aplikasi Segitiga Kecerdasan dalam Mendidik'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-4296693719418708670</id><published>2006-08-18T08:26:00.003+07:00</published><updated>2008-10-19T08:30:38.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Perekam-perekam Jitu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah, tunjukilah aku dengan mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang sholeh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku (dengan memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”&lt;br /&gt;(QS Al-Ahqaf (46):15) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejak mendengar tangis pertamanya, hampir 24 jam sehari saya bersama dia. Mengganti popok, menyusui, menidurkan, memandikan, menyuapi, menemani bermain hampir semua saya yang melakukan. Begitu banyak waktu tercurah untuknya seolah bau nafas dan tubuhnya tak pernah lepas dari hidung saya, bahkan suara detak jantungnya pun seakan selalu melekat di telinga saya. Pun tahap demi tahap perkembangannya tidak pernah luput dari penglihatan saya, ibunya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Begitu pula sebaliknya, apapun yang saya lakukan hampir tidak pernah lepas dari pandangan mata jernihnya, kecuali ketika dia sedang berada dalam buaian alam mimpi. Tidak jarang tubuh mungilnya bertengger di punggung ini ketika saya sedang memasak atau mencuci piring. Sering pula dia menguntit dari belakang dengan merangkak ketika kaki ini melangkah ke sana kemari untuk membereskan rumah ataupun sekedar ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Juga ketika sedang memenuhi panggilan lima waktuNya, tak jarang dengan santainya dia menarik-narik sajadah atau mukena yang saya pakai atau bahkan memukul-mukul kepala saya ketika sedang bersujud. Tanpa sadar ternyata apa yang saya lakukan selama ini terekam baik di kepalanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Subhanallah, dia berwudhu! Itu yang pertama kali muncul di benak saya. Berbagai perasaan menyusup ke dalam rongga dada, antara percaya dan tidak, bahagia juga bangga dengan apa yang baru saja saya saksikan. Disaat sedang menanti langkah pertamanya, dia malah memperlihatkan sesuatu yang membuat saya tertegun. Dia mencoba melakukan tahapan-tahapan wudhu meskipun masih sangat jauh dari tata cara berwudhu yang benar. Padahal baru 13 bulan yang lalu dia mendengar adzan dan iqomat pertama yang dibisikkan suami saya di telinganya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suatu pagi, seperti biasa ketika memandikannya, air dari kran saya biarkan tetap mengalir kecil masuk ke ember mandinya karena dia suka sekali bermain air yang mengucur seperti itu. Ketika saya mau menyiramkan air di tubuhnya tiba-tiba dia melakukan sesuatu yang membuat saya diam terpaku. Pertama, dia berusaha menampung air di telapak tangannya yang mungil, namun tak ada sedikitpun air yang tertampung di sana, lalu mengusapkan ke mulut, seperti mau berkumur. Kemudian mengusap telinga, muka dan kepala secara bergantian setelah sebelumnya berusaha menampung kembali air di telapak tangannya. Terakhir dia membasuh kaki kanannya. Hal yang sama juga dilakukan ketika saya memandikan keesokan harinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak saya yang lucu yang tidak hanya mencoba berwudhu, dengan semangat empat limanya dia segera melakukan gerakan sujud ketika mendengar suara takbir, hingga tak jarang dahinya yang lebar terantuk keras ke lantai dan terdengar satu-satunya kata yang baru mampu diucapkannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentu saja dia belum mengerti apa itu wudlu dan sujud karena yang dilakukan hanyalah meniru sesuatu yang dilihat dan terekam dalam kepalanya. Ada banyak harap di dalam hati saya semoga wudlu dan sujud pertamanya itu menjadi pembuka jalan amal ibadahnya kelak ketika dia dewasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak adalah buah hati, karunia Illahi. Mereka bukan hanya penerus keturunan yang akan mengurus kita ketika jompo datang menghadang, tetapi seorang anak (yang sholeh/sholehah) merupakan tabungan utama bagi kita, orang tuanya. Merekalah yang akan memohonkan ampun atas dosa-dosa kita setelah dipanggil menghadapNya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasulullah SAW bersabda, bila anak adam wafat maka amalnya terputus kecuali tiga hal yaitu: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakannya (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak bisa dipungkiri bahwa kita, para orang tua adalah guru pertama bagi si buah hati, yang mendidik dan mengajarkan berbagai hal kepada mereka, sebagai rasa tanggung jawab akan amanah Sang Pencipta. Selain itu, orang tua adalah kompas pertama yang membantu menentukan ke mana arah langkahnya. Pun ketika dewasa, jalan mana yang mereka tempuh tentunya tidak lepas dari peran kita sebagai pendidik dan penentu arah baginya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah yaitu bertauhid kepada Allah, orang tuanyalah yang akan menjadikan dia yahudi, nasrani atau majusi (HR Bukhari) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mereka ibarat kaset kosong yang siap merekam apa saja yang dilihat dan didengarnya. Meniru dan meniru tanpa tahu mana yang pantas dan tidak pantas untuk ditiru. Tentulah tugas kita sebagai orang tua menjadi penyaring akan apa yang mungkin masuk ke dalam mata dan telinga mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak-anak tidak hanya memerlukan nasehat yang kadang harus dirangkai menjadi cerita indah tetapi juga contoh nyata yang bisa dilihat dari orang-orang terdekatnya, karena anak-anak mempunyai kecenderungan meniru perilaku orang-orang di sekitarnya terutama orang tuanya. Keteladanan (uswah hasanah) dalam mendidik anak merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah proses panjang untuk mengarahkan buah hati ke jalan yang diridhaiNya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu, akankah kita memberi contoh yang tidak pantas ditiru oleh perekam-perekam jitu kita?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-4296693719418708670?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/4296693719418708670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=4296693719418708670&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4296693719418708670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4296693719418708670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/08/perekam-perekam-jitu.html' title='Perekam-perekam Jitu'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-7388640536206627167</id><published>2006-08-02T08:21:00.002+07:00</published><updated>2008-10-19T08:31:39.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Kekurangan yang Membentuk Kemandirian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kadang, terlihat lelah di wajahmu&lt;br /&gt;Kadang, terlihat senyum di bibirmu&lt;br /&gt;Kadang, terlihat marah di matamu&lt;br /&gt;Ummi, oh aku sayang padamu&lt;br /&gt;Terlalu sulit kata-kata kuucapkan untukmu&lt;br /&gt;Ummi, hanya Allah yang dapat membalas kebaikanmu&lt;br /&gt;Sabar ya Ummi, mudah-mudahan surgalah tempatmu&lt;br /&gt;Dari anakmu Naura&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Naura, 6 tahun, Kelas 1 SD) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Puisi di atas adalah milik Naura. Usianya baru enam tahun. Masih duduk di kelas satu SD. Kakak dari seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun, itu adalah gadis kecil yang 'dewasa' dalam pandangan saya. Dalam usianya yang masih anak-anak, dia telah melakukan banyak hal yang tak dilakukan oleh rekan-rekan sebayanya. Ibundanya bukanlah wanita karir sebagaimana 'karir' dalam persepsi banyak orang. Bahkan sang Ibu keluar dari pekerjaan kantornya, namun ia berkarir dalam dakwah dan pendidikan anak usia sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pilihan itu, meski tidak lagi bekerja kantoran, membuatnya jadi harus sering meninggalkan kedua anaknya berdua saja, tanpa pengasuh. Tidak juga dengan bantuan keluarga, karena Ayah dan Bunda Naura berasal dari kota yang jauh dari tempat tinggal mereka saat ini. Sering ditinggalkan oleh ibunya telah membuat Naura menjadi dewasa dan mandiri. Setiap hari sang Bunda 'mendidiknya' dengan catatan di kertas: "makan siang ada di lemari". "Selesai makan jangan lupa bobok siang dan belajar". "Nanti kalau sudah jam 3 mandi, sekalian mandikan adiknya ya". Dengan itu semua, dia belajar mandiri. Usianya baru enam tahun, dan dia telah terampil mengurus diri dan adiknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga berlaku pada Hasan dan Azka, dua orang kakak beradik yang ditinggal ibunya bekerja. Karena tidak punya pengasuh, keduanya setiap pulang sekolah menghabiskan waktu berdua, hanya dalam pengawasan tetangga sebelah, ibu dari teman bermain mereka. Awal-awal mereka harus menjalani kesendirian ini membuat mereka tidak berani berdiam di rumah jika bundanya belum pulang. Namun lama-lama sang kakak beradaptasi dengan cepat dan terampil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dia memimpin adiknya untuk makan dan tidur siang, bahkan kemudian memandikannya, hingga ketika sang bunda pulang, cowok kecil kelas dua SD itu dan adiknya telah rapi. Ya, sang ibu adalah pegawai kantoran yang tiap hari harus meninggalkan mereka, demi mendapat tambahan nafkah dan berbakti pada negara atas beasiswa yang diterimanya dulu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, mengingat masa lalu saya sendiri, sifat kemandirian dan kepemimpinan yang lekat dalam diri saya kini, adalah tak lepas dari kondisi yang saya jalani ketika saya kecil. Saya sudah harus memasak dan berbenah rumah di usia saya yang kelas dua SD, karena ibu saya bekerja menjadi buruh harian, bahkan sejak saya berusia dua bulan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak tinggal di rumah, mendampingi dan mendidik anak-anak dalam usia SD apalagi balita barangkali merupakan kondisi ideal yang dianjurkan oleh agama dan pakar pendidikan anak juga diharapkan hati terdalam seorang ibu. Siapa yang tak ingin? Namun realitas hidup seringkali berbeda. Dengan sebab utama 'membantu suami memenuhi kebutuhan rumah tangga' atau 'menyumbangkan kapasitas diri untuk menjalankan tugas kekhilafahan manusia dan menyebarkan kebaikan bagi ummat' seorang ibu seringkali harus banyak keluar rumah dan meninggalkan anak-anaknya. Tentu saja, pada rentang tertentu hal ini akan menimbulkan rasa bersalah bagi sang bunda, dan juga konsekuensi kurang di beberapa sisi pengasuhan dan pendidikan anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kurang waktu bermain penuh kasih sayang bersama ibu misalnya. Namun di sisi lain, hal ini memiliki banyak keuntungan. Banyak fakta menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak selalu didampingi ibunya tumbuh lebih matang secara emosi, dewasa dan mandiri dibanding dengan mereka yang selalu diasisteni dan ditemani Ibunya dalam segala hal. Seperti Naura, Rahman, Hasan dan Azka yang mandiri di usia mereka yang masih sangat belia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sesungguhnya 'berkarir' di luar rumah bagi seorang ibu tidak selayaknya selalu disikapi dengan negatif. Selama sang Ibu memahami dan menghayati, bahwa ia, dalam kondisi bagaimanapun, mesti menomorwahidkan pendidikan dan pengasuhan anak. Selama sang bunda memahami dan menghayati bahwa tugas di luar rumah dan pendidikan anak adalah satu hal yang saling mendukung dan perlu disinkronkan. InsyaAllah, pendidikan dan pengasuhan anak masih tetap dapat dioptimalkan, dan di dapatkan pahala dan nilai tambahan dari keluar rumahnya sang bunda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan percayalah, jika 'keluar rumahnya' seorang ibu adalah untuk sebuah alasan yang benar, dapat diterima secara nurani oleh orang dewasa maupun anak-anak, sang ibu tidak akan kehilangan cinta, kepatuhan dan penghargaan dari anak-anaknya. Seperti Naura yang tetap mencintai dan mengagumi, bahkan menghadiahi sang Bunda dengan sebuah puisi indah. Seperti Hasan yang menyambut kedatangan ibunya dengan penuh sukacita. Seperti saya yang selalu menatap Ibu penuh cinta dan kekaguman, atas keperkasaan yang tak lekang ia tunjukkan sepanjang usia saya. Seperti banyak anak lain, yang saya percaya, akan memahami, mencintai, dan mengagumi 'perjuangan' sang Ibu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-7388640536206627167?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/7388640536206627167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=7388640536206627167&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7388640536206627167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7388640536206627167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/08/kekurangan-yang-membentuk-kemandirian.html' title='Kekurangan yang Membentuk Kemandirian'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6281800379845756013</id><published>2006-07-25T06:11:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T08:14:20.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Mendongeng itu Mudah, Lho</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;MEMILIH bacaan untuk anak di tengah-tengah lautan buku bacaan yang dewasa ini demikian melimpah ruah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi bila dihadapkan dengan buku-buku bacaan hasil terjemahan, entah itu berupa komik, cerita pendek, atau novel. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya menumbuhkembangkan daya intelektual anak lewat bacaan, orang tua mempunyai peran yang cukup penting. Orang tua harus menjadi pembaca pertama buku-buku yang kelak akan dibaca anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih bacaan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, lihat bahasa yang dipakainya, apakah mudah dicerna atau tidak oleh si anak. Setelah itu lihat jalan ceritanya, konflik yang dihidupkannya, latar ceritanya, dan sebagainya. Pasalnya, dewasa ini hal-hal yang bersifat pornografis sudah merasuk ke dalam komik, novel, bahkan cerita pendek. Jangan sampai hal yang belum pantas dibaca anak, malah menjadi santapannya. Hal itu bisa membuat anak lupa pada tugas utamanya, yakni belajar menghayati hidup dan kehidupan secara mandiri, arif dan bijaksana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan juga telah banyak mewarnai buku-buku yang katanya diperuntukkan bagi anak-anak. Kalau teliti, mungkin kita akan bertanya-tanya benarkah komik Batman itu diperuntukkan bagi anak-anak? Jika untuk anak-anak, haruskah di usia dini anak-anak diperkenalkan kepada carut-marutnya dunia yang babak-belur oleh persoalan kriminal Demikian pula ketika memilih bacaan semisal Sin-chan yang nakal itu. Adakah bacaan semacam ini cocok pula disajikan untuk anak-anak kita yang secara kultural berbeda jauh dengan kehidupan orang Jepang? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika kita membelikan VCD "Tom &amp;amp; Jerry" misalnya, harus hati-hati pula. Di dalam VCD tersebut juga banyak terjadi tindak kekerasan, yang bisa ditiru anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya orang tua bertindak arif dan bijaksana. Antara lain membelikan anak sejumlah buku bacaan yang sarat dengan muatan lokal. Dongeng-dongeng yang pernah dilisankan oleh orang tua kita menjelang tidur, saat ini sudah banyak yang dibukukan. Entah itu berupa cerita rakyat dari Jawa Barat, seperti Dalem Boncel, atau cerita fabel seperti Si Kancil, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bacaan-bacaan yang sarat dengan pesan keagamaan, juga bisa dijadikan pilihan di luar cerita-cerita yang sepenuhnya hanya berpihak pada persoalan social atau kemanusiaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;UNTUK menumbuhkan imajinasi di kepala anak, orang tua atau guru perlu memiliki teknik mendongeng yang baik. Syarat utamanya adalah percaya diri dan komunikatif. Banyak orang tua tidak percaya diri ketika mendongeng, akhirnya pesan dongengnya sulit ditangkap anak. Anak jadi boring, sementara orang tua sendiri terlanjur hopelles untuk meneruskan mendongeng. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mendongeng bisa dimulai dengan mengaktifkan indra yang kita miliki untuk membantu memvisualisasikan cerita. Kemudian untuk menggali cerita bisa mengungkap kejadian sehari-hari, masalah biasa kita temui bukan? Dan untuk memotivasi diri, tanamkan keyakinan bahwa setiap orang biasa menyampaikan segala sesuatu yang ada dipikirannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai panduan, ada kiat-kiat mendongeng sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Pilihlah cerita yang sesuai dengan kesehariannya dan minat anak. Jelaskan tokoh, tempat dan kata-kata yang belum dimengerti anak. Dengan demikian anak tidak bertanya terus dan dapat berkonsen- trasi kepada cerita.&lt;br /&gt;- Bacakan cerita dengan antusias dan akting yang meyakinkan. Sertakan emosi, maka anak juga akan menghayati dan mengikutinya dengan emosi pula.&lt;br /&gt;- Bedakan mimik, ucapan maupun tokoh yang ada dengan mengidentikkan diri kita pada tokoh tersebut, atau boneka yang dibayangkan sebagai tokoh utama. Beri ekspresi pada apa yang Anda ceritakan. Tapi jangan dilebih-lebihkan. Variasikan kecepatan, irama suara sesuai kebutuhan teks. Misalnya untuk membangun ketegangan- ketegangan.&lt;br /&gt;- Variasikan nada suara pada pelbagai karakter. Hal ini akan lebih mendramatisir dialog dan menghidupkan karakter yang ada. Lakukan secara wajar karena jika berlebihan, yang diingat anak justru suara Anda dan bukan ceritanya.&lt;br /&gt;- Jagalah kontak mata Anda dengan anak saat bercerita. Dekatkan tubuh Anda dengan si kecil ketika membaca.&lt;br /&gt;- Buatlah sinyal ketika cerita itu akan atau telah berakhir.- Ajukan pertanyaan pada anak untuk mengetahui apakah cerita yang kita sampaikan benar-benar diperhatikan. Doronglah anak untuk bertanya dan mengomentari cerita tersebut dan tanyakan kembali isi cerita tersebut kepada anak. Evaluasi terus cara kita mendongeng, bisa juga didiskusikan dengan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6281800379845756013?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6281800379845756013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6281800379845756013&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6281800379845756013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6281800379845756013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2005/07/mendongeng-itu-mudah-lho.html' title='Mendongeng itu Mudah, Lho'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-5268302665245417727</id><published>2006-07-19T19:24:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T19:29:32.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Bocah Kecil di Labobar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kapal Labobar telah berlayar lebih dari 20 jam lalu dari Makassar. Kurang lebih 4 jam mendatang akan berlabuh di Tanjung Karang, Surabaya. Itulah sebabnya penumpang lebih suka berdiri di luar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Seraya berkelakar, ngobrol sekedar, pandangan ditebar kepulau sekitar yang mulai tampak, atau memandang buih lautan. Sekerumunan anak seumuran asyik memburu sampah plastik untuk kemudian dilemparkan begitu saja kelaut lepas. Mereka seperti merasakan bebasnya plastik itu melayang keudara terbawa angin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disudut belakang, Mushalla-pun begitu. Waktu shalat zhuhur telah lewat sejam lalu, tapi ada saja penghuninya. Meski jumlahnya tak lebih dari yang diluar sana. Dari diskusi ke-islaman, pijat-pijatan sampai sekedar nge-charge HP. Suara riuh sesekali terdengar. Menyusul kalimat tasbih dari rombongan khuruj Jama’ah Tabligh yang mendiskusikan Fadhilah Amal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya masih tertarik untuk istirahat. Bukan menutup diri, tapi demi energi perjalanan berikut yang masih jauh. Sambil terjaga, agar barang bawaan tak pindah tangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu detik, semua mata tertuju ke arah seorang bocah lelaki yang berlarian. Ia hanya memakai kaos supermen (beserta sayapnya) dan bercelana pendek. Awalnya semua cuek. Biasa saja, mungkin ia sedang main petak-umpet dengan temannya. Untungnya jama’ah khuruj telah selesai diskusi kitab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diputaran lari kesekian, saya berinisiatif menghampirinya. “Mau kemana dek?”&lt;br /&gt;“Mau sholat om”&lt;br /&gt;“Kok lari-larian, cari ayah atau ibunya?”&lt;br /&gt;“Cari tempat wudhu om”&lt;br /&gt;“Disana kan nada tempat wudhu” jari saya menuntun pandangannya.&lt;br /&gt;“Ga ada om”&lt;br /&gt;“Ya udah, om anter deh”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sampailah kami ditempat wudhu. Tapi saya dicemberutinya. Mulut comelnya mengeluarkan kritik keras.&lt;br /&gt;“Om ini gimana sih, kalo tempat wudhu ini mah aku udah tau…”&lt;br /&gt;“Lha iya, ini tempat wudhu-nya”&lt;br /&gt;“Aku kan cari tempat wudhu lelaki. Ini kan tempat wudhu wanita..”&lt;br /&gt;“Ya nggak pa-pa lha dek, kan sekarang nggak ada orang perempuan, jadi nggak pa-pa”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tempat wudhu itu memang tempat wudhu wanita, yang juga biasa saya pakai. Tapi sang bocah tetap bersikeras mencari tempat bertuliskan TEMPAT WUDHU PRIA. Meski masih sangat polos, terlihat keteguhan luar biasa darinya. Saya rayu dengan berbagai cara, tetap tak bisa. Saya menyerah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengitari dek belakang, saya mendapati TEMPAT WUDHU PRIA. Dan itupula pertama kalinya saya injakkan kaki di tempat yang seharusnya saya injak sebelum tiap kali shalat. Bocah lelaki itu tampak puas, bisa wudhu di tempat wudhu pria. Hal yang mungkin dimiliki orang terbatas. Saya ikut lega. Selesai wudhu, sang bocah berpesan : “Om, kalau mau ibadah kan gak boleh dicampur antara yang baik dan yang buruk? Ya kan?”. Aku mengangguk kecil, setuju. “Jadi, kalau mau sholat, ya harus wudhu ditempat wudhu pria. Tempat wudhu wanita kan haknya perempuan. Jadi, kalau kita wudhu di tempat wudhu wanita, artinya mengambil hak wanita. Betul nggak om?”. Saya diam. Benar juga ‘analisa’ bocah lelaki ini. Dan saya pun tersudut, karena mengelakkan satu hal sepele yang sebenarnya berarti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-5268302665245417727?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/5268302665245417727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=5268302665245417727&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5268302665245417727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5268302665245417727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/07/bocah-kecil-di-labobar.html' title='Bocah Kecil di Labobar'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-8174832145979877479</id><published>2006-07-02T08:18:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T08:21:22.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Garis-garis Besar Mendidik Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika dalam perjalanan pulang belanja, persis di depan mataku seorang ibu menyeret anaknya yang sedang menangis meronta-ronta untuk menaiki eskalator. Anak itu pun nampak kesulitan mengikuti langkah cepat ibunya, sambil tak berhenti menangis. Miris rasanya hati ini, tak tega melihat adegan yang begitu kasar dari seorang ibu terhadap anaknya sendiri, namun tak mampu melakukan pembelaan apa pun terhadap sang anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang lain, kubaca sebuah kisah sedih. Seorang anak balita dipukul tangannya bertubi-tubi dengan sebatang ranting kayu hanya karena telah menggambari mobil baru ayahnya dengan goresan paku yang berkarat. Akibatnya, tangannya terkena infeksi dan harus diamputasi. Kubaca juga berita seorang anak disiksa hingga meninggal hanya karena menjatuhi tubuh ayahnya yang sedang tidur pulas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kisah sedih perlakuan kasar orang tua terhadap aanaknya, demikian membuat hati ini terpukul. Tragis, orang tua yang mestinya memperlakukan anak dengan penuh kasih sayang dan cinta, justru berperilaku kasar hanya karena masalah sederhana. Sehingga menyebabkan anak luka fisik, atau paling tidak mengalami luka hati yang amat sulit diobati. Bahkan ada yang sampai menemui ajal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak adalah anugerah terindah dari Allah SWT bagi setiap orang tua. Kehadirannya begitu dinantikan oleh siapa saja, hampir tanpa kecuali. Karena anak bisa menjadi penghibur di kala duka, dan mampu menjadi penumbuh semangat kerja keras bagi orang tuanya. Walau terkadang juga, anak bisa menjadi penghalang lancarnya segala aktivitas orang tua, mengganggu waktu istirahat, dan mengurangi kenikmatan makan seorang ibu ketika saat makan tiba-tiba sang anak muntah atau BAB. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang tua yang menyadari betul kedudukan anak pada dirinya, bahwa anak adalah amanah Allah yang harus dibimbing dan diantarkan menjadi penerus generasi pengemban risalah, untuk menegakkan din Islam di muka bumi ini, maka dalam kondisi bagaimanapun orang tua akan berusaha mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Diwarnai dengan luasnya lautan kata maaf atas segala tingkah polah anak yang terkadang (atau bahkan sering) tidak sesuai dengan kehendak orang tuanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi orang tua yang hanya menganggap, anak adalah hasil konsekuensi dari sebuah pernikahan, yang mau tidak mau harus diurus, akan sangat mungkin sekali orang tua mampu melakukan apa saja, tanpa memperhitungkan akibat yang akan terjadi, dan baru menyesal di kemudian hari setelah kejadiannya berlalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mendidik anak ibarat menanam sekuntum bunga. Mestinya, ketika kita melihat anak melakukan sebuah kesalahan, kita perlakukan anak seperti ketika kita melihat sekuntum bunga itu layu. Segera kita ambil seember air, kita siramkan dengan penuh kasih sayang, kemudian kita beri pupuk untuk menunjang pertumbuhannya. Bukan malah dimarahi dan dicaci maki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak melakukan suatu kesalahan, kita harus memahami bahwa ia melakukan itu karena ketidaktahuannya. Kesalahan yang tidak disengaja. Sehingga, sebagai orang tua seharusnya memperlakukan anak dengan lemah lembut, kemudian membimbingnya untuk menjadi tahu. Agar tidak membuat kesalahan lagi di kesempatan yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mencontohkan beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran untuk memberikan peringatan kepada anak kita yang melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;1.         Mengingatkan melalui sindiran, ketika anak melakukan kesalahan di depan umum. Sampaikan nasihat kepada semua anak tanpa perlu menyebut nama anak yang melakukan kesalahan, dengan harapan anak yang melakukan kesalahan mengerti bahwa nasihat yang disampaikan itu sebenarnya untuk dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.         Menegur anak yang melakukan kesalahan secara rahasia. Panggil anak yang melakukan kesalahan ke tempat khusus, kemudian dinasihati. Sehingga hati anak terjaga, tidak merasa dipermalukan di depan umum. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.         Tidak membandingkan anak yang satu dengan anak yang lain, karena anak memiliki kemampuan masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kiat agar perilaku anak dapat kita terima, dan anak pun mampu menerima perlakuan kita:&lt;br /&gt;1.         Berikanlah kepada anak haknya. Anak berhak memperoleh kasing sayang orang tuanya, anak berhak memperoleh bimbingan, juga berhak mengutarakan dan didengar pendapatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.         Jangan sekali-kali meminta anak untuk berlaku seperti kita orang tuanya, karena anak belum pernah menjadi orang tua. Sebaliknya, kitalah yang seharusnya berlaku seperti anak-anak (di hadapannya), karena kita pernah merasakan bagaimana menjadi anak-anak. Seorang psikolog mengatakan : "Jangan perlakukan anak seperti orang dewasa mini".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.         Tempatkan diri dalam posisi yang tepat. Menjadi teman ketika anak butuh teman, hingga pada saat tersebut orang tua menjadi teman bermain anak-anaknya, menjadi teman bicara, dan siap mendengar keluh kesah mereka.&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada saatnya pula orang tua berperan menjadi guru ketika anak butuh bimbingan, mengajarkan berbagai pengetahuan, membimbing menyelesaikan berbagai persoalan, dan menjadi orang tua ketika anak ingin bermanja-manja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua hal di atas menjadi penting bagi setiap orang tua, sehingga anak-anak tumbuh kembang dengan sempurna. Dan tidak layu sebelum berkembang. Semoga kita semua orang tua, mampu mengantarkan mereka menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan bertakwa."Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-8174832145979877479?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/8174832145979877479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=8174832145979877479&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8174832145979877479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8174832145979877479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/07/garis-garis-besar-mendidik-anak.html' title='Garis-garis Besar Mendidik Anak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-4943299969876433854</id><published>2006-06-20T07:44:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T08:05:12.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Jika Anak Hobby Jajan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Anto, sebut saja begitu, belakangan ini nyaris tidak doyan makan. Tapi bukan berarti anak usia empat tahunan itu tak suka makanan jajanan, khususnya makanan-makanan kemasan yang mengandung MSG (mono sodium glutamat) alias zat penggurih kimiawi. Tentu saja ibu Anto jadi uring-uringan. Pasalnya sejak anak itu senang jajan yang menyebabkannya sulit makan, pertumbuhan badannya cenderung lambat. Eksesnya tentu saja ada, Anto jadi rentan terhadap penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang ibu Anto main keras, memaksa anak itu untuk menelan makannya (nasi dengan lauk dan sayuran -- pen). Dengan takut dan menangis akhirnya memang sesendok demi sesendok makanan itu ditelan. Tapi tak jarang setelah itu makanan yang disuapkan ibunya dimuntahkan Anto kembali. Sang Ibu terang tak sabaran lagi. Tangannya jadi kian ringan terhadap Anto. Akhirnya nyaris setiap hari berlangsung adegan rutin. Selama menyuapi Anto, ibunya terus mengomel dan sang anak terus menangis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah Anto beberapa kali terserang panas tinggi dan kejang, ibunya tak tega untuk memarahi anaknya setiap hari. Walaupun si ibu menyadari, itu bukan solusi terbaik agar Anto dapat kembali menyenangi makan makanan natural (sayuran, daging, ikan, dan sebagainya). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kasus Anto memang jadi pelajaran berharga buat para orangtua, khususnya kaum ibu. Bahwa kebiasaan jajan pada anak-anak jangan dianggap sepele. Karena itu sejak dini, para ibu sebaiknya tidak me-los-kan anak-anak mereka dengan uang jajan berlebihan. Sebab, kebiasaan jajan pada anak-anak bukan hanya merugikan ekonomi rumahtangga, tapi juga akan mengancam kesehatan dan pertumbuhan fisik serta kecerdasan anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari hobi jajan pada anak yang lebih parah, di bawah ini ada sedikit panduan praktis sederhana yang mudah-mudahan bisa membantu para ibu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Sering-seringlah berdialog dengan anak secara bijak, tentang efek buruk dari makanan kemasan maupun makanan jajanan yang di-ler di luaran. Entah itu soal kandungan yang terdapat dalam makanan kemasan, maupun soal higinitas makanan jajanan "tradisional". Dengan begitu ibu sebaiknya juga memahami tentang zat-zat beresiko tinggi bagi pertumbuhan anak yang terkandung dalam makanan kemasan, misalnya soal bahaya MSG dan zat pewarna makanan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Dampingilah anak-anak ketika melihat tayangan iklan-iklan beragam makanan pabrik yang sangat bombastis di tivi. Katakanlah pada mereka dengan bijak, bahwa tidak semua makanan pabrik itu lebih unggul dari makanan asli (natural). Juga katakan pada anak-anak, tentang kemungkinan bahayanya jika keseringan mengkonsumsi makanan pabrik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Usahakan sejauh itu mampu dilakukan, ibu membuat penganan sendiri yang sederhana setiap hari. Atau sekali-sekali mengajak anak-anak bertamasya dengan membawa bekal dari rumah. Sebab makanan rumah, jelas lebih terjamin higinitasnya. Dengan itu juga diharapkan, anak-anak cinta dengan makanan produk rumah/ibu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Kalaupun ingin memberikan uang jajan pada anak, berilah sepantasnya sembari diarahkan untuk tidak membeli makanan yang tidak terjamin kebersihan maupun kandungan gizinya. Tentu saja bersamaan dengan itu, sikap amanah harus terus ditanamkan pada anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Berilah pujian atau hadiah bagi anak-anak yang disiplin, dalam arti tidak membelanjakan uangnya untuk membeli jajanan yang dilarang orangtua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Giatkan budaya menabung dalam keluarga dan berilah penghargaan yang pantas bagi anak-anak yang paling rajin menabung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;7. Mungkin sesekali anak-anak perlu diajak menengok anak-anak yang sakit akibat kekurangan gizi, atau sakit akibat mengkonsumsi makanan pabrik secara berlebihan. Akan lebih baik tentunya, jika para ibu menggalang kegiatan rutin misalnya menggelar dialog kesehatan keluarga yang membahas tentang bahaya makanan pabrik bagi perkembangan pertumbuhan dan kecerdasan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-4943299969876433854?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/4943299969876433854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=4943299969876433854&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4943299969876433854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4943299969876433854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2005/11/jika-anak-hobby-jajan.html' title='Jika Anak Hobby Jajan'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-8836036738794012695</id><published>2006-06-10T22:13:00.002+07:00</published><updated>2008-11-07T22:15:35.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot Issue'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Enam Butir 'Prestasi' Pornografi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Yayasan Kita dan Buah Hati pernah melakukan survei sepanjang tahun 2005 di antara kalangan anak-anak SD, usia 9-12 tahun. Respondennya 1.705 anak di Jabodetabek. Ditemukan, ternyata 80 persen dari anak-anak itu sudah mengakses materi pornografi dari bermacam-macam sumber: komik-komik, VCD/DVD, dan situs-situs porno.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;2. Di Indonesia, komik-komik porno harganya cuma Rp 2.000-Rp 3.000, sementara VCD porno bisa Rp 10.000 dua keping. Itu bisa dibeli di stasiun kereta, di depan sekolah, di depan kantor polisi, bisa di mana saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Survei lain, misalnya dari BKKBN 2002, menyebutkan hampir 40 persen remaja pernah berhubungan seks sebelum menikah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. BBC dan CNN pada 2001 juga pernah melaporkan, Indonesia dan Rusia merupakan pemasok terbesar materi pornografi anak, di mana anak-anak ditampilkan dalam adegan-adegan seksual.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Lebih dari 3 juta anak dilibatkan dalam pekerjaan yang berbahaya. Sekitar sepertiga pekerja seks komersial berumur kurang dari 18 tahun; 40.000-70.000 anak lainnya telah menjadi korban eksploitasi seksual. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Sekitar 100.000 wanita dan anak-anak diperdagangkan setiap tahunnya, di antaranya untuk bisnis seks. Belum lagi 5.000 anak ditahan atau dipenjara, yang 84 persen di antaranya ditempatkan di penjara dewasa.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-8836036738794012695?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/8836036738794012695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=8836036738794012695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8836036738794012695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/8836036738794012695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/06/enam-butir-prestasi-pornografi.html' title='Enam Butir &apos;Prestasi&apos; Pornografi'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-3205317380774997029</id><published>2006-06-04T07:48:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T08:03:26.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Kita Memberi Obat pada Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Anda yang sudah pernah memiliki bayi tentu merasakan betapa repotnya memberi obat si buah hati. Bayi tak bisa meminumnya langsung gleg seperti orang dewasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sering kali ia melakukan aksi tutup mulut, berontak, atau memuntahkan kembali obat yang masuk ke mulutnya. Padahal, kebanyakan obatnya berupa sirup yang manis dan terkadang berasa buah. Wajar kalau orang tua mesti ekstra sabar dalam memberinya obat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, agar anak dapat menerima dengan baik dan Anda tak mengalami kesukaran dalam memberikan obat kepada bayi Anda, cobalah tip berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memberikan obat pada bay i:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gendonglah bayi ketika diberi obat. Posisi menggendongnya, kepala berada lebih tinggi ketimbang badan, agar si bayi tidak tersedak yang bisa berakibat obat masuk ke dalam paru-paru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena bayi biasanya susah diam, mintalah bantuan orang dewasa atau anak yang lebih besar untuk menenangkannya. Kalau tidak ada orang lain, Anda bisa membungkus tangan dan tubuh bayi dengan selimut agar tangan si bayi tak mengganggu Anda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika bayi sering memuntahkan kembali obat yang diminumnya, mintalah bantuan seseorang untuk membuka mulutnya dengan lembut. Lalu, dengan lembut pula masukkan obat ke dalam mulut bayi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemberian obat, yang biasanya berbentuk cair, itu bisa menggunakan sendok atau pipet. Namun bila menggunakan sendok, letakkan sendok yang telah disterilkan dan diisi obat pada bibir bagian bawah. Angkat sedikit sendoknya agar obat mengalir ke dalam mulutnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila menggunakan pipet, isilah pipet dengan sejumlah obat yang sesuai dengan petunjuk dokter. Letakkan pipet obat di sudut mulut bayi dan keluarkan obat perlahan-lahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemberian obat tetes untuk hidung, mata, dan telinga pada bayi juga perlu kiat khusus:&lt;br /&gt;· Obat tetes hidung: Tengadahkan sedikit kepala bayi. Perlahan teteskan obat ke setiap lubang hidung. Hitung jumlah tetesan yang masuk ke hidung. Dua atau tiga tetes biasanya sudah cukup.&lt;br /&gt;· Obat tetes mata: Miringkan sedikit kepala bayi, hingga mata terinfeksi berada di bawah. Dengan cara ini tetesan obat tak mengalir masuk ke mata sehat. Perlahan tariklah kelopak mata bawah agar obat dapat mudah mengalir.&lt;br /&gt;· Obat tetes telinga: Baringkan bayi pada salah satu sisi dengan lubang telinga terinfeksi berada di atas. Teteskan obat ke dalam lubang telinga yang sakit. Buat bayi tetap diam agar obat benar-benar masuk ke lubang telinga bagian dalam.&lt;br /&gt;Sebelum obat tetes tersebut diberikan, ada baiknya hal-hal berikut ini diperhatikan:&lt;br /&gt;· Rendam obat tetes dengan posisi tegak dalam tabung berisi air suam-suam kuku selama beberapa menit, agar ketika diteteskan dan masuk ke lubang hidung atau telinga, anak tidak terlalu kaget.&lt;br /&gt;· Jangan sentuhkan obat tetes ke hidung, telinga, atau mata agar bakteri tidak berpindah ke dalam botol obat. Perhatikan batas waktu pemakaian obat itu. Obat kadaluwarsa akan memperburuk peradangan atau kondisi bayi yang diobati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Memberikan obat pada anak-anak :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;· Mintalah anak menutup lubang hidung saat meminum obat agar rasa obat tak terlalu keras.&lt;br /&gt;· Campurlah obat, terutama yang berupa tablet, dengan sirup atau madu agar tak terasa pahit.&lt;br /&gt;· Jangan larutkan obat dengan air di gelas karena ada kemungkinan obat mengendap dan tak terminum si anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mintalah anak untuk menggosok gigi setelah meminum obat yang manis agar tidak menempel di gigi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-3205317380774997029?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/3205317380774997029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=3205317380774997029&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3205317380774997029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/3205317380774997029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2005/11/kita-memberi-obat-pada-anak.html' title='Kita Memberi Obat pada Anak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-4069570065709283853</id><published>2006-05-17T07:25:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T07:37:05.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Mengatasi Anak yang Hyper-Vocal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Anak yang hyper-vocal (rewel) biasanya mengindikasikan sesuatu yang tidak beres pada dirinya. Penyebabnya bisa dari dalam bisa juga dari luar. Untuk itu, saya biasanya menganalisis dua sumber penyebab ini dengan teknik mendengar aktif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Cari penyebab dari dalam dengan mengajukan sejumlah pertanyaan aktif seperti: kamu kenapa dan apa yang bisa Bapak bantu? Hindari menyelesaikan masalah dengan meniadakan sebab, misalnya dengan berkata: “Jangan rewel terus, Bapak pusing tahu!”&lt;br /&gt;- Jika sudah diketahui sumber kerewelan itu dari dalam, support anak dengan menunjukkan kesan (empati) bahwa kita siap membantu anak, misalnya dengan meluangkan waktu dan berhenti sejenak dari aktivitas, karena kerewelan itu tak jarang bersumber dari sesuatu yang sederhana saja, seperti anak minta dibelai kepalanya. Hindari memberi respon selintas dengan berbicara sambil melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;- Jika penyebabnya dari luar, tanyakan apa yang anak inginkan. Jangan menyederhanakan sumber dengan, misalnya, berkata: “Yang begituan aja kok menarik!” sebab bisa jadi anak sedang berada pada proses pengenalan lingkungan di sekitarnya. Ini mendorongnya untuk mencari tahu apa saja yang memberi respon menarik. Jika ini dihambat, anak akan makin penasaran dan akibatnya dia akan makin rewel. Dibawah ini, beberapa tips yang berhasil kami uji-cobakan pada beberapa anak disekeliling kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciuman Anti Rewel&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya kadang dibikin repot sama anak kedua saya, Himmah. Ia agak lain dari kakak dan adiknya. Mungkin karena ia anak tengah. Kata orang, anak tengah selalu ingin tampil beda. Bedanya, Himmah lebih bawel bin rewel dari kakak dan adiknya. Karena kerewelannya, sejak bayi hingga sekarang berusia empat tahun, Himmah tidak pernah jatuh dari tempat tidur. Tiap kali bangun tidur, ia selalu memberikan pengumuman. Bunyinya sederhana, tapi kencangnya luar biasa. “Huwaaaaaaaa!!!!” Di usia empat tahun ini, saya seperti sudah terbiasa dengan Himmah. Ada kiat khusus buatnya, terutama kalau lagi rewel. Kalau rewelnya hampir mencapai maksimal, saya langsung memeluknya. Saya cium pipinya yang kiri, kemudian yang kanan. Setelah itu, saya cium juga dahinya. Setelah selesai, saya bilang sama Himmah, “Mah, Umi sudah cium kamu. Sekarang, kamu cium Umi, ya!” Nah, kalau Himmah mau membalas ciuman saya maka ia bisa menghentikan rewelnya untuk beberapa saat. Mana mungkin bisa nyium sambil rewel. Saya yakin, kerewelannya berbanding lurus dengan posisinya di tengah. Dan, cara itu memang efektif. Ngiri, kali! &lt;em&gt;kiriman&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Yana, Karet Kuningan Setiabudi Jaksel.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nyalakan Api&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak memang perhiasan dan penyejuk mata. Mata kita yang lelah bisa berubah segar kalau ngelihat anak kesayangan. Memandang senyumnya, kelucuannya, dan kelincahannya. Namun, bisa juga bikin pegel. Terutama, kalau si anak lagi rewel. Pengalaman saya mengatasi anak rewel memang agak unik. Saya kadang suka nggak sabaran dengan Audah, si bungsu yang kalau rewel mesti ditangani khusus. Walau usianya baru dua tahun, suaranya cukup menggelegar. Nah, inilah yang bikin kepala kadang nyut-nyutan. Waktu itu, saya kadang terpaksa nyerah. Saya turuti apa maunya. Namun, setelah merenung lagi, saya jadi nyesel sendiri. Saya yakin, langkah saya itu salah. Itu hanya akan meracuni si kecil yang akan kebawa sampai dewasa nanti. Keputusan saya, harus ditemukan cara pas buat itu. Akhirnya, ketika rewel Audah sudah mendekati puncaknya, tanpa disadari saya menggendongnya sampai ke dapur. Maksud saya, supaya bisa sambilan masak. Nah, di saat saya menyalakan api, tiba-tiba Audah terdiam. Matanya yang sembab, tiba-tiba berbinar. Ia begitu antusias melihat nyala api. “Eh, benda apa ini, ya?” begitu kira-kira pikirannya. Nah, sejak itulah, saya sudah punya cara sendiri mengatasi anak saya yang rewel. Nggak repot, kok! Nyalakan saja korek api. Nah, diem, deh! &lt;em&gt;kiriman Tuti, Slipi Jakarta.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Es Batu Bikin Dingin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buat saya yang tergolong ibu baru, anak rewel bisa jadi perkara besar. Bingung, kesal, pegel jadi satu. Sudah digendong, si Nisa masih belum diam. Kecuali, kalau maunya dituruti. Wah, kalau selalu dituruti, bisa runyem ekonomi rumah tangga. Ada cara yang biasa saya lakukan untuk meredam rewelnya Nisa. Hal itu saya temukan karena tidak sengaja. Saya harus meredam rewel Nisa tampa menuruti kemauannya. Nah, entah kenapa, saya langsung mengambil es batu yang ada di kulkas. Satu es batu yang cukup untuk ukuran genggaman, saya perlihatkan ke Nisa yang baru berusia dua tahun. Konsentrasi rewelnya pun buyar. Ia mulai beralih ke es batu. Setelah itu, saya sentuhkan es batu ke genggamannya. Saya minta supaya Nisa menggenggam dengan lembut. Ia pun jadi benar-benar diam. Nah, dengan sedikit sentuhan kelucuan, ia mulai tersenyum. Lupa, deh tuntutannya! &lt;em&gt;kiriman&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Entin, Ciamis Jawa Barat.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nama Anak saya yang kedua memang agak lain. Namanya, Sofia. Usianya baru delapan bulan. Tapi, rewelnya sedikit luar biasa. Kadang-kadang, saya agak sulit ngebedain. Apakah anak saya sedang sakit, atau memang sedang protes. Ada cara tersendiri yang dilakukan suami saya mengatasi itu. Ia memegang kepala Sofia. Kalau agak panas, positif karena sakit. Tapi, kalau biasa, cek lagi ke tubuhnya kalau-kalau ada serangga yang menggigit. Jika negatif, ada yang ingin dituntut. Setelah yakin kalau rewelnya bukan karena sakit, suami saya langsung menggendong Sofia keluar rumah. Sampai di sini Sofia masih rewel. Namun, setelah Abinya berujar, “Kerrrrrr! Kerrrr! Mana ayam?” Sofia mulai diam. Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan. Kalau ketemu sama ayam, diamnya berubah jadi tertawa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-4069570065709283853?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/4069570065709283853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=4069570065709283853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4069570065709283853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/4069570065709283853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/05/mengatasi-anak-yang-hyper-vocal.html' title='Mengatasi Anak yang Hyper-Vocal'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-7996362543505265665</id><published>2006-05-02T07:21:00.002+07:00</published><updated>2008-10-19T07:35:40.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Bila si Kecil Cengeng</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Salah memberi perhatian, salah cara menyikapi, salah cara memotivasi, salah berkomentar dan salah bertindak bisa menyebabkan anak menjadi cengeng. Wajar, jika banyak orang jengkel terhadap si kecil Didit. Anak lima tahun berpostur gemuk itu begitu mudahnya menangis hanya karena sebab-sebab sepele. Ketika permennya jatuh ke selokan, ketika ibu melarangnya membeli es, ketika terjatuh di halaman, atau sekedar diejek teman saja ia sudah menangis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ibu Didit sering kebingungan menghadapi sifat cengeng anak semata wayangnya itu. Satu waktu ia merasa kasihan dan berusaha memenuhi apa yang menjadi per,intaanya. Namun tak jarang pula ia menjadi jengkel dan meledaklah kemarahannaya demi mendiamkan tangis Didit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebenarnya, mengapa seorang anak tumbuh menjadi cengeng? Benarkah memang sudah karakter mereka semenjak lahir, dan tak bisa diubah? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Merasa tidak aman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perasaan aman, termasuk salah satu kebutuhan manusia yang utama. Orang yang merasa tidak aman, ia memiliki ketakutan terhadap sesuatu hal. Bukan saja kepada hal-hal yang seram dan menakutkan, tetapi ketakutan itu bisa terhadap apa saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak bisa merasa tak aman ketika ibu tak berada di dekatnya. Ketika di sekitar mereka banyak orang yang tak dikenalnya dengan baik, beragam pikiran negatif muncul di benak mereka. Anak pun bisa merasa tak aman dari rasa malu. Mereka takut dipermalukan, takut ditertawakan. Ketika mereka terjatuh dan puluhan mata memandang ke arahnyadengan terkejut plus kasihan, meledaklah tangis mereka, bukan karena sakit tetapi karena malu menjadi pusat perhatian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Ibu terlalu melindungi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibu seperti ini terlalu cepat bereaksi menolong anaknya jika anak mengalami celaka sedikit saja. Anak menjadi terbiasa ditolong, tak pernah mengalami hal-hal berat dan sulit, dan tak memiliki kekuatan mental menghadapi saat-saat yg menegangkan. Karenanya mereka bereaksi dengan menangis ketika menghadapi suasana tegang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika anak tersandung batu dan terjatuh, mengapa ibu harus menjerit keras-keras, lantas tergopoh-gopoh menolongnya ? Setiap anak, sesungguhnya akan bereaksi sesuai dengan reaksi lingkungannya. Kalau ibu tetap tenang, tidak menampakkan perasaan khawatir, anak akan menganggap bahwa peristiwa 'jatuh' adalah hal biasa. Tetapi melihat kekhawatiran ibu yang berlebihan, tentu saja mereka akan belajar pula untuk khawatir dan selanjutnya menjadi takut jatuh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Mendapat Keuntungan dari Cengengnya &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak menemukan kenyataan bahwa ia bisa memperoleh apa yang ia ingini dengan cara menangis, segera ia akan menggunakan senjata 'tangis' itu untuk memperoleh apa saja yang ingin mereka dapatkan. Permen, es, hingga mainan yang semula terlarang bagi mereka, akhirnya akan dibelikan juga oleh ibu setelah mereka menangis meraung-raung. Dan anak-anak pandai belajar dari pengalaman, sehigga kerap mereka memilih untuk menangis justru ketika ibu sedang menerima tamu, atau ketika mereka sedang berbelanja di toko, karena kondisi-kondisi ini lebih besar kemungkinan ibu akan memenuhi permintaan mereka dengan cepat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Supaya Anak Tidak Cengeng Khawatir boleh, tapi jangan berlebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kendalikan kekhawatiran ibu, jangan dinampakkan di raut muka . Separah apapun kondisi anak, ibu harus terlebih dahulu menenangkan diri. Anak sangat pandai membaca raut muka ibu, sehingga kekhawatiran kecilpun mereka bisa menangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tegas itu Perlu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Ibu Didit yang sesekali mengabulkan permintaan Didit dan menolaknya di kesempatan yang lain akan membuat Didit tak memiliki kepastian. Anak akan cenderung mencoba menangis dengan harapan ibu akan menuruti permintaannya. Kecuali jika mereka tahu pasti bahwa ibu tak akan mengabulkan permintaannya, mereka tak akan menangis, karena tahu akan sia-sia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Penuhi Rasa Aman Anak &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka ketakutan, apa yang menjadi penyebabnya ? Jangan sekali-kali orangtua memaksa anak untuk menghilangkan rasa takutnya. Komentar seperti, "tak usah takut nggaak ada apa-apa,kok." Atau, "Ah, begitu saja kok takut." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang harus dilakukan adalah menumbuhkan rasa aman pada diri anak. Ketika anak menangis , peluk mereka terlebih dahulu untuk menumbuhkan perasaan aman. Satu atau dua menit berikutnya, barulah mereka bisa diyakinkan, bahwa kekhawatiran mereka tak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Latih Anak Menguatkan Mentalnya &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak menghadapi suasana menegangkan, latih mereka untuk menguasai diri. Saat mereka mulai menangis , tenangkan hati mereka dengan sabar. "Sabar, Adi. Kita cari bersama truk-mu yang hilang. Kalau kau mencarinya dengan menangis, justru tidak akan terlihat olehmu." Atau ketika diejek temannya, "Tenang, biar saja mereka bicara seenaknya. Yang penting kenyataannya kau tak seperti yang mereka ejekkan. Kalau kau terus menangis, mereka merasa senang dan menang." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beri Pujian Ketika Berhasil &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jangan pusatkan perhatian pada kesalahannya. Diamkan dan jangan beri perhatian baik berupa kata-kata penghibur, atau sebaliknya omelan jika anak menangis tanpa sebab. Sebaliknya segera beri pujian, perhatian dan sentuhan kasih sayang manakala anak sesekali berhasil menahan tangisnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-7996362543505265665?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/7996362543505265665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=7996362543505265665&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7996362543505265665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7996362543505265665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/05/bila-si-kecil-cengeng.html' title='Bila si Kecil Cengeng'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-7348649069830348429</id><published>2006-04-19T07:19:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T07:34:06.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Kebiasaan Mengisap Jempol Anak Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Semua bayi mempunyai insting untuk menghisap apa pun yang menyentuh mulutnya. Kemampuan ini diperlukan agar bayi dapat menghisap ASI. Bagi bayi, menghisap-hisap jari dan kepalan tangan membuatnya merasa tenang dan nyaman. Lagi pula jempol adalah benda yang selalu setia setiap saat dan tentunya lebih higienis daripada dot atau pun empeng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar usia satu tahun bayi mulai sesekali merasakan keluar dari perlindungan orang tua. Ia mulai dapat membedakan orang lain selain ayah dan ibunya, ia juga mulai mengenal dunia luar, selain lingkungan yang biasa ia kenal. Pengalaman-pengalaman tersebut membuat bayi merasa tidak nyaman dengan sesuatu yang dianggap asing. Hal itulah yang membuat bayi mulai memiliki kebiasaan unik, misalnya ada yang selalu memeluk boneka beruang ke mana pun ia pergi, ada yang selalu mengelus-elus selimut kesayangannya, bahkan ada yang menghisap-hisap jempol. Bagi anak, jempol adalah sahabat setia yang selalu menemaninya setiap saat, meskipun harus berpisah dengan orang tuanya. Anak membutuhkan rasa nyaman pada saat ia cemas, sedih, uring-uringan, lelah atau bosan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kebiasan menghisap jempol pada anak, sebenarnya bukan sesuatu yang harus dirisaukan orang tua, selama anak menghisap jempol hanya pada waktu-waktu tertentu, karena ada anak yang menghisap jempol sepanjang waktu, sehingga membuat jempolnya pucat dan keriput. Walaupun demikian menghisap jempol sebaiknya disikapi dengan tenang oleh orang tua, karena sikap orang tua yang berlebihan, hanya akan membuat anak semakin tidak nyaman dan tertekan. Anak hanya akan semakin betah dengan kebiasaannya atau justru memberontak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dampak Negatif Menghisap Jempol &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan menghisap jempol yang terus menerus sepanjang hari atau yang berlanjut hingga bayi berusia tiga tahun dapat berdampak negatif terhadap proses tumbuh kembang anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan gigi dan kemampuan bicara anak dapat terganggu. Begitu juga dengan makanan, anak bisa mempunyai masalah gizi jika ia lebih menyukai jempolnya ketimbang makanan. Apalagi jika kebiasaan ini berlanjut hingga saat gigi permanen mulai tumbuh (sekitar usia enam sampai tujuh tahun). Jika pada usia ini anak masih menghisap jempol, dapat menyebabkan gigi bagian atas mencuat ke depan (tonggos), dan gigi bagian bawah akan mengarah ke dalam mulut. Susunan gigi seperti ini akan membuat pemiliknya kesulitan untuk menggigit makanan, karena jarak antara gigi atas dengan gigi bawah berjauhan. Selain itu anak yang mempunyai kebiasaan menghisap jempol, akan enggan melatih kemampuan bicaranya dan masalah gizi karena ia lebih menyukai jempolnya daripada makanan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada usia balita, rahang anak masih dalam proses pembentukan, tulang rahang anak belum kuat. Rahang anak dapat dengan mudah berubah susunannya karena tekanan akibat hisapan jempol. Menghisap jempol berlebihan dapat menyebabkan kelainan pada langit-langit mulut. Langit-langit mulut dapat menjadi terlalu sempit dan berakibat gigi tumbuh karena sempitnya rahang. Jadi, waspadai jika anak masih memiliki kebiasaan menghisap jempol setelah anak berusia tiga tahun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips menghentikan anak menghisap jempol : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Melibatkan anak dalam kegiatan yang memerlukan kedua tangannya, misalnya ajak anak untuk melukis dengan tangan, bernain lilin mainan, bernain ayunan, kejar-kejaran, atau aktifitas lainnya.&lt;br /&gt;2. Kita sebagai orang tua bisa saja membujuk anak siang dan malam agar anak berhenti menghisap jempol, namun ada orang-orang yang kata-katanya akan dipatuhi si kecil, misalnya ibu guru, ibu dokter, nenek, kakek atau siapa saja yang kata-katanya dianggap sakti oleh anak. Rasanya, anak akan menurut jika dokter gigi yang berkata, "Nisa, kamu tidak boleh menghisap jempol lagi, ya! Nanti gigimu bisa jadi tonggos sayang, nanti Nisa tidak cantik lagi, bagaimana?"&lt;br /&gt;3. Jangan memaksa atau mengancam anak, karena hanya akan membuat anak ngambek. Sebaiknya ciptakan lingkungan yang mendukung anak untuk meninggalkan kebiasaannya, misalnya mengingatkan dengan bahasa yang lemah lembut mengenai dampak dari kebiasaannya menghisap jempol.&lt;br /&gt;4. Tanamkan pada diri anak, bahwa ia bukan bayi lagi, jangan mengolok-olok anak jika ia lupa dan masih menghisap jempolnya. Sebaliknya pujilah kemampuan baru anak, misalnya, "Wah anak bunda sudah besar, sudah bisa memakai baju sendiri. Subhanallah!" Ini diharapkan agar anak tersugesti bahwa ia sudah besar.&lt;br /&gt;5. Buat mulut anak sibuk, ajak anak bercakap-cakap, bernyanyi, meniup balon, atau alat musik tiup, beri anak cemilan yang sehat, susu dan jus dengan menggunakan sedotan agar tidak cepat habis.&lt;br /&gt;6. Jika kebiasaan anak tidak bisa berhenti seketika, berikan batasan-batasan secara bertahap yang semakin lama semakin berkurang. Misalnya adek boleh menghisap jempol jika mau tidur saja.&lt;br /&gt;7. Lumuri jempol anak dengan sesuatu yang pahit dan tidak beracun, yang tidak disukai anak. Misalnya dengan brotowali bahan untuk jamu.&lt;br /&gt;8. Jadilah sahabat yang baik bagi anak, yang siap mencurahkan perhatian dan kasih sayang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;9. Jika masih gagal juga, sebaiknya konsultasi ke dokter anak dan dokter gigi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-7348649069830348429?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/7348649069830348429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=7348649069830348429&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7348649069830348429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/7348649069830348429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/04/kebiasaan-mengisap-jempol-anak-kita.html' title='Kebiasaan Mengisap Jempol Anak Kita'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6190346760718065764</id><published>2006-04-01T07:17:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T07:38:33.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Mengapa Anak Mengamuk?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Andi (2 tahun 2 bulan ) sering sekali mengamuk. Dalam sehari bisa dua sampai tiga kali mengamuk. Penyebabnya bisa apa saja, mulai dari meminta botol susu sampai minta dibelikan mainan atau snack kesukaannya. Kalau hanya menangis saja mungkin biasa, namun amukan bocah ini lebih dari itu. Pada saat mengamuk, ia akan berlari-lari mengitari ruangan, berguling-guling di lantai atau tanah. Pernah ia menabrak lemari, kepalanya benjol sebesar telur ayam. Sekali waktu ia mengamuk di mall dan berguling-guling di lantai mall, tentu saja ia menjadi tontonan orang banyak. Kedua orang tua Andi sudah kehilangan akal untuk menangani amukan Andi, sehingga cenderung segera memenuhi permintaan Andi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua anak balita pasti pernah mengamuk. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari menangis keras, berteriak, meronta-ronta, berlari-lari tak tentu arah, berguling-guling, melempar, menarik, dan lain-lain. Kadang-kadang amukan anak kelihatan sangat mengkhawatirkan. Tangisan dan marahnya kerap membuatnya seperti kehabisan nafas, wajahnya merah, bahkan bisa sampai membiru, dan kadangkala dapat melukai dirinya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengamuk disebabkan oleh beberapa hal antara lain:&lt;br /&gt;1. Keinginan yang tidak terpenuhi karena orang tua tidak memahami apa yang anak inginkan. Mungkin juga karena kemampuan bicara anak yang belum sempurna, sehingga orang tua hanya bisa menebak-nebak keinginan anak, sementara ia tidak sabar dan kesal dengan "kelambanan" ayah dan ibunya.&lt;br /&gt;2. Anak marah dan tidak sabar dengan keterbatasan yang dimilikinya, misalnya tubuhnya yang tidak dapat menjangkau tempat-tempat tinggi. Tempat di mana orang tua biasa meletakkan barang-barang yang sangat menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;3. Amukan anak juga bisa disebabkan oleh perasaan takut yang meluap-luap. Karena pada dasarnya anak memiliki ketakutan-ketakutannya sendiri, takut ditinggalkan, takut terhadap sesuatu, orang atau apa saja. Anak mengamuk karena terlalu frustasi, ia sebenarnya putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari separuh batita mengamuk sedikitnya sekali dalam sehari. Frekwensi ini akan menurun banyak setelah anak berusia tiga tahun. Anak-anak yang ketika balita suka mengamuk biasanya adalah anak yang aktif dan kemungkinan memiliki kecerdasan yang tinggi. Hal ini disebabkan karena mereka adalah anak yang tahu apa yang mereka inginkan, mereka ingin melakukan banyak hal besar, dan mereka berusaha dengan serius untuk mengatasi halangan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tips Menanggulangi Anak Mengamuk &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua kita tidak dapat menghindarkan anak dari perilaku mengamuk ini. Karena penyebabnya bisa apa saja. Hal yang dapat kita lakukan adalah melaksanakan strategi yang tepat menghadapi amukan anak, dan mencegah agar ia tidak merugikan atau melukai diri sendiri.&lt;br /&gt;Berikut ini ada beberapa kiat yang patut dicoba:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perkecil kemungkinan melukai diri sendiri, orang lain atau merusak sesuatu. Saat mengamuk, anak tidak dapat menguasai dirinya sendiri. Ia juga sangat ketakutan dengan amarahnya. Peluk anak dari belakang dengan lembut dan tidak menekan keras sambil duduk di lantai. Sentuhan, pelukan dan kedekatan dengan orang tua akan membuatnya tentram. Jika anak tidak mau dipeluk, jangan memaksa, biarkan di lantai namun singkirkan barang-barang yang mungkin berbahaya. Cegah anak membenturkan kepala atau bagian tubuh yang lain. Tidak perlu berdebat atau memaksa anak untuk memahami permasalahan. Pada saat mengamuk anak tidak punya akal sehat. Ia hanya bisa mengamuk.&lt;br /&gt;2. Jangan pernah membuat anak merasa dihukum atau diberi hadiah karena mengamuk. Jika Anda ingin agar anak tahu betapa buruknya ketika ia mengamuk, tahan diri Anda untuk melakukan apapun. Begitu pula jangan mengabulkan keinginan anak karena ia mengamuk. Sebab, anak akan belajar bahwa amukannya berhasil.&lt;br /&gt;3. Tidak perlu merasa malu menangani amukan anak di depan umum. Banyak orang tua yang merasa malu jika anaknya mengamuk di tempat umum. Akibatnya mereka segera menyogok anak agar amukannya reda. Hal ini akan merugikan, begitu anak belajar tentang situasi ini, ia akan menggunakan amukannya sebagai senjata untuk mendapatkan semua keinginannya. Jika ini terjadi, orangg tua akan sulit mengendalikan keinginan anak. Mereka kelak akan menyadari dan mengeluh kalau anaknya menjadi cengeng, manja, rewel dan banyak maunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;4. Jangan marah, jangan membentak, dan jangan menyakiti fisik. Kemarahan sangat menular, jadi bisa saja Anda juga ikut mengamuk. Ada kalanya anak yang mulai reda dari amarahnya kembali berkobar-kobar karena mendengar nada suara kita yang meninggi, atau karena cubitan kekesalan di pahanya. Jadi berusahalah tenang, sabar dan menggunakan akal sehat pada diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6190346760718065764?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6190346760718065764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6190346760718065764&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6190346760718065764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6190346760718065764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/04/mengapa-anak-mengamuk.html' title='Mengapa Anak Mengamuk?'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6875378596566978992</id><published>2006-03-19T07:15:00.003+07:00</published><updated>2008-10-19T07:43:36.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Mengapa Anak Suka Berbohong?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur'an sekelompok anak sedang berkumpul menunggu waktu shalat Ashar tiba. Mereka mengobrol saling menimpali perkataan kawannya, seru! Salah seorang anak bercerita tentang seberapa besar ikan yang ditangkapnya dari danau di samping TPA. Sambil berseru-seru anak yang lain berebutan mengomentari kawannya. Seorang anak yang lain dengan berapi-api ikut mengomentari. "Eh, eh, eh! Tahu enggak? Kata Kak Bobi, di danau itu ada ikan hiu-nya, lho!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai orang dewasa dengan segera dapat menyadari bahwa kata-kata anak itu adalah suatu kebohongan. Sejak kapan ada ikan hiu yang hijrah dari laut kemudian hidup di danau tawar? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak biasa berbohong, terkadang kebohongan mereka terasa begitu lucu. Namun ada juga kebohongan yang secara moral dapat dikategorikan sebagai suatu perilaku negatif. Mereka bebohong untuk berbagai macam alasan: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berbohong untuk menarik simpati dan perhatian &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak TPA tadi berbohong agar mendapat perhatian kawan-kawannya yang berebutan menceritakan betapa besarnya ikan tangkapan mereka. Ia sadar bahwa dirinya tidak pernah menangkap ikan seekor pun, tapi ia tahu cerita keganasan ikan hiu. Maka ia mengarang cerita dan mencatut nama Kak Bobi sebagai salah seorang guru TPA agar kawan-kawannya percaya. Seringkali anak tidak seratus persen berbohong, ia hanya mengarang cerita yang dilebih-lebihkan. Misalnya ketika dua orang anak saling membanggakan ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ayahku sangat kuat, ia bisa menggendong aku dan kakak-kakakku sekaligus di pundaknya," ujar Rudi. Toni tidak mau kalah dan berkata, "Ayahku lebih kuat, dia bisa mengangkat dua buah mobil!" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berbohong untuk melindungi teman &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anto mengatakan pada ibunya bahwa ia telah menghabiskan semua kue di dalam kotak kue. Padahal ia membaginya bersama beberapa orang kawannya. Ia khawatir jika mereka tidak dibagi, ia tidak akan dipinjami play station.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berbohong karena meniru orangtua &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak akan melihat orang tua berbohong, misalnya jika ada seorag pengemis meminta sedekah. "Bilangin aja, lagi nggak ada uang!" Padahal ia tahu ayah dan ibunya masih menyimpan sejumlah uang. Dua hal yang perlu diperhatikan dalam contoh ini adalah, pertama anak mengetahui bahwa orangtuanya berbohong. Kedua, orangtua menyuruh anak berbohong kepada orang lain. Sudah memberikan contoh yang tidak baik, kemudian menyuruh anak melakukannya. Sungguh suatu sikap yang buruk. Sikap ini mengajarkan anak agar tidak menghargai suatu kejujuran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berbohong untuk menghindari sesuatu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak jelas-jelas membantah tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya ia lakukan. Mungkin ia sengaja berbohong dan mengarang cerita agar terhindar dari hukuman akibat kesalahan yang dilakukannya. Sebaiknya orangtua mencoba mengevaluasi diri karena anak mungkin berusaha menghindari hukuman fisik yang mungkin sering diterapkan orang tua. Atau mungkin juga karena anak menghinari kritik atau cemoohan yang mungkin diterimanya jika ia melakukan kesalahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berbohong untuk mengkhayal pada usia tertentu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak mengembangkan kemampuan berpikir secara abstrak, biasanya sekitar usia 4 tahun. Tiba-tiba anak mulai bercerita kalau ia melihat seekor monster, seorang peri, atau hal-hal lain yang tidak masuk akal. Hal ini berarti anak mengembangkan kemampuannya berimajinasi. Kemampuan ini penting karena anak perlu memiliki kemampuan berpikir abstrak. Contohnya tentang konsep Allah dan Malaikat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jurus menghadapi anak yang berbohong: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai orang tua kita dituntut untuk bijaksana. Bila kita mendapati anak berbohong kita tidak boleh langsung marah-marah, mengadili anak dengan berbagai macam konsep dosa dan neraka. Atau menceritakan kisah Gembala Kambing dan Serigala. Suatu cerita dengan pesan moral kejujuran agar anak tidak berbohong. Sebaiknya lakukan pendekatan kepada anak dengan hati-hati dan bersahabat.&lt;br /&gt;2. Cari tahu benarkah anak berbohong dan untuk apa ia berbohong. Tidak perlu marah, bersikap menyelidik, menghakimi atau dengan mengancam. Jika anak merasa terancam, lain waktu ia tidak akan mengaku, bahkan akan berusaha mengarang kebohongan lain.&lt;br /&gt;3. Jika anak berbohong, beri pengertian kepada anak bahwa perilaku berbohongnya tidak disukai dan dapat berakibat buruk bagi dirinya dan orang lain.&lt;br /&gt;4. Kebohongan yang tidak bertujuan negatif tidak perlu diberi hukuman. Misalnya karena anak sedang berfantasi. Pada usia tertentu anak sangat asyik dengan dunianya yang penuh imajinasi, terkadang ia tidak dapat membedakan mana yang nyata mana yang tidak nyata. Misalnya jika ia bercerita tentang Malaikat yang mengajaknya terbang ke langit.&lt;br /&gt;5. Hukuman baru diberikan jika kadar dan akibat kebohongannya benar-benar parah. Namun jangan menghukum dengan hukuman fisik. Berikan hukuman yang mendidik misalnya berupa hukuman sosial, atau dengan memutus beberapa fasilitas anak. Misalnya dengan memberlakukan larangan menonton acara televisi kesukaannya atau memberikan tugas membersihkan kamar tidur.&lt;br /&gt;6. Kebiasaan berbohong pada anak dapat dikurangi dengan mempererat hubungan antar orang tua dan anak. Jika anak dekat dengan orang tua, ia akan lebih terbuka sehingga ada rasa saling mempercayai dan menghargai. Jadi, luangkan waktu kita untuk bersama anak-anak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;7. Salurkan kreatifitas dan kemampuan imajinasi anak untuk kegiatan-kegiatan positif. Misalnya bermain sandiwara, menulis cerita, menggambar bebas dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6875378596566978992?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6875378596566978992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6875378596566978992&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6875378596566978992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6875378596566978992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/03/mengapa-anak-suka-berbohong.html' title='Mengapa Anak Suka Berbohong?'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-266685915421580539</id><published>2006-03-03T08:05:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T07:45:19.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Ibu dan Kebebasan Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Suatu hari, salah seorang teman bercerita via email pada saya. Begini kurang lebih ceritanya:&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hingga hari ini aku adalah ibu yang cukup berbahagia setelah kurang lebih tujuh tahun menikah. Aku punya tiga anak yang manis dan lucu-lucu. Suamiku juga memiliki peghasilan yang cukup untuk kebutuhan kami sekeluarga. Tambahan lagi, aku juga masih bekerja sebagai seorang customer service pada sebuah bank swasta nasional yang cukup besar. Aku adalah ibu kelas menengah di kota metropolis yang bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Akhir minggu, masih bisa kami lewatkan bersama untuk sekedar jalan-jalan ke mall atau makan-makan di suatu tempat. Tak penting murah atau mahal, yang penting adalah kami sekeluarga bisa menikmati kebersamaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhir-akhr ini, sebuah rasa yang asing menghantuiku terus menerus. Membuat tidurku menjadi tidak nyenyak dan makanku jadi kurang berselera. Tambahan lagi, aku bawaannya jadi marah-marah melulu, uring-uringan. Padahal aku tahu pasti juga bahwa aku sedang tidak hamil, karena aku baru saja selesai haid dua hari lalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasanya aku jadi begitu jenuh dengan semua yang selama ini yang aku miliki dan aku lakukan. Aku seperti kehilangan begitu banyak waktu dalam hidupku. Aku menjadi sebuah mesin dari hidupku sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak lagi bisa menikmati duduk-duduk di atas atap rumah seperti waktu aku kecil dulu. Biasanya aku dulu senang sekali duduk di atap rumah sambil memandangi bintang-bintang di langit malam. Aku tak lagi bisa bebas berkejar-kejaran dengan bebek-bebek yang diternakkan ibuku di kampung dulu. Aku tak lagi bebas menaiki punggung kerbau atau berkubang sambil memandikan hewan gendut itu. Aku tak bisa lagi bermain di bawah sinar bulan purnama bareng teman-teman kecilku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ke Mana Saat Indah itu Pergi? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hingga ku tersadar aku telah begitu tua. Anakku yang sulung saja sudah TK besar. Teman sepermainanku bahkan ada yang telah mendahuluiku pergi menghadap Yang Kuasa. Aku jadi begitu rindu semua kebebasan yang kumiliki ketika aku masih kanak-kanak dulu. Aku ingin kembali... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kueja sedihku dan rinduku saat anakku yang sulung berkata padaku, "Mama, aku ingin jadi kondektur metro mini saja".&lt;br /&gt;"Mengapa kondektur, sayang?" tanyaku tak mampu menyembunyikan keterkejutanku. "Karena dia bebas naik metro mini dan nggak bayar, malah dia dapet uang. Nggak kayak kita harus ditagih-tagih segala," jawab cintaku itu polos.&lt;br /&gt;"Mama, aku ganti cita-cita. Mau jadi tukang es krim aja!" teriaknya lantang, suatu ketika.&lt;br /&gt;"Mengapa, sayang? Kan tukang es krim capek keliling-keliling untuk jualan esnya."&lt;br /&gt;"Biarin, yang penting kakak bebas makan es krim dan nggak dilarang-larang sama mama..."&lt;br /&gt;Rindu itu bernama bebas, kebebasan lengkapnya.&lt;br /&gt;Suatu ketika, menjelang berangkat ke kantor, sulungku dengan seksama memperhatikanku yang tengah memakai jilbab. "Ada apa, kakak cantik?" tanyaku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;"Kakak mau deh cepet gede kayak mama. Bosan jadi anak-anak terus," celetuknya tiba-tiba. "Bosan sekolah harus pakai seragam TK Kenari. Bosan direcokin sama adik kecil. Bosan digangguin tangis adik bayi yang gembeng. Bosan minum susu. Bosan ke dokter gigi. Pokoknya kakak bosaaaan... Jadi mama kan enak, udah gede, nggak ada yang atur-atur, nggak perlu main sambil bawa-bawa adik.Jadi orang gede enak, bebas..." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sambil merasakan sensasi tak terhingga dari perkataannya yang sangat kenes untuk bocah seusianya, kupeluk cintaku erat. Kurasakan ia tertawa-tawa kegelian. Rindu kita sama, anakku, rindu kebebasan yang belum atau justru pernah kita miliki. Sebab kita telah terjenuhkan oleh rutinitas, meski kecil, tapi warnanya sama... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anakku sungguh telah mengajarkan aku sesuatu. Bahwa pada hakikatnya manusia akan protes terhadap kemonotonan irama. Karenanya ia rindu pada irama lain, irama kebebasan. Kita kira, kita telah pernah meraihnya pada masa kanak-kanak dulu, tapi mereka, kanak-kanak itu, merasa mereka justru akan meraihnya pada saat dewasa kelak. Atau memang ini salah satu ciri manusia yang juga disebut dalam al-Qur'an, bahwa manusia adalah makhluk yang suka mengeluh? By the way, saya jadi ingat puisi Tagore yang berjudul "Panggilan Hidup". Salah satu petikannya berbunyi demikian :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jika gong berdengung sepuluh kali di pagi hari,&lt;br /&gt;dan aku berjalan menuju sekolah,&lt;br /&gt;bertemulah aku setiap hari dengan penjual kelontong yang berteriak,&lt;br /&gt;"Manik! Manik batu!"&lt;br /&gt;Tak ada yang memburu dia,&lt;br /&gt;tak ada jalan yang harus ditempuh,&lt;br /&gt;tak ada tempat ke mana ia harus pergi.&lt;br /&gt;Aku ingin jadi penjual kelontong&lt;br /&gt;yang menghabiskan hari-harinya di jalanan sambil berteriak,&lt;br /&gt;"Manik! Manik batu!" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika sore hari pukul empat aku pulang dari sekolah, kulihat dari gerbang masuk tukang kebun sedang menyabit rumput di halaman. Ia bekerja sesuka hatinya, mengotori bajunya dengan debu, berjemur di bawah panas matahari, kehujanan tanpa seorangpun melarangnya. Aku ingin jadi tukang kebun yanag bekerja sesuka hati, dan tak seorangpun melarangku... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Tapi, jikalau begitu, benarkah kebebasan itu menjadi relatif, tergantung siapa yang memandang dari sudut mana ia memandang?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-266685915421580539?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/266685915421580539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=266685915421580539&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/266685915421580539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/266685915421580539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/03/ibu-dan-kebebasan-anak.html' title='Ibu dan Kebebasan Anak'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-485057368563363124</id><published>2006-02-21T08:03:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T07:46:48.839+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Aku Mencintaimu Ma..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Siang itu dalam kereta tujuan Freiburg*.&lt;br /&gt;Di dalam gerbong kereta, anak laki-laki 3 tahun itu tampak begitu resah, tak sabar, ingin segera sampai di tujuan. Sesekali melirik ibunya di samping, yang tampaknya sadar kegelisahan si kecil. Berkali-kali pertanyaan kapan tiba di tujuan selalu ditanyakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Mama, mama bawa biskuit gak?" Sang Mama mengangguk singkat.&lt;br /&gt;"Biskuit yang mana Mama?" desaknya lagi&lt;br /&gt;"Yang ada coklat dan kacangnya".&lt;br /&gt;"Nanti yah...sekalian kalau sudah sampai. Sebentar lagi kok" tambah sang Mama. Si kecil mengangguk.&lt;br /&gt;"Mama?" kata anak itu kembali.&lt;br /&gt;"Yah?" kali ini ada sedikit nada tidak sabar dalam suaranya.&lt;br /&gt;"Mam, ich habe dich sehr lieb! (aku sangat mencintaimu Mama!)" senyumnya mengembang.&lt;br /&gt;Ibunya tersenyum mengangguk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penumpang lainnya tersenyum mendengarnya. Saya pun turut merasakan kebahagiaan yang saya yakin sekali pasti dirasakan sang Ibu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan yang mungkin masih jarang ditemui di tanah air. Bukan tidak ada, tapi masih jarang sekali. Ekspresi rasa sayang, rasa cinta sang anak yang begitu lugas, lepas pada ibunya. Bagaimana seorang anak bisa demikian bebas mengungkapkannya? Semuanya tergantung dari kita, orangtuanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menjadi bukan hal yang lumrah jika kita orang tua juga tidak biasa mengungkapkan rasa sayang kita kepada mereka. Bagaimana mungkin bisa melakukannya, jika bagi kita sendiri ungkapan rasa cinta bukanlah suatu hal yang harus diverbalisasikan. Ada tembok kesungkanan, atau merasa aneh, ketika rasa cinta harus dilontarkan. Tabu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak dipungkiri bahwa tanpa diungkapkan pun, seorang Ibu, seorang Ayah pastilah mencintai anak-anaknya. Sudah menjadi kodrat/fitrah kenyataan tersebut ada. Dari semua hal yang dilakukan orang tua kepada anaknya, mulai dari merawat, membesarkan, bermain bersama, mendidik, juga menasehati, semuanya tercurah luapan rasa kasih sayang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seberapa pentingkah pengungkapan tersebut? Saya pribadi melihat, kebisaan melakukan pengungkapan rasa cinta, rasa sayang hanya sepersekian persen dari kemampuan pengungkapan rasa lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila ananda kita mampu belajar memformulasikan kehendak, semua perasaan dalam bentuk kata-kata, mereka akan lebih cerdas secara emosional dan sosial, insya Allah, akan lebih ringan menjalani kehidupan kelak. Kemampuan berkomunikasi secara verbal menunjukkan tingkat kecerdasan emosional seseorang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lawrence E: Shapiro, dalam bukunya yang terkenal, How to Raise a Child with a High EQ, mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional adalah ketika kita mampu menguasai emosi dan segala perasaaan. Ketika seorang anak mampu mengenali kemudian menyampaikan emosinya, tahapan menguasai emosi akan dia raih. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua yang bisa dilakukan adalah membantu anak kita untuk memverbalisasikan perasaan sebagai salah satu cara bagi sang anak kelak dalam menghadapi konflik dan memenuhi kebutuhan mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melatih mereka mengungkapkan perasaan berikut di dalamnya perasaan sayang, berarti membantu anak kita berkomunikasi secara verbal dengan lebih baik. Kita latih mereka untuk mengungkapkan tidak saja rasa sayang mereka, tapi juga rasa yang ada ketika mereka sedih, marah, kecewa, frustasi. Kita membuka lembaran diskusi yang buat mereka tidak sulit untuk terlibat di dalamnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin mereka dapat melakukannya kalau contoh nyata dari kita pun tidak mereka dapatkan. Ajak mereka bicara dari hati ke hati. Percayalah, telinga si kecil selalu terbuka lebar dan menyerap banyak tanpa kita bisa duga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, senangkah jika pasangan kita atau bahkan orangtua kita mengatakan, "Aku mencintaimu". Walaupun sungguh! kita sudah mengetahuinya sejak dahulu. Satu kalimat yang saya percaya membawa banyak, banyak sekali perubahan yang tak dinyana-nyana di dalamnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, kenapa tidak kita lakukan itu pada anak kita. Kalaulah sering dituliskan" Sudah engkau ungkapkan rasa sayang hari ini pada pasanganmu?" Kenapa tidak ditambah, Sudahkah kita menyatakan rasa cinta kita hari ini pada sang buah hati?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Freiburg, kota kecil di selatan Jerman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-485057368563363124?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/485057368563363124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=485057368563363124&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/485057368563363124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/485057368563363124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/02/aku-mencintaimu-ma.html' title='Aku Mencintaimu Ma..'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-6079664316436112863</id><published>2006-02-14T07:30:00.001+07:00</published><updated>2008-10-29T08:14:15.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><title type='text'>Layu Sebelum Mekar #2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indra memperhatikan ibunya yang masih berbincang dari kejauhan dengan ibu Shin. Keduanya menunjukkan wajah serius. Setelah memperkirakan percakapan dua ibu itu selesai, Indra menghampiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Kami akan pulang hari ini juga, terima kasih atas tawaran ibumu menginap, tapi tidak, Mo nida-to konai-yo!”&lt;br /&gt;“Koko-ni ite.” Indra berusaha menahan nyonya Mariko agar tetap tinggal barang semalam saja.Tapi….tidak!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nyonya Mariko tetap melangkah menuju taksi yang menunggu di depan masjid, tempat Shin menunggu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indra menatap taksi yang mulai bergerak menjauh meninggalkan pelataran mesjid. Indra membalas lambaian tangan Shin dengan lesu.. sungguh perpisahan yang berat, tapi itulah yang terjadi. Ya Allah, tunjukkanlah jalanmu kepadanya, jangan sampai cahaya itu padam kembali, Indra bergumam lirih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di pesawat Shin masih terpaku menatap awan putih dari dalam pesawat yang membawanya pulang kembali ke Tokyo. Hati Shin galau. Dulu Shin juga berpisah dengan Indra, perasaanya tidak seperti saat ini. Ada yang mengganjal di kepalanya. Entahlah, Shin sendiri tak mengerti yang telah dialaminya, ia merasa seperti kehilangan sesuatu dalam hidupnya. Terus terang, Shin penasaran, agama seperti apakah yang membuatnya mengalami semua ini? Mungkinkah dulu Indra juga bertanya – tanya seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shin masih berselimut beribu pertanyaan ketika AC mulai semakin dingin, segera dikeluarkannya switer dari dalam tas kecil bawaannya. Disamping Shin, ibunya sudah tertidur pulas. Tangan Shin terhenti ketika melihat bungkusan yang diberikan Indra tadi sebelum ia berangkat. Shin memandang bungkusan itu sebentar, lalu bergegasa membukanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Al-quran? Shin membaca tulisan sampulnya tepat ketika sebuah kertas meluncur dari lembarannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Shin, ini adalah kitab suci agama Islam, bacalah dan coba pahamilah walaupun Cuma sedikit. Aku berharap ini bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan yang masih tersisa di hatimu. by: Indra. Indra @ blablabla.com, 0813141650xx,” Oh.. Indra menuliskan alamat email dan nomor hendphonnya juga rupanya, pikirnya. Disimpannya buku yang bernama Al-Quran itu kembali di balik lipatan pakaiannya, Lalu melanjutkan niatnya untuk tidur. Pemandangan pulau Jawa mulai menjauh perlahan dan akhirnya tinggal sebuah titik, lalu menghilang dari sudut mata Shin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;bersambung...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-6079664316436112863?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/6079664316436112863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=6079664316436112863&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6079664316436112863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/6079664316436112863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/02/layu-sebelum-mekar-2.html' title='Layu Sebelum Mekar #2'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-5761813287125776279</id><published>2006-02-13T16:35:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T16:36:36.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritik Sosial'/><title type='text'>Seribu Rupiah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suasana kereta Kahuripan tampak lengang. Yang terdengar adalah suara berisiknya roda yang bergesekan dengan rel. Sesekali memang ada suara manusia yang nadanya sama, menawarkan minuman penghangat tubuh. Digerbong ke-5, aku duduk berhadapan dengan seorang wanita muda berpakaian seadanya. Posisi tidurnya tak menentu, kakina kesana-kemari. Akhirnya malam itu kuhabiskan untuk sekedar berfikir apa yang akan kulakkan ketika tiba di Yogyakarta.8 Jam sudah berlalu. Kereta tak terasa lajunya.Tepat waktu subuh di Lempuyangan, stasiun kereta api kelas ekonomi, kini tumpah ruah ratusan kepala beserta tubuh lelahnya dan barang-barang yang menghiasi genggaman mereka. Penumpang tetap satu tujuan, yaitu kamar mandi. Sudah sewajarnya penumpang memilih kamar mandi sebagai tempat pertama yang dikunjungi penumpang kereta pada umumnya, karena -bukan rahasia umum- kamar mandi di kereta (bahasa halus dari WC) benar-benar tak nyaman lagi. Beda lagi dengan kamar mandi kereta eksekutif.Antrian dikamar mandi begitu panjang. Lima pintu yang tersedia sudah berbaris didepannya laki-laki dan perempuan. Satu orang masuk, yang lain menunggu. Jika didalam WC orang itu terlalu lama, maka suara bernada agak tinggi akan terdengar "Antri nih mas...!!".Kini giliranku. Aku hanya berniat untuk wudhu karna memang tidak ada rasa untuk buang air kecil, apalagi besar dalam kondisi antri seperti itu.Pintu tak kututup sebagaimana orang lain menutupnya, itu kulakukan agar yang antri dibelakangku menjadi saksi bahwa aku hanya wudhu dalam kamar mandi. Selesai.Kuberjalan dengan santai melewati petugas yang tak jauh dari jarakku. Kerumunan antrean menuju kearahku seketika setelah terdengar suara khas penjaga WC "Mas, bayarnya mas..", "saya cuma wudhu pak" jawabku. "Ya tetep bayar mas, ini temapat bisnis" sahutnya lebih keras. "Lho, kan saya disuruh orang masjid supaya wudhu disini, air disana lagi mati" jelasku dengan tenang. Kerumunan antrian makin asyik memandang kami. Tidak ada yang berani memisahkanku meskipun kami sekedar perang mulut.Penjaga WC kemudian menjawab perkataanku dengan langsung berdiri dan bermuka sangat marah "B....... (*** edited) kamu, masih kecil dah bisa ngelawan yang tua, emangnya kamu yang ngasih aku duit, emangnya Tuhan kamu yang bayar WC!!". Dalam kondisi seperti itu, aku khawatir menjadi korban pengeroyokan, maklum, daerah itu bukan tempat yang biasa kulewati, jadi wajahku dilihatnya asing, walaupun aku sering memakai jasa kereta ekonomi.Segera kuambil sepuluh lembar uang seribu rupiahan "Baiklah pak, ini saya infaq buat njenengan, kalau bapak muslim jangan lupa sholat, mudah-mudahan rizki bapak bisa banyak dan berkah..". Omonganku yang terakhir ini tidak dibantah, jelas, karena aku ngomong sambil memberikan uang.Seusai sholat, aku melewati kamar mandi itu lagi. Bapak penjaga WC memandang sepintas setelah itu menunduk. Entah mengapa setumpukan uang seribu rupiah yang sedang dihitungnya itu dianggapnya lebih penting daripada persahabatan dan perbekalan untuk waktu yang lebih kekal. Duh manusia zaman sekarang, seperti inilah contoh kecilnya. Semoga Allah memberinya hidayah kepada seluruh umat yang terlena dengan kebahagiaan semu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-5761813287125776279?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/5761813287125776279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=5761813287125776279&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5761813287125776279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5761813287125776279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/02/seribu-rupiah.html' title='Seribu Rupiah'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-5689106236275116455</id><published>2006-02-12T16:24:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T16:32:46.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Suatu Senja di Kiara Condong</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di sela kebosananku menunggu waktu kedatangan kereta Kahuripan, jurusan Bandung-Jogja-Kediri, aku berkenalan dengan sesosok setengah baya yang begitu sederhana penampilannya. Melihat beliau yang tak dapat tempat duduk, maka kusingkirkan barang bawaanku dari kursi disampingku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Pak.. mangga pak.." sapaku sambil menyoleknya pelan.&lt;br /&gt;"Oya terima kasih Mas.." sambil senyum dengan ramah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berbincang sebentar sebagai pembuka, seputar tujuan dan jam keberangkatan kereta. Setelah itu kuketahui namanya Pak Zaenal, beliau Dosen di Universitas Kuningan. Penampilannya sungguh sederhana, tutur bahasanya juga tak meninggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembicaraan kami melebar. Beliau bertanya tentang karikatur Muhammad dan pendapatku pribadi. Bla-bla-bla. Bincang-bincang karikatur selesai, beliau sepakat dengan pendapatku, bahwa ini adalah bagian dari pembangun rasa persatuan dan kekuatan kita, walaupun aku dan beliau sama-sama sepakat tentang demonstrasi anarkis yang mengatasnamakan pembelaan harga diri Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kini beliau bertanya kepadaku "Mas awan sudah berkeluarga?". "Alhamdulillah, sudah pak!!" jawab ku. "Oya, sudah putra berapa?" tanya lagi. Aku tau arah pembicaraannya, tapi aku sengaja melucu "Nganu loh pak, yang saya maksud keluarga itu saya punya sodara dari ayah dan bunda..hehe, kalo Istri belum ada, tapi kalo anak sih udah 120 orang..". Pak Zaenal cuma tertawa kecil "Bisa aja mas Awan.."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembicaraan berlanjut. "Mas ada kertas? Saya mau coret-coret sedikit". Kubuka tas, kuraih blocknote ukuran setengah A4 beserta alat tulisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak Laki-laki atau Perempuan? Tergantung dari 3 faktor :&lt;br /&gt;1. Pola makan harian suami-istri ; Jika banyak protein nabati, kemungkinan besar anak Perempuan. Jika banyak protein hewani, kemungkinan anak Laki-laki (50-60% benar secara medis dan biologis)&lt;br /&gt;2. Waktu hubungan suami-istri ; Jika hubungan pada hari H (14 hari sebelum haid), kemungkinan anak Laki-laki. Jika hubungan 2-3 hari sebelum hari H, kemungkinan anak Perempuan (&gt;80% benar secara medis)&lt;br /&gt;3. Tehnik hubungan suami-istri ; Jika Istri ejakulasi lebih dulu, kemungkinan anak Laki-laki. Jika Istri belakangan ejakulasi, kemungkinan anak Perempuan. Ejakulasi bersamaan (jarang terjadi) sangat mungkin untuk jadi anak Laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Coret-coretan itu kemudian dijabarkan sampai aku begitu faham. "Lumayan lho mas ini buat wawasan.. siapa tau mas nikah nanti langsung bisa dipake ilmu ini..." jelasnya panjang. Benar juga kata Pak Zaenal. Urusan seperti ini biasanya sangat privacy, karena privacy itulah akhirnya banyak yang malas untuk bertanya atau sekedar cari tahu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Coretan itu selalu kubuka. Membukanyapun sambil tertawa kecil. Kapan ya bisa praktek... heheh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-5689106236275116455?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/5689106236275116455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=5689106236275116455&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5689106236275116455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5689106236275116455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/02/suatu-senja-di-kiara-condong.html' title='Suatu Senja di Kiara Condong'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-5699088947509515340</id><published>2006-02-03T08:00:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T07:48:24.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Ayo Bangun Pagi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Bu Nina pagi-pagi sudah stress. Firdaus anak semata wayangnya kembali bikin ulah. Pagi ini terhitung sudah pekan ketiga Firdaus bersekolah di TK. Sebenarnya anak itu sangat senang di sekolah barunya. Tetapi masalahnya Firdaus sangat sulit dibangunkan pagi-pagi. Bel sekolah berbunyi pukul 07.30. Tetapi sudah jam enam lewat sepuluh Firdaus masih meringkuk di balik selimutnya. Padahal butuh waktu lima belas menit perjalanan ke sekolah. Bu Nina sendiri harus bergegas ke tempat kerja. Firdaus memang sangat sulit dibangunkan pagi-pagi. Jangankan sholat shubuh, untuk berangkat sekolah saja susahnya minta ampun. Kalau pun terbangun, Firdaus senang berlama-lama mandi, berlama-lama sarapan, berlama-lama berdandan. Pokoknya bikin stress!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Bangun pagi-pagi merupakan kegiatan rutin setiap keluarga. Kecuali hari libur biasanya seluruh anggota keluarga harus bergegas mengejar jadwal kegiatan masing-masing. Apalagi bagi yang tinggal di kota-kota besar yang sibuk, faktor ketepatan waktu menjadi sangat penting. Terlambatnya suatu urusan dapat mengakibatkan urusan yang lain juga ikut terlambat seperti efek domino. Sehingga penting jika kita bisa mengkondisikan keluarga khususnya anak-anak untuk bangun pagi-pagi dan berangkat tepat waktu. Memang tidak mudah membiasakan budaya bangun pagi dan tepat waktu, ada kiat-kiat tertentu dibalik semua itu. Berikut ini langkah yang patut dicoba. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Momen besar yang akan terjadi pada esok hari sebaiknya dipersiapkan sehari sebelumnya. Semangat untuk esok hari dapat ditumbuhkan sehari sebelumnya. Ayo! Besok adalah hari besar! Caranya dengan mempersiapkan segala keperluan untuk esok hari dengan gembira. Misalnya mempersiapkan tas, pakaian dan sepatu yang akan dipakai esok hari. Lakukan bersama-sama, ibu, ayah, kakak bahkan adik juga. Begitu juga pilihan menu untuk sarapan atau bekal sekolah sebaiknya diputuskan dan dipersiapkan sehari sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buatlah jadwal persiapan dalam agenda kesibukan kita sehari-hari sebagai sesuatu yang rutin. Jadi, setiap hari kita harus mengalokasikan waktu tertentu untuk persiapan esok hari. Insiden yang tidak diinginkan yang terjadi pagi hari karena kuarang persiapan dapat membuat hari itu terasa tidak enak. Karena pagi yang ruwet dapat mempengaruhi mood atau perasaan pada sisa hari itu. Misalnya karena tidak dipersiapkan terlebih dahulu, kakak dan adik berebut kaos kaki pada pagi hari. Akibatnya ayah dan ibu memarahi mereka karena saling tidak bertegur sapa sepanjang hari. Segala keruwetan pagi hari mestinya tidak terjadi jika cukup persiapan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kebutuhan Tidur Anak &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika bangun tidur, seharusnya kita siap untuk memulai hari yang baru dengan segar. Namun tidak jarang anak-anak bangun dengan terpaksa, masih mengantuk, bahkan uring-uringan. Oleh karena itu orang tua harusnya mengetahui berapa lama kebutuhan tidur anak. Mungkin anak sulit dibangunkan, masih mengantuk dan uring-uringan karena tidak cukup tidur. Setiap anak memiliki kebutuhan dan kebiasaan tidur yang berbeda. Sebagai orang tua kita harus tahu dan jeli memperhatikan masalah ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya anak usia tiga hingga lima tahun tidur antara sepuluh sampai 14 jam sehari. Termasuk tidur siang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah, bahwa semakin awal anak tidur pada malam hari, maka semakin awal juga ia bangun keesokan harinya. Idealnya anak sudah harus tidur setelah sholat isya, kira-kira pukul tujuh atau delapan malam. Sehingga ia dapat bangun esok hari pukul lima atau enam pagi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat anak tidur siang, usahakan agar anak tidur cukup siang yaitu sekitar pukul satu atau dua siang. Jangan paksa anak untuk tidur siang terlalu lama, satu jam pun sudah cukup. Jika anak terlalu lama tidur siang atau tidur terlalu sore, ia cenderung menggeser waktu tidur malamnya menjadi lebih larut. Persiapan menghadapi hari esok adalah tidur yang cukup. Membatasi anak menonton televisi atau permainan yang bersemangat pada saat masuk waktu tidur sebaiknya dilakukan cukup ketat. Kondisikan anak dengan persiapan tidur misalnya memakai pakaian tidur, menggosok gigi, membasuh kaki dan tangan, serta membacakan cerita sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pagi yang Sibuk&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pagi hari yang sibuk sebaiknya diawali dengan suasana yang nyaman. Membangunkan seluruh anggota keluarga dengan cara menyenangkan dapat dilakukan jika ayah dan ibu bangun lebih pagi. Sehingga seluruh anggota keluarga punya cukup waktu untuk mengganti suasana mengantuk menuju semangat bergegas-gegas. Membangunkan anak hanya dengan perintah tidak selalu efektif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada masa transisi antara bangun tidur hingga benar-benar siap untuk beraktifitas. Misalnya anak dibangunkan dengan digelitiki, dipijat kakinya, atau ditiup telinganya sambil membacakan doa bangun tidur. Kadang anak juga masih ingin dimanjakan seperti diberikan ciuman dan pelukan. Setelah benar-benar bangun baru kemudian anak digiring ke kamar mandi untuk wudhu, cuci muka, gosok gigi, atau langsung mandi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas bangun pagi bisa dimeriahkan dengan memutar lagu-lagu gembira kesayangan anak. Lagunya harus bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mandi, Berpakaian, dan Sarapan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pastikan semua keperluan mandi dan berpakaian sudah siap di tempatnya. Kalau perlu sejak semalam sudah ada persiapan dan diskusi tentang pakaian apa yang akan dikenakan hari ini. Terkadang anak sulit dibujuk untuk mandi. Rayu anak untuk mandi dengan meletakkan mainan di sekitar bak mandi, misalnya bebek karet, cangkir, botol kosong, dan lain-lain. Ingat, untuk anak usia balita segala macam aktifitas adalah permainan. Begitu anak selesai mandi maka permainan berikutnya adalah berpakaian. Dengan bermain ciluk baa…mana tangan adik…mana kaki adik...? Anak yang merajuk karena tidak suka dengan pakaian yng ditawarkan atau yang sudah disiapkan semalam dapat dibujuk dengan cara tertentu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dengan memakaikan pakaian tersebut tersebut ke boneka atau adiknya. Atau justru dikenakan oleh ayah atau ibunya. Perlihatkan dengan cara yang lucu betapa tidak cocok dan konyolnya jika pakaian itu dikenakan orang lain. Sarapan adalah makanan paling penting dalam sehari. Sempatkan untuk selalu sarapan.&lt;br /&gt;Beberapa suap nasi, sepotong roti, atau sebuah pisang. Pokoknya sarapan. Anak yang sarapan akan lebih mudah mengikuti pelajaran di sekolah. Membujuk anak untuk sarapan lebih mudah di bibir ketimbang dipraktekkan. Namun kuncinya adalah pembiasaan. Jika anak terbiasa untuk sarapan apapun menu sarapan tidak masalah. Menu sarapan bisa apa saja, mulai dari nasi lengkap dengan lauk pauknya, roti dengan segala bentuk dan isinya, kue, jajan pasar yang mengandung karbohidrat dan protein, bahkan buah seperti pisang, dan susu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konsep Waktu Bagi Anak &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam segala keriuhan pagi hari, anak usia balita biasanya bertingkah santai. Ia cenderung berlama-lama dalam aktifitasnya. Ketika mandi ia berala-lama memainkan busa sabun, begitu juga ketika berpakaian dan sarapan. Sebenarnya hal ini amat sangat normal. Karena anak usia balita belum dapat memahami konsep waktu yang baginya sangat abstrak. Anak belum dapat memahami arti kata terlambat, sebentar, lama, cepat, lambat, kemarin atau besok. Baginya semua adalah sekarang. Itulah sebabnya balita kita terkadang tidak mau menunggu, "Aku mau main sekarang juga!". Strateginya adalah dengan mengalihkan perhatian. Begitu juga jika kita ingin anak bergegas, maka alihkan ia dengan permainan adu cepat atau berlomba-lomba. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah anak berusia tujuh tahun atau masuk sekolah dasar, baru ia dapat diharapkan mengerti tentang konsep waktu. Namun tidak ada salahnya melatih anak memahami konsep waktu dengan memberikan batasan-batasan yang mudah dijadikan ukuran. Misalnya adik harus selesai mandi jika lagu selesai diputar. Cara lain bisa juga dengan menyetel weker atau timer berbunyi artinya waktu bermain selesai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dari sudut pandang anak semuanya adalah permainan. Bangun pagi dengan segala keruwetannya adalah permainan. Tergantung bagaimana kita sebagai orang tua mensiasatinya. Dengan menjadikan setiap pagi sebagai momen yang positif kita dapat memulai hari baru dengan bersemangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6910418734669870282-5699088947509515340?l=awan-nge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awan-nge.blogspot.com/feeds/5699088947509515340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6910418734669870282&amp;postID=5699088947509515340&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5699088947509515340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6910418734669870282/posts/default/5699088947509515340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awan-nge.blogspot.com/2006/02/ayo-bangun-pagi.html' title='Ayo Bangun Pagi'/><author><name>WartaSiAwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00002471822589942821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_vhd0cIv7t_g/SQAVfXqzzoI/AAAAAAAAACM/qEpmGmDNNVc/S220/escher840.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6910418734669870282.post-2951152699157955809</id><published>2006-02-01T07:15:00.000+07:00</published><updated>2008-10-29T07:18:35.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><title type='text'>Layu Sebelum Mekar #1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indra dan Shin berusaha segera membaca situasi. Keduanya langsung menghampiri Nyonya mariko..&lt;br /&gt;“Tante? Kapan datang?”. Sapa Indra.&lt;br /&gt;“Mama? Kenapa nggak kasih tahu Shin kalau mau datang? Kan bisa dijemput di bandara.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Shin dan Indra segera menyalami dan membawakan barang wanita setengah baya itu. Tapi diluar dugaan, mama Shin  menampikkan tangan Indra dengan cepat. Indra terperanjat. Terlebih lagi Shin. Sedangkan Reina, Rani dan ibu Indra lagi - lagi Cuma menahan napas. Tampaknya mereka telah memahami suasana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ayo kita pulang sekarang juga Shin!”&lt;br /&gt;“Kenapa ma? Shin ingin tinggal di sini untuk beberapa hari lagi”.”&lt;br /&gt;“Mama bilang pulang ya pulang! Sekarang!”&lt;br /&gt;“Tapi kenapa? Apa karena Shin ingin belajar Islam?”&lt;br /&gt; “Pokoknya kita pulang sekarang Shin!.”&lt;br /&gt;“Kenapa ma?” Shin menatap ibunya tak mengerti.&lt;br /&gt;“Kamu lebih memilih anak perusak ini atau mamamu ini? Seharusnya mama larang kamu pergi kesini lagi..” Nyonya Mariko menunjuk ke arah Indra. Indra hanya beristighfar dalam hati.&lt;br /&gt;“Ma.. Indra bukan perusak, Shin hanya…”&lt;br /&gt;“Cukup, kamu ambil barang – barangmu sekarang juga atau mamamu ini nggak akan mengakuimu lagi sebagai anak!”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Shin terperangah mendengar ucapan mamanya. Mamanya  memang sedikit keras, tapi tak pernah sekeras ini kalau membentak, apalagi sampai mengancam. Ada apa gerangan?&lt;/div&gt;&lt;div alig
